Saturday, 23 May 2020

Kost Sejutaan Rasa Apartemen di Jogja


Kayak udah pernah tinggal di apartemen aja ngomongin kost rasa apartemen. Haha…nggak apa deh. Kali aja abis ini beneran bisa nginep di apartemen. Who knows?
Ngomongin tentang kost di Jogja, ternyata harganya udah beda banget. Pas zaman aku kuliah di Jogja dan pertama kalinya jadi anak kost, waktu itu tahun 2007 dan biaya kost per bulan rata-rata Cuma  Rp150.000 per bulan. Dan harga Rp450.000 waktu itu udah mahal banget.

Daaaaaan sekarang tahu nggak berapa harga kosan di Jogja? Khususnya yang mulai kost lagi di tahun 2019 hingga saat ini? Tahu nggak berapa? Rata-rata 500-an itu udah paling murah. Gilaaa yak? Tahun 2007 aja ngekost masih 150-an loooh. Yaiyalah…..udah berapa taon woeee!!!

Jadiiii akutu terakhir ngekost di Jogja tuh emang sekitar tahun 2012 an deh. Waktu itu masih ada kost yang harganya wajar yaitu Rp250.000 per bulan. Hingga pada akhirnya tahun 2019 mencoba untuk kost lagi di Jogja dan harganya udah bikin geleng-geleng. Aku mulai ngekost di Jogja lagi tahun 2019 mulai bulan Agustus 2019. Kalau kalian ngikutin buat baca blogku pasti tahu alasannya kenapa.

Pas aku ngekost di daerah Maguwoharjo, tepatnya di daerah stadion maguwo, itu per bulannya sekitar Rp550.000. Itu udah kamar mandi dalam dan kosongan. Tapi belum ada wifi. Sebenarnya cukup murah sih, hanya saja jauh banget dari keramaian. Nyari makan juga susah. Kalau ngandelin go-food tiap hari ya bakal tekor. Tapi enaknya di sini, kita bakal dikasih kunci sendiri-sendiri. Jadi mau pulang jam brapa aja terserah. Tapi y aitu tadi, tempatnya sepi. Agak rawan sih. Jadi aku memutuskan buat pindah.

Akhirrnya aku pindah ke daerah yang agak kota yaitu sekitar Kledokan. Tepatnya di dekat hotel eastparc. Itu perbulannya Rp750.000 dan kosongan. Sebenarnya sih Cuma Rp650.000, tapi menjadi Rp.750.000 karena ada tambahan uang sampah, air, listrik per item jadinya ya segitu. Kalau di sini ada jam malamnya sampai jam 10 dan yang pasti banyak kelabang, cacing dan hewan-hewan yang sering nongol di daerah yang lembab lainnya. Soanya tempatnya lembab. Akhirnya aku hanya bertahan 4 bulan di situ dan pindah lagi.

Pada akhirnya, sekarang ini aku nempatin kost rasa apartemen. Kenapa gitu? Kalau dibilang mahal ya mahal. Tapi kalau dibilang harga wajar ya kok nggak wajar banget. Kalau menurut kalian gimana? Harga kostan di Jogja Rp1.000.000 per bulan itu wajar nggak sih? Kemahalan atau masih murah?

Setelah aku survey harga kost, akhirrnya aku dapet di daerah Janti. Tepatnya di daerah kampus AKAKOM. Kalau dibilang mahal mungkin karna dekat dengan area kampus kali ya? Awalnya sih, pas aku tanya-tanya dengan nomer yang sudah tertera, penjaganya bilang, ada 3 tipe hargnya;

  • Yang pertama, per bulan harga Rp750.000 dan kamarnya kosongan. Kalau untuk harga mungkin bisa berubah ya. Pas aku tanya dulu segitu.

  • Yang kedua, per bulan harga Rp1.000.000 tapi udah isi. Dan isinya adalah meja kursi, lemari pakaian dan Kasur. Untuk kamar mandinya kamar mandi dalam.

  • Yang ketiga tipe VIP. Kalau yang ini per bulannya Rp1.200.000. Eh kemarin 1,2 atau 1.5 yak, lupa deh. Pokoknya kisaran gitu. Fasilitas yang didapat di sini adalah, Kasur, lemari, meja kursi, AC dan kamar mandi dalem juga. Bedanya kalau kamar mandinya sudah toilet duduk. Sedangkan yang harga sejuta tadi masih toilet jongkok.


