Sabtu, 04 April 2020




Sumber Gambar : Google


Kek udah nikah aja ngomongin bab nikahan. Ya kan nantinya bakal nikah juga, jadi nggak papalah ngomongin dulu. Biar paham nantinya nikah itu kayak gimana. Nggak hanya itu aja, kamu juga pastinya pernah baca-baca artikel seputar pernikahan gitu kan? Abis selesai baca jadi bengong, “oh...gitu ternyata”

Selain itu bisa iseng tanya sama temen yang udah nikah. Kira-kira kehidupan setelah menikah itu kayak gimana. Bertanya bukan berarti kamu terus mikir kalau nikah bakalan kayak gitu. Belum tentu juga soalnya kan kehidupan orang-orang kan beda-beda. Ini hanya sekedar keingintahuan saja kok.




Menjawab pertanyaan K A P A N   N I K A H

Jadi udah berapa orang yang tanya begitu ke kamu? Khususnya yang udah dianggap cukup umur buat nikah. Kalau soal ini sih kadang aku kepingin jawab begini,

“Kenapa? Anda mau nikah lagi po? Silakan kalau memang mau nikah lagi? Duluan aja.

Mengapa jawabnya begitu? Soalnya kebanyakan yang tanya adalah mereka-mereka yang udah nikah. Ya siapa tahu kan mau nikah lagi gitu loh. Kalau yang belum nikah mah, mana berani nanya begitu. Ujung-ujungnya malah pertanyaannya dibalik dan mampoosss lo mau jawab apa.

Semua orang pasti nikah kok. Tenang aja. Nggak usah banyak tanya. Mending fokus aja sama kehidupan masing-masing. Mau umur berapa ketemu sama jodoh itu sudah diatur. Nggak perlu khawatir. Yang kita lakukan ya berusaha aja. Yang udah ketemu jodoh ya nggak usah banyak bacod nanya-nanya kapan. Cukup doakan saja, Ndoro.

Kadang jawaban kayak gitu malah merusak silaturahmi. Orang yang tadinya baik-baik saja dan setelah ketemu sama temen lama yang tanya, “eh kok belum nikah? Nungguin apa lagi? Jangan banyak pilihan, jangan bla...bla...bla....”. Ujung-ujungnya malah jadi males kan?

Aku pernah sih digituin sama temen SMA. Dia tiap chat atau nggak sengaja ketemu di jalan selalu bilang, “Haduh...kok belum nikah-nikah sih? Kriteria jangan tinggi-tinggi, jangan pilih-pilih dan bla....bla...bla...bla...”.

Lalu Aku bilang aja, “Kalau kamu tiap chat atau ketemu di jalan ngobrolinnya selalu begitu, mending kita nggak usah temenan aja ya. Maap juga kalau Aku jadi sewot dan dikatain sombong”. Hehee.....Aku mah gitu. Langsung damprat aja kalau ngomong sama orang yang kadang menanyakan hal yang pribadi banget buat ditanyakan.

Lagian kenapa sih, orang-orang mikirnya selalu, nggak nikah-nikah pasti seleranya tinggi banget, terlalu pemilih, apalah...inilah. Kenapa mikirnya kayak gitu? Dari mana coba? Menghakimi tanpa tahu fakta asli bisa dibilang pidana loh. Haha...emang iya ya? Au ah....anggap aja begitu. Menganggu ketentraman orang soalnya.

Benar-benar siap menikah atau pingin ikut-ikutan doang?

Coba tanyakan pada diri sendiri. Kira-kira kamu beneran udah siap menikah atau emang ngikutin temen-temen kamu yang udah pada nikah aja. Atau biar bisa posting cincin kawin di IG? Hayoloh ngaku. Miris banget kalau ngebet banget nikah cuma buat ikut-ikutan doang gegara banyak temen yang bilang, “eh..kamu kapan nyusul nih...Aku donk udah halal...kamu kapan? Nggak kepingin po?. Hadeeeeeeeeehhhh


Gimana ya? Aneh aja sih. Nikah buat balapan. Mending balapan renang woooiiiiiii. Bukankah kehidupan sebenar-benarnya pernikahan itu setelah melangsungkan akad ya? Jadi orang-orang nggak bakalan peduli lagi setelah akad nikah. Yang selalu mereka bacodkan hanyalah kapan nikah kapan nyusul gitu-gitu doang. Hanya sekedar meramaikan pertanyaan KAPAN NIKAH doang. Setelah itu mereka kaga bakalan peduli. Jadiiiii...masih mau balapan nikah?

