Tampilkan postingan dengan label Piknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piknik. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2020

Piknik Di Era Pandemi? Begini Tips Agar Tetap Aman




Siapa di sini yang udah kangen banget pingin piknik. Jangankan ke luar kota. Ke luar rumah aja udah hepi banget. Apalagi setelah karantina berapa bulan. Pastinya udah gatel banget pingin jalan-jalan, ngopi-ngopi dan kegiatan di luar rumah lainnya. Sekarang ini memang beberapa daerah sudah menerapkan new normal. Iya bener, new normal, bener-bener new pokoknya. Harus serba higienis.



Setelah beberapa bulan Cuma di dalem rumah aja. Dan hanya ke luar rumah kalau mau cari sesuatu yang penting, akhirnya kemarin aku piknik ke pantai. HAHAHA…..iya akhirnya main ke pantai dan seneng banget. Rasanya kek dapet duit tapi malah keluar duit buat jalan-jalan. Hehe….nggak papa lah, yang penting happy.



Meski piknik ke pantai, tapi tempat wisata yang aku kunjungi kemarin, yaitu di pantai Wati Kodok Gunung Kidul sudah menerapkan protokol kesehatan. Sebenarnya pas dulu sebelum pandemi juga pernah ke sana, tapi kemarin ke sana lagi karena pantainya emang bagus banget dan kayaknya yang sudah buka Cuma Pantai Watu Kodok deh.


Buat kamu yang masih maju mundur mau piknik apa enggak? Itu terserah kalian aja. Yang jelas, kalau mau piknik juga harus memperhatikan beberapa hal agar tetap aman. Setiap orang tentunya punya standar kesehatan yang berbeda-beda. Kalau bukan kita sendiri yang peduli terhadap kesehatam kita, siapa lagi donk?

Berikut beberapa tips di era pandemi yang aku lakukan pas ke pantai kemarin;

1.Selalu pakai masker dan hand sanitizer

Nah…ini nih yang paling penting. Sebenarnya sih, sebelum era pandemi aku rajin pakai masker soalnya emang alergi debu. Tapi sayangnya pas musim pandemi masih banyak orang yang nggak mau pakai masker dengan alasan ribet. Demi menjaga kesehatan, sebaiknya selalu gunakan masker ketika berada di tempat umum.

Dan yang jangan dilupakan selanjutnya adalah hand sanitizer. Kalau mau yang lebih lengkap, kamu bisa bawa sabun cair yang ditaruh di wadah kecil. Hal ini buat antisipasi aja kalau kebetulan ke tempat yang ada airnya tapi nggak ada sabun.

2.Bawa minum dan tempat makan sendiri

Sadar nggak sih kalau piknik sekarang justru balik lagi ke piknik zaman dulu yang bawa makanan dan minuman dari rumah. Jadi nggak perlu ngeluarin uang buat jajan. Kalau misal kamu hanya mau bawa cemilan doang juga nggak papa sih. Jangan lupa bawa minum  supaya nggak kekurangan cairan.

Jika harus jajan di luar pun harus hati-hati banget. Pilih tempat makan yang nggak terlalu ramai. Usahakan agar mengelap meja dan kursi yang akan ditempati dengan tisu basah. Nggak papa dikatain sok higienis. Hehe…toh kesehatan kita adalah tanggung jawab kita sendiri.






3.Bawa alat ibadah sendiri

Semenjak adanya kasus covid-19 ini banyak tempat-tempat ibadah yang menyarankan untuk membawa alat ibadah sendiri-sendiri. Bahkan juga tidak disediakan tikar atau karpet jadi kita harus bawa alas sendiri-sendiri. Meski jalan-jalan juga jangan lupa ibadahnya yak…….#SelfReminder

4.Hindari kerumunan

Kalau selama ada pandemi ini, aku baru piknik ke pantai doang. Dan pantainya juga nggak ramai banget. Hanya ada beberapa. Untuk tetap jaga jarak, maka hindari kerumunan. Kalau mau poto-poto nyari angle yang bagus, mending nunggu agak sepi aja dulu.

5.Langsung ganti baju dan mandi setelah pulang dari piknik

Kalau aku memang semenjak adanya virus yang hilangnya entah kapan ini, tiap pulang dari luar selalu ganti baju dan bersih-bersih biar lebih seger aja. Untuk tetap menjaga kesehatan juga sebaiknya lakukan hal ini agar badan terasa lebih segar.