Di sini aku ngambil yang tipe kedua. Harganya sejuta per bulan. Mau tau kayak gimana bentuk kostnya? Berikut gambar-gambarnya.



Ini kamar aku

Pintu kamar mandi



Waktu belom ada spreinya




Aku di sini udah dua kali bayar. Jadi berapa bulan? Itung sendiri yak….haha….
So far sih oke. Aku suka tempatnya. Nyaman banget dan bersih. Free wifi juga. Dan wifinya juga kenceng sih. Ada dapur umumnya juga. Setiap selesai masak Cuma ngasih uang seikhlasnya buat isi ulang gas. Selama di sini aku udah masak tempe goreng sama bikin nutrijel.

Oiya, di sini ada jam malemnya. Jam 10 malem udah tutup. Ada penjaganya yang bersih-bersih tiap pagi. Terus ada CCTVnya juga. Lokasinya juga strategis. Lumayan lah. Hanya saja mahal juga sih. Nggaks sebanding dengan gaji yang aku dapatkan. Gajian abis buat bayar kostan. (Hehe……malah curhat).

Tapi yaaaa…..bukan masalah kostnya yang mahal sih. Mungkin gajinya aja yang mepet. Dan kalau dipikir-pikir, harga kosan di sini juga lebih mahal jika dibandingkan di Jakarta. Ya….gimana lagi. Berhubung ini aku nempatin kost termahal sepanjang aku ngekost di Jogja, jadi ya aku review sekalian yak.

Pinginnya sih masih ngekost di sini, Cuma nggak tahu deh. Ke depannya bakal dapet kerja di mana.
Jadiiiiii….menurut kalian gimana? Harga segitu worth it nggak?






~MissAnt~

Thursday, 7 May 2020

5 Hikmah di Balik Pandemi Corona


Sumber Gambar : Google

Sudah berapa lama kira-kira tidak aku tidak menikmati kebebasan hidup seperti, nonton, ngemall, jalan-jalan, ngopi-ngopi di kafe sambal melamun? Apa lagi ya? Sampai lupa karena terlalu lama dipingit. Sebagai orang yang biasa jalan-jalan meski hanya jalan-jalan doang, aku merasa terkurung bosan di dalam kamar. Iya bosen sih, tapi  untungnya internet lancer, jadi nggak bosen-bosen banget. Mungkin hanya bosen 85% aja, sisanya dibikin hepi aja?

Kalau aku pribadi kadang suka kesel, kita rela terkurung di dalam kamar, menghindari kerumunan dan hanya keluar kalau memang penting-penting banget, tapi ternyata masih banyak orang yang ngeyel keluar rumah tanpa pakai masker, tanpa mau jaga jarak dan Cuma mikir kalau sekarang ini sedang baik-baik saja. Wooooooi…..plisss lah.

Ah….tapi ya Namanya orang. Ada yang peduli sama pandemi ini dan ada juga yang merasa nggak papa. Yang paling penting, pikirin diri sendiri sama orang terdekat aja deh. Jaga Kesehatan dan jaga jarak di keramaian agar pandemi ini segera berlalu. Semakin banyak orang yang susah diajak jaga jarak dan stay at home maka semakin lama pandemi ini berakhir. Sekarang pilih mana? Mau sabar dulu di rumah atau tetep keluyuran dan nggak tahu kapan pandemi ini berakhir?

Meski bosan, kesel Cuma di dalem aja, tapi ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari kejadian ini. Tanpa kita sadari, selalu ada yang bisa direnungkan dari sebuah kejadian yang tidak mengenakkan. Percayalah, semuanya tentu ingin pandemi ini segera berakhir tapi kita nggak akan pernah tahu kapan berakhir. Mungkin semua sudah diatur sama sang pencipta. Bahkan juga kita nggak tahu kalau pandemi ini efeknya luar biasa merugikan. Tapi kita bisa apa?

Lalu, sekarang harus bagaimana? Mau nyalain siapa? Daripada pusing, mending cari tahu aja hikmah di balik kejadian ini. Ambil sisi positifnya aja.

Beberapa hikmah di balik pandami corona;

1.lebih dekat dengan keluarga

Sebenarnya aku masih sedikit baper kalau bahas keluarga karena sekarang ini sedang jauh-jauh semua. Dan karena pandemi ini, lebaran jadi nggak bisa kumpul-kumpul sama keluarga khususnya yang berada di luar kota.

