Sabtu, 01 September 2018


Pilih mana? Headset murah tapi kualitas suaranya jelek atau yang Ori tapi kualitas suaranya kece banget? Kalau aku pibadi sih maunya yang Ori, murah, kualitas suaranya oke dan nyaman dipakai. *KemudianDiTonjok.....

NGGAK ADA KALIIIII...Because ono rego ono rupo.

Ngomongin soal heedset, aku lebih milih yang kualitas suaranya oke. Kenapa? Karena pada saat tertentu, Headset bisa menjadi teman baik. Berhubung saat ini aku pakai Hp Xiaomi, jadi aku pilihnya Headset Xiomi. Biar sama-sama gitu, sapa tau jodoh. #Loh...

Semua juga pada tau kan, kalau beli Hp Xiaomi nggak ada headsetnya. Jadi, harus beli sendiri. Awalnya aku emang pakai headset yang bukan Xiaomi, tapi lama-lama suaranya nggak nyaman. Mungkin karna nggak jodoh kali ya. Maka dari itu sekarang aku udah nemuin jodohku...eh maksudnya jodoh headset untuk Hp ku. #BahasJodohMulukDeh...

Headset bagiku sangatlah penting. Makanya aku rela ngeluarin duit yang nggak banyak-banyak banget buat beli. Apalagi berjodoh sama Hp, jadi langsung cus beli di Mi Store Hartono Mall. Yap, kenapa sok-sok an milih beli di Mall? Karna itu yang paling deket pas lagi pingin banget beli. (Oke alasan yang cukup ngeselin).

Awalnya sih, aku kira dari seperti headset pada umumnya. Ternyata beda banget. Aku langsung suka banget dan nggak nyesel meski harganya lumayan mahal sih kalau menurutku. Tapi nggak nyesel deh. Uang segitu bisa bikin kamu nyaman banget di telinga.



Adapun beberapa alasan kenapa aku memilih Headset Xiaomi

1.Desainnya yang pas di telinga.

Meski kecil, tapi headset ini dirancang sesuai dengan lekukan telinga. Pokoknya bakalan terhindar dari susah ngepasin. Kamu bakalan merasakan perbedaannya setelah memakai. Jadi akan terasa seperti belokan yang membuat pas di telinga.

2.Suaranya enak.

Kalau aku pribadi lebih menilai Headset dari suaranya sih. Kebetulan Headset ini suaranya enak banget. Bassnya dapet. Pokoknya pas banget kalau kamu termasuk orang yang suka musik “tratak dungcess”, (apaan deeh ) maka inilah pilihannya.

3.Nyaman dipakai.

Selain kualitas suara, kenyamanan juga sangat penting, Kabelnya yang lentur membuat headset ini mengikuti pergerakan kita.  Suaranya juga tidak berubah. Oiya, walaupun dipakai lama, telinga juga nggak bakalan lecet karena dilengkapi dengan karet yang letur dan lembut pada bagian bulatan.


4.Kemasannya yang praktis.

Kardusnya ada tapi nggak kepoto

Aku sih jarang beli headset terpisah soalnya punya headset selalu bawa-an Handphone. Meski sering liat kemasan headset pas kebetulan lewat, tapi untuk Headset Xiaomi emang beda. Kotaknya kecil imut-imut dan dalemnya masih ada plastiknya dan bonus bulatan karet pasa telinga itu lho. Ah...entah apa deh namanya.

Demikian sekilas review tentang Headset Xiaomi yang tak sekedar Headset tapi juga teman terbaik. Yap, selama produknya nyaman banget, aku bakalan review. Siapa tau kalian yang suka pakai headset berkualitas dan kebetulan pakai Handphone Xiaomi langsung tertarik setelah baca review ini. Hehe..Berbagi tak akan bikin kita rugi. Semoga bermanfaat.