Kadang memang masih banyak orang yang abai tentang protokol kesehatan. Tugas kita adalah menjaga agar diri kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan salah satunya seperti tetap jaga jarak di kerumunan dan selalu gunakan masker. Jangan lupa cuci tangan dan gunakan hand sanitizer.

Salam sehat. Salam piknik.



~MissAnt~

Kamis, 19 Desember 2019

Pengalaman Ikut Open Trip Ke Gunung Bromo Malang (REVIEW JUJUR)



Naik ke Bromo dengan segala keindahannya? Siapa sih yang nggak pingin? Awalnya aku lihat dari stories temen yang ikut open trip. Kok kayaknya enak banget. Kita tinggal bayar aja dan langsung di jemput dan di anter ke tempat-tempat yang indah sekitar Bromo. Akhirnya aku nanya-nanya ke temen dan dia langsung ngasih IGnya. Lalu aku follow dan di situ juga ada no WAnya, jadi bisa lebih gampang kalau mau ikut. Dan akhirnya baru bisa ikut awal Desember kemarin. Yap, aku naik ke Bromo kemarin ternyata bertepatan dengan tanggal 1 Desember 2019. Trus kenapa? Ya nggak papa sih, kan awal bulan. Siapa tahu merupakan awal yang baru. Eheheheee.....

Enak dan Nggak Enaknya Ikut Open Trip

Oke di sini aku bakaln sharing tentang open trip kemarin. Baru bisa nulis sekarang soalnya memang lagi selow. Kemarin-kemarin sok sibuk banget. Lebih tepatnya menyibukkan diri. Jadi, yang aku suka dari ikut open trip ini adalah, kita tinggal hubungin nomer WAnya saja. Trus infoin ke tim mereka, kapan mau berangkat dan berapa orang yang akan berangkat. Kalau kamu mau berangkat sendiri juga nggak papa kok. Nanti di sana juga bakal digabung sama orang lain. Nggak papa nggak kenal. Nanti lama-lama juga kenal.

Kalau aku kemarin ke sana sama temen. Trus yang aku suka ikut trip ini adalah, nanti kita bayarnya di sana pas mau naik ke Bromo. Jadi, open trip yang satu ini memang ngasih kepercayaan banget. Mereka hanya butuh konfirmasi kapan berangkat, nanti bayarnya kalau udah sampai sana. Oiya, nanti kita juga bakalan dijemput dari penginapan. Pokoknya cari aja penginapan sekitar stasiun Malang dan Alun-alun malang. Biar dijemputnya lebih mudah. Toh...di situ juga banyak penginapan murah kok.



+ Yang aku suka dari ikut open trip adalah, kita bakalan dijemput dan dianter ke tempat tujuan. 
Pokoknya tinggal duduk manis saja. Tak hanya itu, kita juga bakalan dipotoin kok. Jadi nggak perlu khawatir kalau nantinya kamu  akan ke sana sendirian. Aman pokoknya.

-Yang nggak aku suka dari ikut open trip ini adalah waktunya  dibatasi. Jadi kita hanya diberi beberapa waktu. Ya mungkin ini juga buat mempersingkat waktu kali ya, jadinya hanya dikasi waktu. Sebenernya waktu yang diberi juga lumayan lama, hanya saja kadang kurang dikit gitu lah. Ya maklum aja, aku adalah tipe orang yang suka berlama-lama menikmati alam, jadi kurang puas kalau hanya beberpa jam saja.

Sebenarnya ikut open trip kayak gini tergolong murah sih. Dengan 250 ribu aja (Kalau aku kemarin cuma 250 ribu aja, nggak tau kalau sekarang,  aku lihat sih naik jadi 275 ribu) kamu udah dijemput, dikasih masker, air minum aqua, dianter ke tempat-tempat area Bromo yang bagus banget, abis itu kamu bakal dianter ke penginapan lho. Kan udah lumayan banget tuh....dari pada ke sana sendiri tar jatuhnya malah lebih mahal. Menurutku sih begitu.

Beberapa Tujuan Wisata Open Trip Bromo

Nah....pastinya penasaran banget kan? Sebenarnya kita bayar segitu mau dianter ke mana aja sih? Aku juga kemarin  penasaran banget, sampai pada akhirnya udah ke sana sendiri. Kamu penasaran nggak? kira-kira aku ke mana aja? e tapi kalau kamu follow akun Instagram aku pastinya tahu aku ke mana aja karena aku udah gatel banget pingin post.

Berikut beberapa destinasi waktu ikut open trip Bromo;

1.Bromo Sunrise View Point.

