Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Lokal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2023

Asyiknya Jalan-jalan ke Pura Mangkunegaran Solo. Ada Guide-nya Loh..

 

Nah..ini di depan Pura nih..dipotoin sama Guide-nya


Buat kamu yang hobi berwisata sejarah, rasanya belum lengkap kalau belum berkunjung ke Pura Mangkunegaran Solo. Kamu pasti juga nggak asing dengan tempat ini, kan? Secara tempat ini pernak dipakai untuk melangsungkan acara pernikahannya mas Kaesang dan mbak Erina.

Baca Juga: Pertama Kali Naik Kereta JogloSemarKerto

Pas tanggal 14 Mei 2023 kemarin, aku diajak temen-temen aku dari Jogja buat berwisata ke Pura Mangkunegaran Solo. Meskipun aku sering lewat, tapi aku belum pernah masuk ke Pura Mangkunegaran loh..dan baru pertama kali kemarin.

Kamu yang penasaran seperti apa bagian dalamnya, baca terus artikel ini sampai habis ya!

Nanti aku juga bakal share foto-foto selama aku berada di dalam Pura Mangkunegaran.

Sekilas Tentang Pura Mangkunegaran Solo

Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota yang kental dengan kebudayaan Jawa. Di kota yang mendapat julukan Kota Budaya ini terdapat tempat wisata bersejarah yang bernama Pura Mangkunegaran.

Pura Mangkunegaran juga menggambarkan kehormatan serta warisan kebudayaan kerajaan Jawa. Pura ini juga sering disebut dengan Pura Mangkunegaran Karaton Surakarta.

Baca Juga: 8 Wisata di Klaten yang Wajib Kamu Kunjungi 

Sebagai salah satu cagar budaya dan situs bersejarah, Pura Mangkunegaran memiliki arsitektur yang sangat indah. Tak hanya arsitekturnya yang memukau, bangunan yang terdapat di Pura Mangkunegaran ini juga terdiri dari beberapa kompleks dengan detail ukiran yang rumit dan ornamen yang menarik.

Untuk lebih lengkapnya aku bakalan share tempat-tempat yang ada di dalam Pura Mangkunegaran. Siapa tahu kamu semakin penasaran dan pengin langsung ke lokasinya.

Baca Juga: 8 Tips Merencanakan Liburan Biar Nggak Cuma Wacana Doang

Oiya untuk lokasi Pura Mangkunegaran ini berada di Jl. Ronggowarsito No.83, Keprabon, Kec.Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57131. Nah..kalau bingung kamu bisa langsung nge-maps aja ya..

Harga Tiket Masuk ke Pura Mangkunegaran Solo

Untuk tiket masuk ke Pura Mangkunegaran Solo ini juga cukup murah loh, kamu cukup bayar Rp20.000 aja.



Daaan..harga tersebut sudah termasuk ada Guide-nya loh..jadi kamu bakal lebih paham seputar bangunan dan beberapa peninggalan sejarah lainnya yang ada di Pura Mangkunegaran.

Oiya, kemarin aku di Guide-in sama mas Panca. Tim kami ada 11 orang, yaitu kami (aku sama 3 orang temenku), 3 orang, dan 4 orang. Di dalem Pura Mangkunegaran ini kami bakal diajak muter-muter sama mas Panca selama kurang lebih 1 jam.

Kamu nggak perlu khawatir karena Guide-nya bakal bantu kamu buat ambil poto. Jadi enak banget pokoknya, udah dapet ilmu sejarah dan dipotoin juga. hehe..

Spot-Spot Menarik di Pura Mangkunegaran Solo

Berikut ini aku share poto-poto jalan-jalan aku sama temen-temen pas di Pura Mangkunegaran

Sebelum masuk, kita dipotoin dulu sama mas Panca. 

Oiya, untuk masuk ke gedung Pura itu harus lepas alas kaki ya. Kita bakalan dikasih kantong sama Guide-nya buat naroh sepatu atau sandal kita. 

Nah..ini juga memiliki makna tersendiri. Tapi aku lupa gaes..kemarin fokus dokumentasi



Ini adalah taman yang ada di samping gedung yang dipakai untuk meletakkan benda-benda bersejarah. Di sini nggak ada domumentasi benda-benda yang ada di dalem gedung ya..soalnya dilarang untuk mendokumentasikan. 

Kalau kamu penasaran, kamu bisa berkunjung langsung. Pokoknya kamu bakal tahu banyak hal deh..


Sejuk banget di sini tuh..


OOTD kita matching dooonk..padahal nggak janjian..haha..