~MissAnt~





“Eh...gimana kamu pakai itu cocok nggak”
“Hati-hati aja kalau milih produk, apalagi yang murah, Diiih....”
“Ternyata krimnya bla..bla...bla...ya pantes aja, secara murahan”
“Percuma perawatan kalau Cuma setengah-setengah”

Hm..kira-kira seperti itu komentar-komentar yang aku baca sebelum akhirnya memilih Naava Green. Btw, aku termasuk baru dalam hal memakai krim-krim kayak gini. Sejak SMP sampai segede ini dan sebelum pakai Naava, aku Cuma mengandalkan Bedak Mars, yap....bedak segala umat sodara...sodara. Kalian yang mukaknya masih pakai Bedak Mars sampai sekarang coba tunjuk jari? Nggak papa, yang penting alami karna lebih memancarkan kecantikan alami. Ceileee.....

Awal Tertarik Naava Green

Bisa dibilang aku belum lama memakai Naava Green. Kurang lebih setahun lah ya. Aku inget banget, pokoknya aku mulai konsul ke Naava pas 2 hari menjelang puasa tahun 2017. Berhubung aku ini orangnya agak rempong kalau pakai-pakai krim kayak gitu, jadinya aku perlu baca-baca review tentang pemakaian produk Naava. Entah itu review bagus atau buruk, pokoknya aku baca semua.

Tak hanya baca reviewnya, aku juga nanya ke temen yang dulunya pernah memakai Naava. Yap, aku hubungin lewat Wasap, basa-basi bentar lalu langsung deh kepoin gimana kesannya memakai Naava. Dan dia menjelaskan dengan detail. Dari situ, aku percaya kalau produk ini ternyata bagus. Lalu, apakah aku langsung beli? NGGAK DONG. Cari info lainnya dulu. Hahaha.....kan emang aku ini susah percaya.

Aku tanya temen lain yang udah lebih dulu perawatan. Apa yang mereka pakai hingga efek samping yang mereka alami. Haha...gini banget ya aku tanyanya. Iya dong, harus pokoknya. Muka adalah aset. Jadi jangan main-main dalam memilih produk. Iya nggak? Iyain aja yak daripada ribet. Heheee~

Samai pada akhirnya aku nemuin artikel yang oke banget (lupa linknya apaan saking banyak yang aku baca). Dia review pengalamannya memakai Naava setelah berbulan-bulan dan hasilnya beda sama yang aku baca di artikel lain. Memang ya, kalau mau tau hasil itu harus dilihat dulu prosesnya. Dari yang aku baca tersebut, aku langsung yakin karna apa? Hasilnya nggak langsung jadi keliatan kalau alami.

Aku juga sering melihat wajah orang-orang yang perawatan, ada yang putih bersih, ada yang merah kalau kena panas, dan beda-beda lah. Sejak saat itu aku memutuskan untuk memilih Naava Green. Mengapa? Karena hasilnya nggak instan. Harus melalui proses.  Dan ternyata benar. Alhamdulillah sampai sekarang aku cocok pakai Naava Green karena mengikuti prosedur.

Aturan memakai suatu produk kecantikan biasanya harus satu saja dan nggak boleh dicampur-campur. Nah, yang bikin kebanyakan orang nggak cocok adalah pemakaian yang dicampur dengan produk lain.


Produk Naava Yang Aku Pakai

Setelah membaca reviewnya, akhirnya aku langsung  konsultasi ke Naava Green. Pertama kali aku datang ke Naava Cabang Jogja di dekat Gembira Loka. Waktu itu antri banget. Sambil duduk menunggu, aku perhatikan orang-orang sekitar yang kayaknya udah pakai Naava. Ternyata jauh dari review buruk yang aku baca. Kulitnya juga bagus, kalaupun putih itu nggak putih banget, Cuma bersih aja. Ingat ya, putih sama bersih itu beda.

Lalu, tibalah giliranku dipanggil masuk ke ruang konsultasi. Akhirnya seorang Dokter bertanya padaku, “sebelumnya pakai krim apa, mbak”. Belum pernah, Dok. “Saya Cuma pakai bedak Mars saja sama pembersih Viva”. Jawabku jujur biyanget. Haha~

Kemudian Dokter itu memandangi wajahku dan bilang, “Mbaknya komedonya banyak ya”. “Iya, Dok”, jawabku nyegir kuda. Kemudian Dokter menyarankanku pakai, Facial wash, Toner, krim pagi dan malam. Namun, aku bilang ke Dokter kalau Aku agak sensi kalau pakai Toner. Lalu Dokternya nggak maksa dan akhirnya Cuma ngasih aku 3 Produk, yaitu.