Buat kalian yang tinggal satu rumah sama keluarga, bersyukurlah karena moment ini bisa dijadikan sebagai ajang semakin mendekatkan diri dengan keluarga. Yang dulunya sibuk dengan pekerjaan sehingga kurang “me time” dengan keluarga, maka saat inilah waktunya semakin dekat dengaan keluarga, yaitu kerja dari rumah dan bisa bertemu keluarga setiap hari.

2.Semakin sadar kalau orang yang paling menerima kita adalah keluarga

Orang yang paling menerima kamu apa adanya ya Cuma Ibu kamu. Percayalah, kalian yang masih punya Ibu, kalian sungguh beruntung. Hanya Ibu yang selalu ada saat kita jatuh. Doanya sangat luar biasa. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan Ibu kamu selagi masih ada.

3.Semakin dekat dengan sang Pencipta

Pada moment-moment seperti ini tentunya kita akan semakin banyak berdoa agar orang-orang terdekat kita dijauhkan dari pandemi ini. Dengan semakin lama kita harus melakukan social distancing dengan orang lain, kita semakin sadar kalau yang tidak pernah meninggalkan kita hanyalah Alloh. 

Saat kita sudah mengalami situasi yang sangat mengharuskan jaga jarak dengan teman dan keluarga, maka di sinilah kamu banyak meminta perlindungan sama Alloh. Memang benar, yang paling paham dan mengerti tentang apa yang kita rasakan hanyalah Alloh.

Khususnya di bulan Ramadhan ini, tentunya membuat banyak orang berubah menjadi lebih baik. Mengapa demikian? Kalau Ramadhan tahun kemarin mungkin kita disibukkan dengan ngabuburit, buka Bersama hingga tarawih berjamaah di masjid,tapi tidak untuk tahun ini. 

Kegiatan yang biasa kita lakukan selama Ramadhan tentunya tidak seperti dulu. Sementara tidak ada tarawih dan idul fitri. Kiota hanya diam di tempat. Salah satu hikmah di balik ini semua adalah, mendekatkan diri kepada Alloh.

Khususnya di masa sekarang ini yang sepertinya menjadi tahun yang berat karena gara-gara mbak NONA (Corona) ini semua jadi kena dampak. Banyak PHK, ada yang harus mencari uang di saat seperti ini, ada yang Sedang berjuang mencari kerja di saat seperti ini dan masih banyak lagi. Seolah segalanyajadi kacau gegara mbak NONA. Mungkin semua ini sudah digariskan harus begini.

 Yang kita lakukan adalah mendekatkan diri sama Alloh, berdoa yang terbaik, semoga selalu diberi Kesehatan dan mbak NONA semoga segera menghilang dari muka bumi.

4.Tak ada lagi orang pamer

Mungkin di beberapa daerah, ajang lebaran kadang dimanfaatkan untuk memamerkan apa yang sudah dicapai. Misalnya, mobil baru, motor baru, baju baru ala artis-artis dan lain-lain. Ya sebenarnya nggak ada salahnya sih. Anggap saja sebagai reward atas apa yang selama ini kita usahakan. Tapi bagi beberapa orang yang kurang mampu dianggap pamer.

Tahun ini sepertinya ajang pamernya dihentikan dulu. Itung-itung introspeksi kalau sebenarnya semua kemewahan dan harta itu tidak ada apa-apanya. Mungkin yang kita lakukan saat bersilaturahmi besok adalah dengan cara telepon atau video call. Sebuah kata yang intinya mohon maaf lahir dan batin. Itu saja. Sementara belum bisa pulang kampung membawa apa yang kita miliki. Semoga saja bisa menjadi pelajaran penting kalau segala yang kita pamerkan dan kita banggakan tidak ada apa-apanya.

5.Pada akhirnya kita akan sendiri

Selama Ramadhan ini aku memang berusaha buat perbanyak streaming kajian. Nggak ada alasan lagi buat belajar banyak hal karena selama ada internet, kita bisa belajar apa saja. Kamu bisa memilih mau belajar apa. Dari banyak kajian yang aku lihat (maapkan bukannya sok pamer karena belajar agama,ngga ada salahnya kita memperbanyak pengetahuan seputar agama kita), semakin sadar kalau nantinya kita dan amalan kitalah yang merupakan sahabat sejati. Tidak ada yang akan menemani kita kecuali amalan kita.