Di sini juga banyak cermin-cermin estetik yang bisa kamu pakai buat mirror selfie loh..salah satunya yang ini..



Nah..di kaca ini ada potonya mas Paundra. Kita juga mau poto dulu nih..

Ini kita udah selesai muter-muter. Tinggal nyante dulu di sini..

Foto-foto sepuasnya sampe capek gaes..


Itulah perjalanan kami di Pura Mangkunegaran Solo. Pas udah selesai, kita lupa kenapa nggak minta poto sama Tim dan Guide-nya yak. Beneran lupa deh..

Kalau kamu ke Pura Mangkunegaran, jangan lupa ya poto-poto sama Tim dan Guide-nya juga. Buat kenang-kenangan gitu loh..

Buat kamu yang pengen liat lebih detail lagi bisa melihatnya di Video Tiktok aku. Untuk melihatnya bisa langsung klik berikut ini ya..ada 3 part. Kamu klik satu-satu aja yaa..

Jalan-jalan ke Pura Mangkunegaran Solo Part 1

Jalan-jalan ke Pura Mangkunegaran Solo Part 2

Jalan-jalan ke Pura Mangkunegaran Solo Part 3

Jangan lupa share pengalamanmu saat ke Pura Mangkunegaran ya..

See you..



~MissAnt~


 

 

Rabu, 01 Mei 2019

3 Keuntungan Hadir di Resepsi Piring Terbang



Tak Cuma jadi ratu sehari yang akan dilayani dengan sepenuh hati....

*ElahDah

Pernah dengar nggak? Resepsi piring terbang. Eh...tapi ini bukan berarti yang dimaksud adalah piringnya dilempar gitu loh. Maksud dari piring terbang di sini adalah makanan yang disajikan diantar oleh seseorang yang bertugas mengantas makanan. Jadi kita hanya tinggal duduk manis saat menghadiri pernikahan. Kita akan diperlakukan bagai raja dan ratu selama acara berlangsung.

Sebenarnya ada beberapa resepsi di Indonesia, tapi kalau aku pribadi lebih suka ala Piring Terbang.  Seiring kemajuan zaman yang semakin modern, resepsi piring terbang kini semakin musnah. Mungkin hanya dijumpai di beberapa daerah seperti, Klaten, Solo, Jogja dan sekitarnya. Itupun hanya beberapa daerah saja.

Tidak melulu membosankan, ternyata ada beberapa keuntungan menghadiri acara resepsi piring terbang, di antaranya adalah

1.Dilayani bagai ratu dan raja.

Bagai ratu dan raja itu kalau yang dateng sepasang kekasih kalik, kalau hadirnya sendirian ya sama aja ratu doang, nggak ada rajanya. Mwahahahahaha...

Tidak seperti resepsi prasmanan, saat menghadiri pesta resepsi piring terbang kita hanya kan diperkenankan buat duduk manis dan dilayani. Semua hidangan akan disajikan satu persatu dan yang pasti kita akan menikmati semua hidangan tanpa khawatir nggak kebagian. Enak kan?

2.Ikut menyaksikan prosesi acara.

Yang aku suka dari hadir di acara pernikahan adalah prosesi acaranya. Dengan ala-ala piring terbang ini, kamu bisa duduk manis sambil menyaksikan prosesi acaranya, mulai dari acara panggih (pertemuan pengantin pria dan wanita) hingga adat jawa lainnya. Ya itung-itung belajar buat nikah besok. *Uhuk...

3.Lebih tertata rapi.

Kalau aku dapet undangan pernikahan, maka yang langsung kepikiran adalah, jenis resepsinya, piring terbang atau bukan? Kenapa aku sedetail itu? Ya karena aku lebih suka hadir di acara yang terkesan rapi. Resepsi piring terbang itu taratur, dalam arti datangnya setiap menu dimulai dari hidangan pembuka hingga penutup secara urut.

Urutan keluarnya menu di resepsi piring terbang dinamakan USDEK, berikut urutannya

U : Unjukan atau Minuman. Biasanya minuman sudah disajikan di meja sesuai dengan banyaknya kursi. Jadi jangan kaget, kalau sudah tersedia teh manis banget saat kamu duduk. Tapi jangan langsung diminum lho, nanti kamu bisa dipelototin orang-orang sekitar.




Bisanya setelah beberapa saat, akan ada snack yang diantarkan, dari situlah para among tamu akan mempersilahkan kita untuk menikmati teh manis lengkap dengan snacknya. 