Sudah pasti tujuan utamananya ke sini donk. Gila aja kalau nggak sampai sini. Niat utama ikut open trip ke Bromo hanyalah untuk melihat terbitnya matahari dari puncak gunung. 









Daaaaaan....kesampaian. Aku nyampe sini speechless banget. Nggak tahu lagi mau bilang apa. Ternyata sunrise dari puncak gunung cakep banget. Masyaalloh banget. Dari  yang gelap banget, lalu perlahan memancarkan cahaya. Bagus banget pokokonya. Rasa lelah pas naik juga mendadak ilang. Pegel-pegel di kaki mendadak ilang karena mata aku udah dimanjakan dengan keindahan yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Aku di sini terkagum-kagum lho.....lebay yak. Tapi   emang bagus banget. You need to go there to enjoy this beautiful sunrises.

2.Taman Nasional Gunung Bromo.

Kalau pas posting di Instagram, lokasinya tertera begitu. Sebenarnya ini adalah padang pasir luas untuk menuju ke kawah bromo. Di sini kamu bisa duduk-duduk di jeep aja atau ikut naik ke Bromo. Kalau aku sih, ogah banget udah sampai sini malah duduk-duduk doang. Rugi banget kalau nggak ke kawahnya. Meski panas banget, tapi rasanya kurang puas kalau belum naik ke Bromo.






Meski ada rombongan,  tapi kayaknya cuma aku yang naik ke kawah Bromo deh. Yang lain (khususnya yang satu jeep sama aku kayaknya pada duduk-duduk doangn sambil menikmati alam sekitar deh). Nggak papa jalan sendiri. Biar tahu kalau perjalanan memang begini, meski capek juga nggak harus mundur atau stay di tempat kan?  Capek ya berhenti sejenak donk.

Waktu di sini juga terlihat kurang kompak gitu. Nggak semuanya mau naik ke atas. Sebenere aku ketemu sama traveler lain yang kebetulan satu open trip, lebih tepatnya dari Jeep yang lain. Jadi ya wajar aja kalau mereka yang nggak naik dan hanya duduk-duduk di jeep berasa nunggu lama pas nungguin yang naik ke kawah. Makanya, jangan hanya menunggu. Jalan terus  donk.

3.Pasir Berbisik.




Kalau yang ini jaraknya memang tak jauh dari Taman Nasional Gunung Bromo. Mungkin hanya beberapa meter saja. Di sini kamu bakalan dimanjakan dengan padang pasir yang luas banget. Berasa bukan di Indonesia. Malang rasa luar negeri sih. Lebih tepatnya kayak di Afrika. Hahaha.....kayak pernah ke sana aja.Tapi bagus banget. Kamu bisa cek Instagam aku kalau penasaran. Kalau udah penasaran banget mending ke sana langsung deh.

4.Bukit Teletabis.

Bukit teletabis menjadi destinasi terakhir kamu. Dan apa yang aku lihat di sini rasanya seperti di Surga. Walah....ini lebay banget yak. Kayak tahu aja surga itu bagaimana. Tapi setidaknya dari sini aku bisa melihat pemandangan yang ijo-ijo banget. Bukitnya bagus dan menyegarkan. Berasa bukan di Indonesia. Nggak nyangka aja mengapa di Malang ada tempat begini bagus. Kalau deket aja aku bakalan ke sini naik motor dah, ngadem gitu. Sumpah tempatnya enak banget.



Gimana gimanaaaaaa???? tertarik ikut open  trip nggak? kapan lagi bisa duduk manis dan dianter ke tempat-tempat yang bagus seperti ini. Alhamdulillahnya kemarin pas aku ke sana cuacanya cerah banget. Jadi sunrisenya juga bagus. Tapi kalau aku liat stories WA open trip tersebut, kayaknya yang ke sana pas musiim hujan juga bagus soalnya ada kabutnya. Pokoknya mau ke sana kapan aja tetap bagus kok. Karena alam selalu selalu menyajikan keindahan dalam bentuk yang berbeda-beda. Keren pokoknya.






~MissAnt~

Senin, 22 April 2019

Nyobain MRT Jakarta, Yuk!




Kayaknya udah telat banget nulis tentang ini. Tapi gimana lagi donk? Kemarin-kemarin masih sibuk banget. Eh enggak ding, sebenarnya ada waktu hanya saja belum sempet. Yaaa....sama aja.