Pernah berfikir nggak setelah kita meninggal nanti, di alam kubur kita ngapain aja dan ditemenin sama siapa? Pernah nggak? Bahwasanya yang akan menemani kita di alam kubur adalah amalan kita dan diri kita sendiri. Kita nggak bisa minta tolong sama Ibu, bapak, saudara, teman bahkan pasangan kita nantinya. Karena saat kita Kembali ke Alloh, kita hanyalah sendiri dan hanya diikuti amalan-amalan kita. Begitulah yang aku petik dari kajian dan beberapa bacaaan yang aku pelajari belakangan ini.

Di dunia kita harus tolong menolong karena memang wajib hukumnya. Tapi kita harus siap kalau nantinya kita akan sendiri saat “Kembali” ke Alloh. Jadi, persiapkan mulai dari sekarang karena kematian, rejeki dan jodoh tidak ada yang tahu datangnya.

Make it balance antara dunia dan bekal buat di akhirat nanti. Mungkin kalau tidak ada pandemi yang mengharuskan buat #dirumah aja atau himbauan jaga jarak kayak gini, aku nggak bakal buka-buka youtube seputar kajian. Yang ada malah nonton drakor yang saat ini lagi banyak dan bagus-bagus.

Meski begitu bukan berarti nggak memperbolehkan buat bersenang-senang mengejar dunia. Boleh saja kok, asal persiapkan bekal juga buat kehidupan selanjutnya. Ibaratnya di dunia ini kita hanya sementara, hanya singgah saja. Yang kekal adalah kehidupan selanjunya.

Ini buat self reminder diri sendiri aja sih. Buat yang mau menjadi lebih baik, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Semoga selalu menjadi manusia yang berguna untuk orang lain.

Semoga bermanfaat buat semuanya.



~MissAnt~




Thursday, 30 April 2020

Cukup Alloh Sebaik-baiknya Penolong




Ternyata menggantungkan segala sesuatunya sama Alloh itu bikin hidup lebih tenang. Kadang suka heran, kenapa nggak dari dulu begini sih? Tapi ya namanya manusia, kadang butuh waktu buat Kembali ke jalan yang benar. Lha emang selama ini tersesat ya? Bukan tersesat sih, lebih ke kurang menyertakan Alloh dalam setiap keinginan.

Oke, sebelumnya bukannya aku nulis begini sok iye banget ya? Bukan kok. Nggak ada maksud kayak gitu. Hanya saja aku merasa lebih baik aja akhir-akhir ini. Semenjak Ibuku meninggal Juli 2019, aku merasa linglung banget. Seperti banyakan mikir, “besok aku gimana?”. Waktu itu aku sempet ngambek sama Alloh. 

Astagfirulloh.....

Yang tadinya aku ibadah selalu ontime, jadinya entar-entar. Entah kenapa begitu. Mungkin karena Alloh mengambil Ibuku saat aku belum siap. Sungguh berdosa aku jika tidak terima. Memangnya aku ini siapa, berani-beraninya ngambek sama sang pencipta jagad raya ini.

Mungkin karna aku yang terlalu egois hingga lupa kalau Ibu itu milik Alloh. Astagfirulloh. Sampai segitunya aku. Iya, waktu itu, hidup terasa embuh banget. Mungkin karna waktu itu aku nggak mendekat sama Alloh. Jadinya berasa berantakan banget. Padahall, Cuma kurang bersyukur aja.

Dari sejak meninggalnya Ibuku, baru sejak menjelang waktu Ramadhan tahun ini aku bisa Kembali lagi. Aku bisa normal lagi kayak dulu. Maksudku, aku mulai mendekat dengan Alloh. Berusaha semaksimal mungkin agar aku Kembali seperti dulu. Yang banyak permintaan dengan menyertakan Alloh, Sholat tepat waktu lagi. Pokoknya alhamdilillah aku bisa Kembali lagi.

Aku nggak tahu tepatnya kapan. Yang jelas, dengan dekat dengan Alloh lagi, aku merasa tenang. Ya memang tidak sulit. Tapi tetap berusaha. Waktu itu juga aku sempat mikir, “kok aku begini-begini aja sih. Bosen banget harus mulai dari mana”. Sampai pada akhirnya aku semakin sadar kalau aku tanpa Alloh memang nggak ada apa-apa. Karna….Alloh sebaik-baiknya penolong.