S : Sup. Ini biasanya terdiri dari beberapa pilihan seperti, sup matahari, sup manten, selat atau aneka sup lainnya. Kalau menu ini, aku paling suka sup matahari sama selat, apalagi kalau selat solo, enaknya NAGIH banget. *MendadakPinginMakanSelatLagi





D : Dhahar atau makan siang. Nah..ini nih yang paling ditunggu-tunggu. Meski sudah muncul beberapa menu, tapi belum lengkap kalau menu nasinya belum keluar. Untuk menu Dhahar ini juga berbeda, salah satunya seperti ini. Meski nasinya hanya sedikit, tapi percayalah kalau itu sangat mengenyangkan.


Oiya, pilihan menu Dhahar dalam setiap catering berbeda-beda. Kalau kemarin aku dapet menu ini. Udangnya enak banget. Pokoknya serba enak kalau cateringnya di Ambrosia, buat kalian yang mau catering di Ambrosia bisa hubungi alamatnya di kertas merah tersebut.

E : Hayo tebak E-nya apaan? Iyak bener, Es. Menu ini sekaligus menjadi menu pencuci mulut. Tapi kenapa nggak buah aja, ah….nggak papa ding, yang penting enak. Untuk menu Es yang aku dapet kemarin warnanya Pink. Sebenarnya ada yang coklat sih, tapi dapetnya yang pink, yaudah deh ya makan aja rempong banget.



K : Oke berhubung semua menu sudah dikeluarkan, maka sekarang giliran Kundur atau Pulang. Biasanya pengantin akan dituntun menuju pintu keluar untuk menyalami para tamu yang akan pulang. Nantinya para tamu undangan akan bersalaman dengan pengantin sebelum pulang.

Biasanya proses salaman ini dipisah yaitu tamu laki-laki bersalaman dengan pengantin laki-laki dan tamu perempuan bersalaman dengan pengantin perempuan. Ini sudah aturan atau bagaimana aku juga nggak tau. Soalnya tiap dateng ke resepsi piring terbang selalu begini prosesnya.

Gimana? Apapun pilihannya, minumnya tetap…..*LohLohLohMalahIklan
Apapun jenis resepsinya pasti punya kelebihannya masing-masing, seperti halnya resepsi piring terbang yang kini hampir punah dengan tergesernya budaya baru.

~MissAnt~

Senin, 22 Oktober 2018

Makna Perayaan Sebaran Apem Jatinom Tahun 2018



Kamu pasti pernah mendengar Sebaran apem Jatinom bukan? Lantas apa yang terlintas dibenak ketika mendengar  kata apem. Enak? Lezat? Gurih? Mengenyangkan? Yap benar semua.  Tapi dibalik kelezatannya, ada sejarah mengapa ada sebaran apem di Jatinom.

Sebagai orang yang tinggal di Jatinom, nampaknya aku harus tau sejarahnya.  Biar kalau pas bawain apem, aku bisa jawab. Nah, dari pada aku bolak-balik jelasin, mending aku tulis aja deh. Tar kalau pada nanyak, langsung aja aku kasih link blog ini. Hahahahahaaaa~

Sejarah sebaran apem di Jatinom

Pada zaman dahulu kala (Cieee kayak orang mau ngedongeng aja ...) ada seorang ulama yang sedang melakukan syiar agama islam di Jatinom. Ulama tersebut bernama Ki Ageng Gribig. Konon katanya, Ki Ageng Gribig hanya membawa 3 buah apem dari Mekkah. Dengan 3 buah apem tersebut, Beliau membagi-bagikan apem ke penduduk Jatinom sambil berdakwah. Namun anehnya apem tersebut tidak habis meski dibagi rata dengan penduduk Jatinom.

Saat akan membagi-bagikan ke penduduk, apem tersebut masih dalam keadaan hangat. Sambil membagi-bagikan apem, Ki Ageng Gribig berkata, “Apem Yaa-qowiyyu” dan berdoa agar apem tersebut cukup untuk mencukupi anak cucu penduduk Jatinom.

Yaa-Qowiyyu sendiri memiliki arti “Ya Alloh mohon kekuatan”. Dengan harapan agar penduduk sekitar bisa lebih bertenaga dengan memakan sebutir apem. Dari situlah ada perayaan sebaran apem sebagai bentuk perayaan Ki Ageng Gribig dalam menyebarkan agama islam khususnya di Jatinom.