Oke deh, kali ini aku mau cerita soal pengalaman naik MRT Jakarta yang udah heboh banget pas pertama kali diresmikan. Sebenarnya pas naik MRT udah share ke sosmed sih, tapi sekedar pamer doang kalau udah naik MRT. Hahaha......Kok jujur buanget yak.

Kalau menurutku setelah nyobain MRT, ini merupakan solusi macet buat warga Jakarta. Soalnya kalau dari Blok M ke Bundaran HI saja hanya memakan waktu 15 menit dan di dalam dingin banget. Meski penuh tapi tetep nyaman kok. Itu kalau menurutku sih, nggak tau kalau menurut warga Jakarta.

Awalnya, aku naik MRT dari Stasiun Blok M, berhubung nggak  ada E-money (Sebenarnya ada tapi nggak ada isinya),  jadi aku harus ngantri puanjang banget buat beli Kartu Single Trip. Karti ini nantinya dikembalikan setelah sampai tempat tujuan. Bentuknya kayak gini nih,





Harga kartu Single Trip ini dari Blok M – Bundaran HI kemarin Rp.19.000, tapi pas mengembalikan kartu uangnya dibalikin Rp.15.000. Tapi harganya berbeda jika dibandingkan dengan rute lainnya. Selama perjalanan nyaman banget sih, adem jugak. Dan yang ping penting, waktunya jadi cepet. Bayangin aja, Cuma 15 menit dari Blok M ke Bundaran HI. Kalau naik transportasi umum mana bisa secepat itu? Eh bisa ding, naik jet pribadi. ^_*

Kemarin pas naik MRT, aku sempetin buat mengabadikan apa yang ada di dalam. Meski terkesan norak, tapi kan mayan buat dokumentasi. Jadi blogger harus siap nahan malu kalau mau mendokumentasikan. Ada yang penasaran seperti apa nggak? Kalau udah nggak sabar, nih...aku tunjukin foto-foto berikut.














Keuntungan naik MRT

-Lebih cepat

-Nyaman di dalam

-Dingin

Kekurangan pakai MRT

-Antri panjang pas ngembaliin tiket. (Memakan waktu lebih lama dari naik MRT Blok M – HI)

-Kasirnya Cuma 1 padahal ruangannya besar.

-Mending pakai E-Money.

Aku naik MRT ini tanggal 7 April 2019, waktu itu pas Refund uantrinya puanjang buanget. Dan pas aku liat di ruang kasir, ternyata hanya ada 1 doang, padahal ruangannyan cukup besar, ya sayang aja kalau nggak dimanfaatkan. Atau mungkin belum kali ya. Semoga aja ada penambahan kasir supaya antrinya tidak terlalu banyak. Ya memang sih, naiknya Cuma 15 menit, tapi kalau antri Refund sampai 1 jam lebih kan ya sama aja.

Kalau saran dari aku sih, mending pakai E-money aja agar lebih efektif. Kalau aku tau bakalan ngantri banyak juga mending ngisi E-Money, lebih praktis dan tanpa antri.

Semoga saja sekarang sudah lebih bagus dan tidak banyak yang antri, kan jadi buang-buang waktu juga kalau harus antri, apalagi para pekerja yang pinginnya masuk kerja lebih cepat.  Apakah dengan ngantri panjang membuatku kapok naik MRT? Tidak sama sekali. Buat pengalaman aja besok kalau mau naik MRT mending ngisi E-Money aja dulu.

Jadi, gimana pengalaman kalian naik MRT?


 ~MissAnt~

Sabtu, 19 Januari 2019

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Main-main ke Candi Barong



Kalau dulu Roro Jonggrang lebih minta seribu candi agar bisa dinikahi Bandung Bondowo, sekarang beda. Perempuan masa kini  lebih suka ditanya, “Kamu siap dilamar belum belum?” daripada “Kamu udah makan belum?”. Iya enggak sih? 
Hahahaaaa~....Pembukaan macam apa ini.

Oke baiklah. Kembali ke apa yang mau aku tulis.




Ngomongin tempat wisata di Jogja, tentunya udah buanyak banget donk. Mulai dari pantai, pegunungan dan tempat yang hanya untuk sekadar ngadem seperti Candi.  Nah, kali ini aku bakalan soal Candi Barong. Kalian pasti udah nggak asing denger Candi Barong, tapi ternyata ini asing bagiku. Yap, aku baru denger. *SelamaIniDengerinApaAjaSiiih...