Oiya, Aku juga pernah baca artikel isinya kayak gini,

Menikah itu bukan sekedar “ena-ena” doang. Katanya “ena-ena” itu cuma bonus aja karena banyak hal yang harus dilalui dalam bahtera rumah tangga. Ada dua tipe orang kebelet nikah, yang pertama karena udah “kepengin” banget mau “ena-ena”. Dan yang kedua karena udah bener-benr siap. Dalam artian siap melalui berbagai resiko setelah menikah, termasuk menyatukan dua hati yang berbeda.

Begitulah kira-kira isinya. Iya enggaknya hanya mereka yang udah menikah yang tahu. Yang perlu kita lakukan (khususnya yang belum menikah) saat ini adalah mempersiapkan diri apakah sudah benar-benar siap menikah atau hanya kebelet aja.

Tidak pernah membahas seputar pernikahan ketika orang-orang ngobrolin bab nikah juga bukan berarti nggak ada niat untuk menikah. Kadang orang sudah menyiapkan beberapa hal seputar pernikahan tanpa harus diumbar atau diketahui banyak orang karena ini merupakan urusan seseorang dengan sang pencipta.


Toh, semuanya pasti meminta jodoh terbaik buat dunia akhirat kan? Jadi, pernikahan bukanlah perlombaan. Yang bakal menjalani adalah kita. Yang memutuskan menikah juga kita dan tentunya atas restu Alloh.


~MissAnt~





Jumat, 03 April 2020





Astagfirullohal'azim . . . . .

Astagfirullohal'azim . . . . .

Astagfirullohal'azim . . . . .

Astagfirullohal'azim . . . . .

Astagfirullohal'azim . . . . .

.
.
.
.
.
.
.


Jangan berhenti sampai kamu merasa lebih baik. 


Kalimat istighfar memang pendek sehingga memungkinkan banyak orang selalu mengucapkannya. Kalimat yang mungkin bagi sebagian orang begitu berat diucapkan, apalagi ketika merasa bahwa hidupnya baik-baik saja, dan tak merasa ada yang salah dengan yang dilakukannya. Ini juga menjadi anggapan jika memaknai kalimat istighfar hanya bisa digunakan atau diucapkan kala kita melakukan salah atau dosa kepada Allah. 

Ternyata tidak selamanya begitu. Kalimat istighfar adalah salah satu kalimat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar kita memperbanyak untuk membacanya, baik dalam keadaan apapun di kehidupan kita sehari-hari.

Bahkan menurut, Ibnu Katsir rahimahullaah pernah mengatakan, “Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak kalimat istighfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.”

Kamu nggak bakal percaya the power of istigfar sebelum kamu benar-benar mengucapkannya. Sebelumnya Aku pernah liat di youtube, entah lupa siapa. Yang menyebutkan juga seorang Ustadz. Di situ dijelaskan kalau ada banyak sekali manfaat istigfar yang akan memudahkan hidup kita.

Sebenarnya Aku agak canggung kalau mau nulis hal-hal yang berbau agamis gini. Takut salah ngomong lalu dibully. Untuk itu, Aku mau sekadar share aja seputar the power of istigfar yang sudah Aku lakuin.

Istigfar bisa kamu baca di mana saja. entah itu kamu sedang di jalan atau sedang duduk yang tidak ngapa-ngapain alias gabut. Dan akan lebih baik lagi dibaca ketika mau tidur.

Nah…..berikut manfaat istighfar yang harus kamu tahu

1.Menenangkan hati yang sedang gundah

Setiap manusia tentunya punya masalah yang berbeda-beda. Iya, nggak ada manusia yang nggak punya masalah. Hanya saja porsinya berbeda-beda. Agar lebih tenang, di sini kamu bisa mengucap Istighfar sebanyak yang kamu mau. Pokoknya setenang hati kamu aja. Jangan hanya diam dan bergumam, “Kok kayak gini ya?, hidup gue begini amat dah?”. Ucapkan astagfirullohal'azim.

2.Rejeki yang selalu datang dari mana saja

Percaya nggak? Kalau dengan mengucap istighfar dengan tulus dan berusaha, maka pintu rejeki bisa datang dari mana saja. Aku pernah baca, kalau salah satu rejeki yang sudah dijamin Alloh adalah dengan mengucap istighfar. Ada aja rejeki. Ingat ya, rejeki nggak cuma berupa uang lho. Bisa juga ditraktir temen. Heheeee...