Awalnya aku mulai belajar gimana cara memperbaiki ibadah. Pernah nggak kalian merasa jauh sama Alloh? Waktu itu aku mulai baca-baca buku seputar agama. Iya, aku baca buku-buku tersebut. Ibuku punya buku seputar doa-doa, dzikir-dzikir itu banyak. Jadi aku bawa dan aku baca-baca.

Tak sampai di situ, aku mulai buka-buka youtube yang isinya tentang pengetahuan agama. Aku tonton kajian-kajian dari ustadz-ustadz. Ya begitulah cara mudah untuk Kembali ke jalan yang benar. Akuntidak tersesat, hanya saja jauh. Dan itu aku bodoh banget. Andai saja waktu itu aku semakin mendekatkan diri sama Alloh, pastiya hidupku akan lebih baik dari sekarang. Yaaa…Namanya anak kalau ditinggal Ibunya selama-lamanya, begitulah rasanya. Sudah merasakan hal paling pedih. Dan akhirnya, hanya Alloh sebaik-baiknya penolong.

Mungkin orang akan meninggalkanmu tanpa alasan. Tapi Alloh selalu ada untukmu siang malam. Minta apa aja bakal dikasih asal kita selalu bertaqwa. Kalau merasa galau banget. Sedih banget. Minta sama Alloh di sepertiga malam. Percayalah. Semua akan baik-baik saja kalau melibatkan Alloh.

Mengeluh memang wajar sih? Di sosmed sambatr begini begitu kok begini kok begitu bla…bla…bla…bla…..It’s okay. Barangkali itu adalah cara seseorang melampiaskan kekesalannya. Nggak papa. Wajar kok. Tapi kalau keseringan mengeluh kesannya kurang bersyukur. Sesekali ngeluh sama Alloh….sambat sama Alloh. Mungkin tidak langsung pada solusi. Tapi setidaknya Alloh mendengar dan memberimu jalan keluar.

Haduuh maap ya? Bukannya aku sok mengajari. Tapi aku juga sedang belajar menjadi lebih baik. Siapa sih yang nggak mau masuk surge? Yang di dalamnya penuh dengan sesuatu yang menyenangkan. Semua orang juga mau kan? Tinggal bagaimana caranya menuju ke sana.

Menjadi lebih baik bukan berarti sok menggurui. Hanya saja kita harus banyak baca-baca. Ingat ya…..IQRO.

Nggak papa kalau kadang kita merasa jatuh dan nggak ada yang peduli. Ingat, masih ada Alloh yang mau mendengar keluh-kesahmu. Maha pengampun bagi siapa saja yang bertaubat dengan sungguh-sunggu. Maha mendengar rintihan kesedihan hambanya. Maha pemberi petunjuk bagi mereka yang tersesat.

Semoga kita semua selalu diberi petunjuk atas jalan yang dianggap sulit. Cukup Alloh sebaik-baiknya penolong. Jangan berharap pada selain DIA. Karna DIA lah sang pemilik alam semesta.

~MissAnt~


Sunday, 26 April 2020

Cara Jadi Freelancer di Projects.co.id




Kalian para freelancer tentunya sudah nggak asing lagi dengan situs yang satu ini, yak projects.co.id. Btw, aku gabung sama projects ini udah lama dari tahun 2016. Awalnya sih iseng-iseng aja mau nyari kerja sampingan. Lalu cari-cari di google tentang situs-situs freelance gitu, dan akhirnrya nemu projects.co.id. Sebenarnya ada banyak sih, seperti Freelancer, Sribulancer, Upwork dan masih banyak lagi. Ada banyak kok, kamu gugling aja yak?

Lalu kenapa aku memilih Projects?

Iya ya? Aku juga heran mengapa aku milih Projects? Pokoknya waktu itu aku asal aja daftar ke Project dan melengkapi data-data yang diminta. Tenang, sejauh ini aman kok. Kamu nggak perlu upload KTP buat daftar di sini. Cukup masukkan apa yang dibutuhkan saja seperti skill yang kamu miliki.

Mengapa memasukkan Skill sangat penting?

Pentingnya memasukkan skill yang kamu miliki sangatlah penting agar kamu bisa mendapatan email pemberitahuan yang sesuai dengan bidang kamu. Iya, nantinya kamu akan mendapatkan email seperti di bawha ini pada email kamu.