Candi Barong merupakan Candi peninggalan Hindu (CMIIW). Kalau menurutku, Candi ini masih tergolong sepi.  Tapi emang sepi karna udah hampir Sore dan pas weekend atau emang masih sepi karna belum banyak  yang nggak tau sih? Kalau kata Pak Satpam, ini memang sepi karna penjaganya sudah pulang. 

Begitu kata di Bapak berseragam putih hitam tersebut yang sedang duduk di pos kecil tak jauh dari pintu masuk Candi.

Buat yang penasaran seperti apa Candi Barong, mending sempatkan buat ke sana deh. Berikut beberapa alasan mengapa kamu harus main-main ke Candi Barong.


1.Serasa candi pribadi.

Pas main ke sini emang sepi banget. Pengunjungnya kayaknya Cuma aku, temenku, sepasang kekasih yang sedang gitaran bareng dan ada dua orang lain di ujung sana. Jadi bisa dibayangin kan, sepinya kayak apa. Jadi kamu bisa puas jempalitan poto-poto. Hahaha~~~ emang narsis akutu.

Meski cuaca pada waktu itu panas banget, tapi  tak menghalangiku buat poto-poto. Ini merupakan bagian depan candi. Diambil dari sisi manapun tetap aja Candinya bagus. Aku Cuma pelengkap aja biar terlihat agak hidup candinya. *BilangAjaMauNebengPoto



2. Tempat kabur sejenak yang adem.

Kalau mau mau ngedemke pikir karna pertanyaan “Kapan nikah” dan pertanyaan lain yang bikin bete, maka tempat ini sangat cocok. Kamu akan merasakan semilir angin yang enak banget. Cuaca yang pada saat itu terik banget mendadak ilang dengan datangnya semilir angin setiap beberapa saat. Ke sini tuh paling enak bawa es teh, dijamin tambah suegerrrr deh.

3.Rebahan di rerumputan nan hijau dan menyegarkan.

Kapan lagi bisa klekaran di rerumputan yang hijau dan menyegarkan ini? Apalagi pas nggak ramai pengunjung. Pokoknya bebas glundang-glundang. Kalau pas ke sana mending pilih baju yang nggak terlalu terang supaya pas klesotan di rumput nggak lecek-lecek banget. Nggak pernah bosan kalau memandangi rerumputan seperti ini.





4.Salah satu tempat terbaik untuk menikmati Sunset.

Mengabadikan tenggelamnya matahari masih menjadi favorit. Kalau kamu termasuk salah satunya, Candi Barong cocok buat dijadikan alternatif.  Sayangnya pas aku ke sana, cuaca sedang tidak memungkinkan untuk melihat sunset. Tapi dilihat dari beberapa sisi sepertinya menarik untuk melihat senja. Besok-besok kalau ke sana mending pas cuaca cerah banget deh.

5.Perjalanan yang kanan-kirinya pemandangan.

Aku termasuk orang yang suka banget liat pemandangan. Apalagi kalau pemandangannya menyenangakan saat akan menuju ke Candi B arong. Perjalanan menuju ke Candi barong memang naik turun berkelok-kelok. Tapi di situlah letak ke-asyik-annya. Bagiku sih asyik, nggak tau deh bagi orang lain.  Ukuran bahagia tiap orang beda-beda. Hahaa~~~ *BetoelBegitu



Harga Tiket Masuk ke Candi Barong

Kalau setauku pas baca di pos satpam, harga tiket masuknya sekitar Rp.5.000. Tapi beruntungnya aku pas masuk ke sana nggak bayar. Kata Pak Satpam sih karena penjaganya udah pulang, jadi masuk aja mbak nggak papa. Gitu katanya.




Untuk tempat parkir juga sudah disediakan 2 lho. Biaya parkir hanya dikenail Rp.2.000 per motor. Tapi sayangnya tempat parkirnya sempit. Ya mungkin karna masih sepi atau gimana sih? Takutnya kalau banyak pengunjung dan tempatnya kurang. #ItuUrusanPengelolaSihTa....#KamuCukupMainMainAja.....#Okesiyap
Kira-kira beginilah tempat parkirnya

Rute menuju ke Candi Barong

Jalan menuju ke Candi Barong bisa dimulai dari perempatan Prambanan.  Kalau kamu dari arah Jogja bisa langsung belok kanan setelah lampu merah Prambanan. Nanti setelah rel kereta api, ada petunjuk jalan menuju ke Abhayagiri, Candi Barong, Spot Riyadi dan tempat lainnya. Nah, dari situ langsung ikutin aja.