3.Petunjuk bagi mereka yang merasa tersesat

Kamu bingung dan nggak tahu harus memilih jalan yang mana? Maka istigfar akan memberimu petunjuk.

Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity hafidzahullaah pernah ditanya oleh seseorang, “Wahai Syaikh, dengan amalan apa anda menasehati saya dalam menyongsong datangnya musim ketaatan? Kemudian Syaikh menjawab, Sebaik-baik amalan yang dapat dilakukan dalam menyongsong musim ketaatan adalah memperbanyak istighfar. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufiq Alloh (untuk melaksanakan ketaatan).”
Dari situ bisa diambil pelajaran bahwa Alloh akan mengangkat segala kekalutan atau kebingungan, yang ada di hadapan kita akibat banyaknya dosa yang kita timbun, dan menggantinya dengan sebuah petunjuk berupa kekuatan iman kepadaNya, ketika kita selalu memohon ampun kepadaNya.

4.Sumber kekuatan ketika merasa lemah

Lemah di sini bukan karena manja lho ya. Tapi karena kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan rasanya seperti sangat jatuh. Bahkan ketika banyak orang yang nggak suka dengan kita, seringkali kita merasa lemah dan berkaca, sebenarnya apa salah kita?

Tak perlu merasa bersalah karena banyak orang yang berusakan mencari-cari kesalahan kita hingga membuat kita terdepak. Tenang, untuk mengatasinya, cukup ucapkan astagfirullohhal'azim. Obat di saat kita merasa lemah.

Seperti apa kehidupannya, semua tergantung bagaimana dia menyikapinya. Sehingga sangat manusiawi ketika masalah atau ujian datang menghampiri, manusia akan merasakan lemah dan lelah dengan kondisi yang dianggap kurang berpihak padanya. It’s okay. Just istighfar and everything gonna be okay.

5.Aktifitas terasa lebih mudah

Pernah ngrasain nggak? Kurang fokus melakukan sesuatu karena kepikiran suatu hal? Nggak papa. wajar kok. Semua pasti mengalami hal kecil yang membebani dan menyebabkan kurang fokus. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengucapkan kalimat istighfar sebanyak-banyaknya. Dengan begitu akan memudahkan dalam menjalankan aktivitas. Nggak percaya? Cobain deh.

6.Membersihkan hati

Saat orang tidak suka sama kita atau bikin kita jengkel, maka yang terjadi biasanya adalah kita juga benci sama mereka. Tapi hal ini jutsru sama aja. Nggak perlu benci balik. Biarkan saja. Kalau kita benci balik hanya akan mengotori hati aja yang akhirnya malah bikin setan lebih mudah menguasai pikiran buruk kita.

Yang perlu dilakukan di sini hanyalah beistighfar sebanyak-banyaknya. Dengan begitu akan membantu membersihkan hati dari pikiran buruk. Kalau orang tidak suka sama kita atau cari-cari kesalahan kita sehingga membuat hati kita jengkel, cukup istighfarin aja. Yang namanya setan kan pasti makin panas kalau di-istighfar-in. #Eh….

7.Ada aja yang bikin seneng

Manfaat istighfar ternyata sangat banyak. Hidupmu juga bakalan lebih bahagia aja. Entah bagaimana datangnya, yang jelas memperbanyak istighfar bisa bikin hati seneng terus. Pokoknya ada aja yang bikin seneng. Asal kamu baca istighfarnya sepenuh hati dan bersungguh-sungguh, percayalah….hal baik akan selalu datang padamu.

Segala sesuatu akan lebih mudah jika selalu dibarengi dengan istighfar. Ini bisa dijadikan senjata kalau hati kamu sedang berantakan banget.




Beberapa yang Aku tulis di atas tentu Aku sendiri sudah merasakan the power of istighfar. Masih nggak percaya? Coba aja dulu. Asal sungguh-sungguh dan niat dari hati, segala sesuatunya akan dimudahkan.


~MissAnt~


Kamis, 02 April 2020







(((((SEBUAH RENUNGAN)))))


Lo tu nggak bisa menghargai orang”

Jadiiiii......gue harus ngasih harga berapa ke elo”



Jawaban yang kadang bercanda tapi bisa mendadak mikir kalau yang jawab begitu memang kurang punya empati. Menghargai bukan diukur dengan nominal. Enak banget kalau orang berduit bisa asal ngomong, “emang lo minta dihargai berapa? Sini gue kasih duit”. Lah....emang duit bisa jadi orang diem ketika merasa tidak dihargai.