Facial Wash



Ini pertama kali aku pakai facial wash. Sebenarnya pas Dokter mau ngasih 4 produk, aku sempet bimbang. Dalam hati aku berkata, “apa aku ambil krimnya aja ya”. Hmm...daripada ragu mending aku tanya langsung, “Dok, sebenarnya mending pakai Toner atau Facial Wash saja”? Lalu aku dikasih Facial wash saja. Yaudah aku nurut aja, itung-itung nyobain facial wash Naava.

Pas dibuka baunya enak banget. Pokoknya seger dan nggak terlalu mencolok baunya. Teksturnya juga agak kental dan busanya lembut sehingga enak banget pas makai. Yang bikin aku langsung tertarik, ternyata facial wash Naava nggak bikin kering. Awalnya aku mengira kalau facial wash bakalan bikin kering, soalnya kulitku cenderung kering. Ternyata enggak, enak banget dan muka terasa kenyal.

Untuk pemakaiannya cukup dua kali sehari, pas mandi pagi dan malam sebelum tidur. Oiya, ngambilnya dikit aja ya, jangan kebanyakan dan jangan terlalu sedikit. Kata Dokter ngambilnya sebesar biji jagung saja. Usapkan ke tangan lalu basuh ke wajah dengan lembut. Dengan begitu hasilnya juga lebih kenyal.

Krim Pagi

Awalnya pakai krim pagi aku baca Bismillah dulu. Haha.....seriusan. Baunya ternyata juga enak. Seger banget. Cara ambilnya juga pelan-pelan karena teksturnya setengah cair dan kental. Cukup sebesar biji jagung aja lalu aplikasikan ke titik-titik wajah seperti, dahi,  hidung, pipi kanan-kiri dan dagu. Setelah itu baru ratakan.

Krim ini cepat meresap dan tidak berminyak. Pas banget di kulitku yang sebelumnya nggak pernah pakai krim. Dulu-dulu pernah pakai Ponds, Garnier, Gizi tapi Cuma 4 hari, setelah itu aku tinggalin karena nggak cocok. Yap, kulitku tergolong sensitif, jadi memutuskan memilih produk juga rempong banget melalui proses dan pemikiran yang panjang. Haha~

Saat pertama memakai hingga habis sekitar 2 bulan alhamdulillah cocok-cocok saja. Nggak ada efeknya. Kulitku juga lebih bersih. Ingat ya, bersih tak harus putih. Masalah komedo juga hilang. Pokoknya puas banget. Hingga akhirnya aku pakai krim pagi dengan kode NG-AC1A. Tiap habis dan konsultasi selalu ditanya, “ada keluhan apa mbak”. “Nggak ada, Dok”. Lalu aku dikasih resep krim pagi dengan kode NG-AC1A sampai sekarang. 

Dokter menyarankan kalau krimnya habis dan nggak ada masalah dengan kulit wajah, mending langsung beli aja dengan kode tersebut. Dan alhamdulillah aman. Tapi emang kadang muncul jerawat, tapi nggak masalah. Aku jerawatan kalau sebulan sekali pas menjelang Haid.



Krim Malam

Untuk krim malam aku hanya ganti 2 kali. Kode yang pertama emang nggak ada masalah. Tapi pas Konsultasi, kebetulan Dokter tanya ke Aku. “Mbak, ini mau kadar krimnya dikasi pencerah nggak? Biar wajahnya cerah”. “Iya Dok....Iya....tambahin aja”, Jawabku dengan penuh semangat dan ngarep wajahku nantinya bisa kinclong. Akhirnya Dokter ngasih aku resep baru, kodenya NG-W4B.