Candi Barong beralamatkan di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Jogjakarta. Jalananya cukup sempit dan berkelok-kelok.  Bagi anak motor sih asyik,  tapi bagi orang rempong ya bakalan rewel. Mending nggak usah main ke sini kalau rewel.

Piknik nggak harus mahal karna yang terpenting adalah bagaimana kamu menikmati pemandangan dan ngadem. Iya nggak? Aku sih gitu. Nggak tau deh kalau kamu. Yang jelas, kalau mau nyari tempat ngadem , tenang dan sekaligus melihat sunset, maka alternative yang cocok hanya di Candi Barong.

~MissAnt~

Selasa, 01 Januari 2019

Ayok Piknik Ke The Lost World Castle



Pertama liat-liat The lost world castle di instagram, rasanya udah langsung pingin main ke sana. 
Saking banyaknya wisata Jogja, sampai-sampai belum sempat menjelajah wisata lama. Kalau dipikir-pikir, Jogja memang gudangnya wisata. Apalagi kalau libur panjang gini, kota yang selalu istimewa tersebut selalu sesak dan mecet dengan plat luar kota.

Akhir tahun seperti ini memang banyak tempat wisata Jogja  yang diserbu wisatawan yang tak datang dari luar kota tetapi juga penduduk lokal. Kalau aku sih, baru kemarin sempat pergi ke The lost world castle. Ternyata eh ternyata, pas ke sana kesasar. Ah...tapi nggak papa, yang penting sampai sana dan bisa mengabadikan suasana sekitar.

Buat yang punya plan ke sana, mending langsung cuss ke sana deh. Penasaran kayak apa? Berikut aku sempat motret suasana sekitar. Sebenere kalau pas cuaca cerah bagus banget, sayangnya pas kemarin aku ke sana pas mendung. Tapi tetep bagus kok. Liat nih....

Ini dari parkiran menuju ke lokasi. Penuh sesak karena pas liburan

Nah, kalau ini penampakan setelah pintu masuk. Sebenarnya di balik kabut tersebut ada gunung merapi. Tapi ya berhubung mendung jadinya nggak keliatan.

Katanya itu kerangkanya Tyrex. Bener nggak?


Btw itu gunungnya keliatan dikit. Mayan kan?


























Rute menuju The Lost World Castle

Ada yang bilang kalau perjalanan yang sulit akan membawamu ke tempat yang indah. Yap, begitu juga dengan tempat ini. Pantes aja dinamakan The Lost World Castle. Soalnya emang bener-bener “Lost” dari kota. Dan, Cuma cewek-cewek tangguh aja yang berani naik motor sampai sini. #Elah
Perjalanan menuju ke tempat ini searah dengan Merapi Lava Tour, yang mana kamu akan berpaprasan dengan mobil jeep. Jalanan menuju ke titik lokasipun tak semulus wajah Oppa Korea. Tapi percayalah, rasa capekmu akan tebayar setelah sampai sini.

Untuk rutenya, dari Jogja kamu bisa lurus aja menuju jalan arah Kaliurang. Dari situ, kamu bisa cari lampu merah yang sebelah kanannya adalah toko sepatu. Namanya apa aku lupa, tapi pokoknya tokonya warnanya merah. Dari lampu merah situ, kemudian ambil arah ke kanan.

Kemudian ikuti jalan aspal yang akan mengantarkanmu menuju lokasi. Jalanannya menanjak dan berkelok-kelok. Pokoknya hati-hati aja. Nanti 30 meter menuju lokasi akan menemui perjalanan yang bergeronjal. Kalau pas aku kemarin lebih sering berpaprasan sama Jeep yang akan menuju Lava Tour Merapi. Mungkin karna musim liburan, jadinya rame banget.

Harga Tiket Masuk The Lost World Castle

Tiket masuk ke wisata ini cukup murah. Pertama kamu akan dikenai biaya masuk kawasan wisata Kaliadem sebesar R.3.000 per orang. Kemudian menuju parkiran akan dikenai biaya Rp.3.000 per motor dengan tiket masuk lokasi sebesar Rp.30.000. Cukup murah kan? Untuk foto-foto di dalam gratis kok, tapi ya itu ANTRI.

Seperti nama tempatnya, Lost World Castle emang beneran “World” yang “Lost”. Mengapa menuju tempat sebagus ini sangat jauh dari tengah kota? Andai letaknya di tengah kota pasti bakalan lebih ramai kali yak. Namanya juga The Lost World, jadi ya harus “Lost” dari kota.


~MissAnt~



Popular Posts