Meski kadang bukan kita sendiri yang mengalami. Rasanya kok miris banget sama orang yang semena-mena dan tidak bisa menghargai orang lain. Menghargai di sini kalau dalam bahasa jawa bisa diartikan “ngajeni”. Maksudnya itu ya mbok menghargai orang gitu loh.

Yang dipikirkan orang sekarang rata-rata begini, “Ah...cuma dia aja, nggak perlu lah dihargai. Toh cuma bla,,,bla,,,bla,,,,”. Beda lagi kalau sama orang yang terlihat punya pangkat tinggi, punya banyak uwang dan kaya raya. Orang-orang tanpa disuruh pun juga segen dan bisa menghargai.

Aneh...............iya. Namanya juga manusia, Di matanya hanya memandang yang tinggi-tinggi doang. Tak pernah dan bahkan jarang memperhatikan kaum-kaum kecil.

Beberapa hari yang lalu, aku dapet kembalian Rp2.000 yang jelek banget. Kucel banget. Kira-kira seperti ini. Dari sini, aku jadi mikir banyak hal (saking gabutnya).



Coba perhatikan uang dua ribuan ini. Nilainya kecil. Bentuknya udah kucel jelek banget. Beda sama uwang yang baru kaluar dari ATM dan tentu saja nilainya lebih besar. Udah gitu, bentuknya pasti juga masih alus dan bau uwang banget.

Tapi, yang namanya uang tetaplah uang. Mau sejelek apapun nilainya tetap sama. Pernah baca ataupun denger nggak? Kalau uang seratus ribuan, selecek apapun pasti akan diambil juga. Karena apa? Ya kerena nilainya besar. Lalu gimana dengan uang dua ribuan yang udah jelek kayak gitu? Apa masih ada yang mau nyimpen? Atau malah membuangnya karena nilainya kecil?

Gimana? Coba renungkan hal ini. Sesekali renungkanlah.

Pernah nggak kalian mikir, kalau tanpa uang dua ribuan yang lecek dan jelek itu, Jumlah sejuta aja nggak bakal jadi sejuta lho. Pernah mikir nggak? Seandainya kamu beli baju harganya misalnya Rp500.000 tapi kurang Rp2.000 saja. Boleh nggak baju itu dibawa meski uangnya kurang Rp2.000? Nggak bisa kan?

Kadang orang terlalu sibuk dengan yang bernilai besar dan merasa sudah bisa mencukupi. Tapi di sisi lain, kalau tanpa nominal yang kecil tadi, orang tidak akan bisa membawa barang yang akan dibelinya tadi. Jadi, meski nilainya kecil bentuknya jelek dan lusuh, tapi dua ribuan tadi bisa menjadi penolong mereka-mereka yang ingin membeli baju dengan harga LIMA RATUS RIBU.


Jadi, coba mulai sekarang diubah pola pikirnya. Hargai yang nilainya kecil. Bisa jadi yang dianggap tak berharga akan menjadi penolong orang-orang yang mampu.


~MissAnt~










Udah berapa lama kamu #DiRumahAja? Gimana? Udah bosen belum? YA PASTI BOSEN BANGET LAH


Iya, semua juga merasakan bosan yang banget-banget. Percayalah, seorang Introvert kayak Aku gini juga bosen kok, apalagi kamu-kamu yang suka bersosialisasi sana-sini. Pasti rasanya nano nano kayak gado-gado ya? Hadeeeh....kasian banget pokoknya. Udah nano-nano, pake gado-gado lagi. Makin nggak jelas banget.

Oke-oke, mulai sekarang coba BERHENTI bilang bosan bosen bosan bosen di sosmed atau di dalem hati deh. Buat kita yang bisa kerja #DiRumah aja meski bosan, sebaiknya lebih bersyukur. Coba sesekali lihat di luar sana yang pekerjaanya memang tidak bisa dikerjakan dari rumah dalam situasi kayak gini. Gimana kalau kita di posisi mereka? Harus ke luar rumah padahal ancamannya juga bahaya.

Pernah nggak sih, pas bosen #DiRumah aja, lalu kita merenungkan banyak hal. Kebanyakan melamun mikirin negara sampai lupa mikirin kamu. #Eh.....

Namun, sebenarnya dari kejadian sekarang ini (Ancaman Covid-19) yang memaksa kita buat social distancing, physical distancing, lockdown, atau apalah lainnya itu, ada banyak hal yang seharusnya patut kita renungkan.