Pastikan email kamu juga akurat agar mudah dihubungi. Cara kerjanya gampang kok. Asal kamu punya email.Kalau kamu udah cocok, kamu bisa langsung klik linknya. Nanti akan muncul seperti ini,



Itu udah ada nama Ownernya (itu fotonya ditutup yak….hehe) dan siapa saja yang sudah bid (menawar). Kalau kamu mau bid, tinggal klik aja di menu place new bid. Kalau masih ragu dengan deskripsi yang diberikan owner, kamu bisa tanya di menu ask owner atau chat.




Kalau sudah mantab, kamu bisa langsung ke menu bid. Nanti akan muncul seperti ini;


Kamu isikan harga yang sesuai dengan yang ditawarkan. Untuk tipsnya, sebaiknya tawar harga yang sesuai. Jangan terlalu tinggi. Bagi pemula, sebaiknya bid dengan harga yang rendah dulu. Anggap saja sebagai permulaan. Nanti kalau kamu sudah tahu pasaran, baru deh bisa main harga.

Setelah memberikan harga, kamu langsung isi pesan singkat. Intinya kamu tertarik dan ingin mengerjakan pekerjaan yang sudah diberikan. Gunakan salam dan Bahasa yang baik. Jangan lupa pakai penutup ya.

Kalau sudah, tinggal masukkan Captcha, kemudian langsung klik menu place new place pada bagian bawah. Jika sudah nanti kamu tinggal klik menu place new bid pada bagian bawah. Kalau owner cocok denganmu nanti akan ada pemberitahuan lewat email.

Itulah cara mudah jadi freelancer di Projects.co.id. Selamat mencoba dan semoga bisa mendapatkan tambahan CUAN. Heheee….




~MissAnt~

Saturday, 25 April 2020

6 Tips Memaksimalkan Bulan Ramadhan Saat Corona




Gimana puasanya? Lancer kan? Nggak papa ya, saat ini nggak usah bukber-bukberan dulu. Nggak usah ngabuburit dulu. Tau kan semua gara-gara siapa? Iya gara-gara mbak Nona (Corona). Btw Corona sebenarnya mbak-mbak atau mas-mas sih? Auh ah lah ya…..yang jelas sangat-sangat menganggu.

“Dear mbak Nona, tolonglah segera pergi dari Bumi. Udahkan ya jalan-jalannya”

Mungkin bulan Ramadhan kali ini memang beda banget. Bagiku sangat beda. Aku menjalaninya tanpa Ibuku lagi. Sahur juga sendirian. Nyiapin sendirian. Buka puasa juga sendirian. Cari menu yang sehat agar badan tetap sehat. Yap, aku harus cari tahu gimana caranya agar badan tetap sehat dan selalu berfikir positif. Gimana pun caranya aku harus bisa.

Mau gimana? Aku mau merengek terus-terusan juga tak bisa mengembalikan Ibuku kan? Semua sudah diatur. Harus menerimanya. Aku nggak tahu Alloh mau ngasih kejutan apa sama kehidupanku. Yang jelas, keputusannya adalah yang terbaik.

Sudah memasuki hari ke sekian kalinya untuk sahur dan nyari buka puasa. Beda sama saat masih ada Ibu. Ada yang nanyain, “Nanti mau masak apa buat buka?”, “Nanti mau dimasakin apa buat sahur?”. Nggak nyangka banget ternyata Ramadhan tahun 2019 itu terakhir kalinya aku ditemani Ibuku.

Baiklah. Life must go on.

Kali ini mending kita bahas tentang bagaimana caranya memaksimalkan Ibadah puasa saat Ramadhan di tengah pandemic seperti ini. Mungkin suasananya bakalan beda banget. Nggak ada lagi tarawih berjamaah. Dan yang lebih sedih lagi, pas lebaran nggak ada lagi yang Namanya kumpul keluarga. Kenapa? YA GARA-GARA MBAk NONA INI LHO…….

Astaga…..jangan terlalu mendramatisir keadaan deh. Mungkin ada hikmah dibalik pandemi ini. Mungkin Alloh punya rencana lain di balik kejadian ini. Saba raja. Yang penting jaga Kesehatan dan banyak berdoa.

Kalau dipikir-pikir sih, Ramadhan di saat situasi seperti ini tidak boleh dijadikan alas an buat malas-malasan dan mengeluh, “Uh….gara-gara mbak Nona jadi nggak bisa bukber”, “gara-gara mbak Nona jadi nggak bisa tarawih dan sholat subuh berjamaah”.

