Rabu, 24 Mei 2017


Tak dipungkiri, semua orang pasti pernah mengalami masa-masa alay. Meski banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya alay, tetap saja ini akan "gentayangan" dalam diri mereka. Kadang memang kita tidak sadar dengan tingkah ke-alay-an kita hingga merugikan orang sekitar. 

Bagaimana tidak, coba saja buka status-status sosmed atau poto jaman dulu. Beberapa mungkin sangat memalukan dan membuat kita bertanya dalam  hati, "Kenapa dulu Aku bisa bikin status kayak gini? kenapa Aku dulu se-alay ini? kenapa dan kenapa". Nyesel? Iya banget. kalau masa alay punya semacam "rem cakram" pasti akan lebih memilih untuk tidak mempostingnya. 

Okay, katanya sebelum dewasa, kita akan memasukin masa-masa alay terlebih dahulu. Bahkan kita sendiri tidak sadar kalau saat itu kita sedang dalam masa alay. Tapi nggak papa sih, namanya juga masih labil. Nanti lama-kelamaan sifat alay itu akan tergantikan oleh kedewasaan. Alay memang tidak mengenal umur. Bukankah umur itu hanyalah sebatas angka saja. Tapi perilakulah yang mencerminkan tanda kedewasaan seseorang. 

Nah...kalau kamu sudah memiliki sifat seperti ini, selamaaaatttt!!!! Itu tandanya kamu akan meninggalkan masa ke-alay-an mu dan siap menuju gerbang kedewasaan. #HallahNgomongApaSih

1.Kamu mulai bisa membedakan mana teman yang pantas diperjuangkan dan mana yang hanya "musiman". 

Percayalah, tidak semua orang yang hadir dalam hidup kamu itu tulus berteman sama kamu dan akan selalu ada. Ya...walau masih ada palingan cuma sekitar 15% lah.

2.Kamu merasa malu nulis status yang mengumbar masalah pribadi.

Tiap orang pasti punya masalah. So....it's okay lah. Kamu nggak harus mempostingnya ke dunia maya supaya orang tau. Karna hal sepeti itu hanya dilakukan oleh para alayers saja. 

3.Kamu sudah jarang share berita tentang sang idola.

Semua emang akan sadar pada waktunya. Dulu pas zaman alay emang hobi banget posting apa aja yang ada hubungannya sama sang idola. Tapi sekarang rasanya udah nggak pantes.

4.Lebih bijak dalam memahami hidup.
Dulu emang nggak begitu mikir banget tentang masalah yang dialami. Yah...namanya juga alay. Mana sempet mikir hal kayak gitu. Yang ada hanya menganggap semua itu sepele. Tapi saat kamu udah dewasa, secara nggak sadar kamu bisa lebih bijak dalam mengatasinya.

5.Lebih Mentingin Keluarga. Family is Everything.

Karna yang selalu ada untuk kita saat jatuh hanyalah keluarga. Nggak ada temen yang mau sama kita saat sedang jatuh. Kebanyakan pada kabur dan nunggu kamu ada diatas lagi. Emang bener kata keluarga cemara, "Harta yang paling berharga adalah keluarga".

6.Udah nggak peduli lagi sama yang namanya kekinian.

Kalau ngeliat sosmed dan mereka posting hal-hal masa kini, tapi bagimu itu sudah nggak penting. Ada masanya kamu posting hal yang lagi trend saat kamu masih labil. Tapi lama kelamaan juga sadar diri kok. 

7.Cenderung Lebih Cuek Dengan Omongan Orang.

Namanya manusia pasti ada saja sis buruknya. Dan pastinya kita pernah ngrasain yang "dikit-dikit diomongin". Ya emang capek sih, pas masih labil kadang lebih milih buat ngebales. Tapi nantinya kamu akan sadar bahwa itu cuma buang-buang tenaga doang. 

8.Kamu sudah memaafkan kesalahan temen-temen yang menyakitimu.

Tiap orang pasti punya masalah sama temen-temen dimasa lalu. Kalau Aku pribadi sebenarnya nggak ngerasa punya musuh. Tapi kadang temen seenaknya saja "nusuk" kita dari belakang. Sekarang Aku bakalan ngelupain hal itu. Dear Friends, I forgive you. So....I will forget you. Thanks for all that bad moment. Bye....

Kira-kira kayak gitu lah, tanda seseorang mengakhiri masa k-alay-an nya. Kira-kira ada lagi nggak ya? kalau ada tambahin sendiri yaaa~





~Misa_Ant~

Senin, 22 Mei 2017




“Jodoh Nggak Bakal Dateng Kalau Nggak Dijemput”

Sekilas memang terdengar aneh. Kebetulah kata-kata ini Aku dapet setelah nonton film “Koala Kumal” karya Raditya Dika. Kalau dibilang ngefans sama Raditya Dika, ya emang suka banget. Dari film dan bukunya selalu ada moral value yang dapat diambil. Salah satunya “Koala Kumal”. E..tapi ini bukan tentang binatang Koala lho. 