Makna Gunungan pada Apem

Sebelum apem di sebar pada hari Jum’at pada bulan Safar, ada 2 gunungan apem (lanang dan wadon) yang diarak pada hari Kamis, yang kemudian “dimalamkan” di Masjid Ageng Jatinom (Sekarang masjid besar Jatinom). Sebelum menuju Masjid Ageng Jatinom, gunungan apem diampirkan dulu ke Masjid alit Jatinom (Sekarang masjid kecil Jatinom) yang merupakan Masjid yang dibangun oleh Ki Ageng Gribig.

Ada perbedaan antara gunungan apem lanang (laki-laki) dan gunungan wadon (perempuan). Gunungan wadon lebih pendek dan berbentuk lebih bulat, smentara Gunungan lanang lebih tinggi dan di bawahnya terdapat kepala macan putih dan ular.

Konon, Kedua hewan itu adalah kelangenan Ki Ageng Gribig. Macan diibaratkan Kiai Kopek yakni macan putih kesayangan Ki Ageng Gribig, sedangkan ular adalah Nyai Kasur milik Ki Ageng Gribig. Selain itu, penyusunan gunungan apem juga tidak sembarangan.

Susunan apem memiliki arti. Penyusunannya dibuat  menurun dengan jumlah 4-2-4-4-3 yang berarti jumlah rakaat sholat dimulai dari Isya, Subuh, Zuhur, Asar, dan Magrib. Di antara susunan itu terdapat kacang panjang, tomat, dan wortel yang melambangkan masyarakat sekitarnya hidup daripertanian. Di puncak gunungan terdapat mustaka (seperti mustaka masjid) yang di dalamnya berisi
ratusan apem.

Puncak acara sebaran apem

Pada tahun ini, perayaan sebaran apem di Jatinom diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 26 Oktober 2018. Namun, untuk pembukaan sudah dilakukan pada hari Kamis tangga 18 Oktober 2018. Acara tahunan ini berlangsung satu minggu hingga puncak acara Sebaran apem.

Dalam seminggu tersebut, ada  banyak acara yang diadakan seperti, karnaval budaya, parade drumband,Gejog lesung, Jathilan, Kirab gunungan apem, hingga puncak sebaran apem pada tanggal 26 Oktober 2018.

Puncak acara biasanya dilangsungkan setelah Jumatan (Sholat Jumat), kurang lebih jam 1 siang. Gunungan apem nantinya akan dibawa oleh petugas menuju ke sendang plampeyan yang tak jauh dari masjid ageng. Para rombongan pembawa dan penyebar apem nantinya akan memakai pakaian putih lengkap dengan sorbannya.

Dari tahun ke tahun minat penonton sebaran apem Yaa-Qowiyyu selalu meningkat. Bahkan tak hanya dari penduduk lokal, banyak penonton yang berasal dari luar kota maupun wisatawan asing.

Yang Tak Boleh Dilakukan Saat Menonton Sebaran Apem

Menyaksikan sebaran apem langsung di lokasi memang menyenangkan. Hal ini karna antusiasme penonton yang ingin mendapatkan apem yang dianggap sebagai berkah. Mitos ini memang seringkali beredar karena banyaknya orang yang tidak benar-benar tau apa makna sebaran apem yang sebenarnya.

Ada yang beranggapan bahwa ketika kita mendapatkan sebaran apem, maka kita akan mendapatkan berkah. Tak heran jika di lokasi sangat sesak dan penuh dengan lautan manusia. Tapi sebenarnya tidaklah seperti itu karena rejeki hanya datang dari Alloh SWT, bukan dari apem yang kita dapat saat sebaran apem.

Adanya sebaran apem hanyalah sebagai perayaan atau mengenang kembali Ki Ageng Gribig dalam menyebarkan agama islam di Jatinom. Apem yang disebar bukan hanya berasal dari gunungan saja, tetapi juga berasal dari sumbangan apem warga sekitar.

Jadi, jangan mudah percaya akan mitos yang menyebutkan bahwa, jika mendapatkan apem saat sebaran akan mendapatkan  berkah. Yang penting ikut merayakan saja,  kalau nggak dapet apem  dari sebaran, Kamu juga bisa beli apem di aku, karna aku juga jualan apem. Kan lumayan. Banyak pendatang dari luar daerah yang juga ingin mencicipi kelezatan apem. So, manfaatkan jualan apem. Haha....

Begitulah sedikit tentang sejaran sebaran apem di Jatinom. Kalau kamu penasaran kayak gimana kemeriahannya bisa langsung datang ke acara Sebaran Apem Jatinom yang akan berlangsung 26 Oktober 2018.

Sumber : Berbagai sumber.

~MissAnt~

Popular Posts