Sudahlah…semua orang juga kecewa dengan situasi seperti ini. Nggak nyangka banget kalua Ramadhan tahun ini bakalan ada wabah seperti ini. Kalau dipikir-pikir memang bikin pusing dah.

Hmmm….daripada pusing mikirin orang-orang yang masih ngeyel untuk nggak keluar rumah. Mending kita focus ibadah aja. Mungkin dibalik adanya seruan untuk nggak ke mana-mana kalua nggak penting-penting banget, kita disuruh lebih mendekatkan diri kepada Alloh.

Lalu, gimana cara untuk memaksimalkan bulan penuh berkah ini?

1.Perbanyak zikir pagi dan malam

Wuidih…..mantab banget aku nyuruh-nyuruh orang kayak udah paling bener raja. Nggak kok. Aku juga masih banyak belajar. Cuma sekedar sharing aja sih. Sharing is caring, kan?
Kalau dari yang aku baca-baca, manfaat zikir itu sangat luar biasa. Saat-saat seperti ini emang paling cocok buat nyari ketenangan, salah satunya dengan zikir tadi. Coba deh, kalau malam setelah tarawih sendiri atau sebelum tidur, luangkan waktu buat zikir. Paginya juga demikian, setelah  subuh jangan tidur dulu. Zikir sebentar aja. Nggak lama kok. Nggak ada satu jam.

2.Maksimalkan baca al-qur’an

Kalau aku pribadi memang jarang baca al-qur’an. Tapi ada beberapa surah yang sering aku baca. Meski belum lama untuk mengamalkannya, tapi insyaa Alloh akan aku maksimalkan. Nggak ada kata terlambat buat terus belajar. Karna menuntut ilmu itu wajib. Apalagi ilmu agama. Mumpung momentnya lagi kayak gini, jadi maksimalkan diri untuk selalu belajar.

3.Ikut kajian online

Nggak perlu dateng langsung buat dengerin ceramah seputar agama, cukup belajar lewat youtube dulu aja. Banyak channel yang membahas  seputar pendalaman agama gitu. Aku juga sering nonton kok. Sambil baca-baca referensi aja. Jangan sampai salah sumber lho. Pokoknya banyak baca aja, sesekali baca-baca buku islami juga. Jangan hanya novel dan self-development terus. *TamparanBangetBuatDiriSendiri

4.Terus memperbaiki diri

Setiap manusia memang punya banyak salah. Ada yang ingin memperbaiki diri dan ada yang terus menambah kesalahan. Nah…. yang kedua ini jangan sampai ya. Mana ada manusia yang malah jadi orang yang lebih buruk, padahal juga udah buruk. Hadeeh…ancur dah….

Setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Saat kamu kekah dengan berbagai kebusukan dunia, maka di saat itulah kamu harus memperbaiki diri. Terus memaksimalkan diri agar selalu menjadi lebih baik dan dengan Alloh. Dengan begitu, hati lebih tenang.

5.Jangan lupa buat sholat sunnah

Bulan Ramadhan hanya 30 hari dan setahun sekali. Di bulan ini juga penuh dengan ampunan dan penuh berkah. Jadi, jangan lupakan sholat sunnah seperti dhuha dan tahajud. Minta apa aja. Insyaa Alloh dikabulkan. Mau minta sama siapa lagi kalau bukan sama Alloh. Karna Alloh adalah sebaik-baiknya penolong.

6.Make it balance

Kehidupan yang kekal adalah di akhirat. Di dunia ini kita hanya “mampir ngombe”. “Urip iku mung mampir ngombe”. Hidup di dunia ini hanya sementara. Jadi buatlah seimbang. Ada kalanya kita sibuk nyari duit. Trapi juga jangan lupakan “bekal” menuju akhirat.

Nggak munafik sih kalau hidup di dunia itu butuh banyak uang. Tapi kita juga perlu bekal yang dibawa ke alam kekal nantinya. Hiduplah dengan seimbang, yang mana urusan antara dunia dan akhirat harus seimbang.

Haha….tumben aku bikin konten begini. Sok alim, sok iye banget padahal juga masih banyak belajar. Nggak papa donk. Sharing is caring. Saling mengingatkan saja kalau hidup di dunia hanya sementara.

~MissAnt~


Popular Posts