Menurutku, Radit emang cerdas ngambil dari sisi hewan buat jadi perumpamaan, seperti kambing jantan, manusia setengah salmon, cinta brontosaurus hingga marmut merah jambu. Ah...ini Aku jadi bingung, mau nulis tentang buku-buku Raditya Dika atau nulis perkara jodoh. Ceilee....ngomongin jodoh. 

Ya kadang kita musti mikirin  siapa yang bakal jadi temen hidup kita nantinya. Bagi beberapa orang, jodoh emang masih misteri. Iya...misteri....serem banget...nggak tau kapan datengnya. Walau udah banyak pertanyaan “Kapan Kawin” tiap hari taun.

Pas pertama nonton, udah tertarik sama kata-kata yang kurang lebih seperti ini, “Kalau patah hati sampai nangis, berarti itu bukan cinta yang tulus, karna cinta yang tulus itu patah hatinya justru hanya diam saja”. Intinya gitu lah. Dari situ udah bisa ditebak. Kalau emang kita sayang sama seseorang dan berakhir, kita tidak perlu larut dalam keputusasaan. 

Seolah paling sakit hati sedunia. Seolah enggan membuka hati. Enggan membuka hati biasanya identik dengan susah move on. Kadang emang kita terlalu sakit hati banget karena ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya, tapi salah besar kalau kita membenci orangnya. 

Ya emang benar sih, saat hubungan berakhir, yang kita benci adalah orangnya, bukan perpisahannnya. Karena yang salah adalah perpisahannya.

Orang yang sudah lama sendiri atau single, biasanya selalu dikait-kaitkan dengan susah move on, susah pindah kelain hati, udah tau dia udah bahagia sama yang lain, kitanya masih aja sendiri. Omongan orang emang macem-macem, tanpa tau apa yang sebenarnya ada dihati.  

Saat orang belum menemukan pasangan yang cocok, bukan berarti ia pilih-pilih. Ketika ia masih asyik sendiri, bukan berarti juga ia nggak ada niat buat menikah. Siapa sih yang nggak kepingin nikah? Bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan? 

Yang paling penting bagaimana kita menyikapinya. Emang banyak yang bilang sih, kalau jodoh itu dijemput, bukan hanya ditunggu. Jodoh emang sudah diatur Tuhan, tapi kalau kita nggak berusaha membuka hati, tentu juga akan sulit bukan?

Tapi yang nggak tau juga sih, “Jodoh harus dijemput dan nggak Cuma ditunggu” ini berlaku untuk cowok-cowok doang atau cewek juga. Serba salah salah emang jadi cewek, minta kepastian dikira terburu-buru, nggak ada kepastian juga nyesek juga. 

Eh tapi ini tergantung cowoknya sih, banyak juga cowok yang peka yang tidak mau membiarkan hubungan terlalu lama. Karena intinya Cuma satu, keseriusan. Ah...elah deh...(sok) bijak banget kata-katanya. Lagipula (menurut survey entah siapa) hubungan yang terlalu lama juga tidak menjamin ke hubungan yang lebih serius, buktinya Raisa sama Babang Hamish baru beberapa hubungan menjalin hubungan saja udah berani melangkah ke jenjang yang lebih serius. 

Dan ini karena Babang Hamish yang keren abis, nggak mau berlama-lama pacaran karena sudah merasa cocok dan nyaman. Duh.....Beneran Relationship Goal. 


Okay baiklah. Pantes saja ada trending topic #HariPatahHatiNasional. Secara cowok ganteng sama cewek cantik yang nggak terlalu lebay dalam menjalin hubungan. Suka banget pasangan kayak gini.

Jodoh emang udah ada yang ngatur, pacaran sama siapa, ke pelaminan sama siapa. Dan yang harus diingat adalah, jangan pernah menutup hati untuk siapapun. Walaupun kamu pernah kecewa berat soal cinta. Karna jodoh bisa dateng dengan cara apapun, jangan sepelekan pertemuan kecil karena bisa menjadi sangat berarti dalam hidup. Duileee......sok bijak abezzz.



~MissAnt~

Seedbacklink

Categories

Pengunjung Hari ini

Cari Blog Ini

Translate

Tutorial Paling Mudah Daftar Freelancer di Projects.co.id

  Sumber Gambar: Pexel   Sebagai seorang freelancer, kamu tentunya sudah tidak asing dengan platform yang satu ini. Projects.co.id meru...

Tentang Penulis

Foto saya
Heloo..thank you for always visit and read my blog ^.^