Jenis kulit orang emang beda-beda. Ada yang bisa kinclong banget dan ada yang hanya bersih. Dalam hal ini aku masuk kriteria yang kedua. Berhubung kulitku emang bawaanya nggak bisa kinclong banget, minimal hasilnya bersih dan (menurutku) lebih cerah.

Untuk pemakaian krim malam sebaiknya hindari area dekat hidung, dekat mata dan dekat bibir. Tapi itu berlaku untuk pemliki kulit sensitif sepertiku. Aku mengalami kering di bawah hidung selama kurang lebih seminggu, pas aku facial ke Naava, aku tanya kenapa kok begitu. Ternyata area bawah hidung memang harus dihindari. Sekarang udah normal lagi dan nggak ada masalah.

Harga Produk Naava Green Sesuai Jenis Kulitku

Memilih produk yang sesuai  untuk jenis kulit tak harus mengeluarkan banyak uang sehingga kamu nggak bisa jajan. Aku pilih Naava Green karena kebetulan cocok dan nggak mahal-mahal banget (ini penting). Yang terpenting dari memakai produk adalah cocok dan nggak ada masalah sama kulit. Iya kan?

Harga Facial Wash : Rp.19.900
Krim Pagi : Rp.40.000
Krim Malam : Rp. 50.000

Alhamdulillah pas pilih Naava langsung cocok. Jadi, kalau mau cocok memakai suatu produk, tipsnya sangat mudah. Cukup ikuti prosedur yang dianjurkan Dokter. Kalian yang memakai produk kecantikan tentu sudah dijelaskan secara detail gimana pemakaiannya kan?

Kalau aku kemarin  disarankan seperti ini,

Pertama, pakai terlebih dahulu facial wash. Kemudian lanjutkan dengan krim pagi. Setelah dipakai sholat (untuk yang muslim), sebaiknya siangnya jangan memakai lagi. Aturan memakai krim pagi adalah satu kali. Jadi setelah membasuh muka pada siang hari jangan memakai lagi. Ingat ya. Krim  pagi hanya dipakai sekali. Kalau siang setelah membasuh muka pakai krim lagi biasanya Tirai dan serum. Tapi aku nggak pakai itu. Sementara ini lagi nyamana pagi krim paginya aja.

Kedua, sebelum pakai krim malem, pakai facial wash terlebih dahulu. Kata Dokter, setelah memakai krim malam, usahakan 30 menit-1 jam sebelum tidur. Hal ini tujuannya agar krim meresap dan tidak menempel pada sarung bantal atau sprei. Setelah itu baru deh, dipakai buat tidur.

Warna krim pagi dan krim malam tidaklah sama. Biasanya krim malam berwarna kuning hampir kayak buah nangka muda, sementara yang krim pagi warnanya putih. Mungkin warna untuk kode lain berbeda-beda. Kemasannya juga bagus karna ada tutup transparannya. Setelah tutup utama akan ada tutup transparan supaya lebih higienis.

Kesimpulan

Aku sebenatnya udah lama pingin review Naava. Tapi aku nggak mau kalau hasilnya belum terlihat jelas. Berhubung udah setahun pakai Naava dan hasilnya udah terlihat, maka aku berani review. Nggak mungkin kan kalau aku reviewnya bohong, kasian yang nantinya baca dan kemudian mengurungkan niat untuk membeli. Memakai krim itu juga butuh proses, hasilnya juga nggak bakalan keliatan setelah sebulan atau dua bulan.

Seperti halnya pencapaian, kita belum bisa merasakan apa yang kita capai dalam waku singkat. Butuh waktu untuk mendapatkan apa yang sudah kita perjuangkan. Yakin deh, semua akan indah pada waktunya. Sampai jumpa lagi di review berikutnya. Semoga bermanfaat.

~MissAnt~





Seedbacklink

Categories

Pengunjung Hari ini

Cari Blog Ini

Translate

Tutorial Paling Mudah Daftar Freelancer di Projects.co.id

  Sumber Gambar: Pexel   Sebagai seorang freelancer, kamu tentunya sudah tidak asing dengan platform yang satu ini. Projects.co.id meru...

Tentang Penulis

Foto saya
Heloo..thank you for always visit and read my blog ^.^