Apa sajakah itu? Mari renungkanlah....

1.Mengajarkan kita kalau cuci tangan itu penting

Siapa di sini kalau abis makan suka main lap aja pakai tisu basah? Hayo ngaku aja karen aku juga begitu. Hahahaha.....jorok emang. Meski sepele, cuci tangan itu penting lho. Apalagi situasi kayak sekarang ini. Kita harus sering-sering cuci tangan pakai sabun. Kalau nggak ada sabun cair, bisa pakai sabun batangan detol yang dipotong-potong. (INI AKU BANGET)

Bahkan dalam artikel (pernah baca) juga menyebutkan kalau cuci tangan juga bisa membuat perasaah lebih bahagia lho. Sayangnya memang hal itu disepelekan hingga muncul situasi kayak gini. Rasanya seperti mengingatkan kembali kalau cuci tangan itu amat sangat penting.

2.Social distancing menyadarkan kita kalau yang dekat belum tentu sampai ke AKAD

Meski agak ngeselin, tapi emang ada benarnya juga sih. Mungkin selama ini dekat sama seseorang. Bahkan udah lama banget tapi tetap saja nggak ada kepastian. Hal ini membuktikan kalau yang dekat belum tentu selalu ada untuk kita.

Social distancing juga mengajarkan kalau seharusnya kita lebih banyak meluangkan waktu di rumah dan menjauhi kerumunan. Pada akhirnya keluarga lah yang selalu ada untuk kita. Saat-saat seperti ini memang paling enak berada di rumah, apalagi kalau kumpul sama orang tua.

Buat kalian yang masih punya orang tua, manfaatkan moment ini untuk lebih dekat. Karena bagaimana pun juga, orang tua (terutama Ibu) adalah sosok yang penting buat kita. Kamu nggak bakal tahu bagaimana rasanya kehilangan sebelum kehilangan untuk selama-lamanya.

3.Pentingnya memiliki skill yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang

Saat situasi sekarang, beberapa perusahaan mungkin sudah menerapkan kerja di rumah (WFH). Bagi yang benar-benar di rumahkan (dalam artian memang berada di rumah dan nggak ngapa-ngapain tapi tetap dapat gaji), mungkin mereka akan mencari peluang dengan skill yang mereka miliki. Misalnya saja, jadi penulis freelance, penerjemah, mengelola konten IG dari akun bisnis orang lain dan skill lainnya yang bisa dilakukan di mana saja.

Tapi bagi yang pekerjaan sehari-harinya berada di depan laptop atau PC dan hanya memerlukan koneksi internet saja, mungkin ini tidak masalah kalau memang harus bekerja di rumah. Yang jadi masalah di sini adalah, bagaimana dengan mereka yang kerjanya memang benar-benar tidak bisa dikerjakan dari rumah, seperti layanan transportasi umum, pekerja proyek, polisi, pegawai rumah sakit, pedagang keliling dan masih banyak lagi.

Situasi sekarang memang serba salah. Nggak masuk dan suruh kerja di rumah ya bosan. Yang kerja di luar juga was-was untuk mengantisipasi terkena virus yang nularnya sungguh-sungguh tidak bisa diprediksi ini.

Semoga yang bekerja di rumah tetap sabar meski bosan. Dan yang kerjanya memang masih di luar rumah, semoga selalu dalam lindungan Alloh. Doa terbaik untuk kalian semua.

4.Lebih sadar jika segala sesuatunya memang terjadi karena kehendak Alloh

Pernah mikir nggak sih? Kalau situasi seperti sekarang ini bikin kita semakin sadar kalau manusia memang nggak patut buat sombong dan membanggakan diri. Bahkan orang kaya sekalipun juga akan mengalami hal di mana merasa was-was ketika keluar rumah pada saat seperti ini.

Di sini juga banyak yang sadar kalau sebenarnya, tempat curhat sekaligus tempat meminta perlindungan hanyalah kepada Alloh semata. Banyak orang yang memanjatkan doa supaya segalanya bisa seperti semula. Bahkan sebentar lagi umat muslim akan kedatangan bulan ramadan. Tentunya semua berharap situasi akan kembali normal supaya bisa berkumpul dengan keluarga saat lebaran nanti.

5.Semakin sadar diri kalau Alloh lah yang menjadi prioritas di atas segalanya

Saat seperti ini memang yang harus banyak-banyak kita lakukan adalah berdoa supaya virus ini segera berlalu. Dengan adanya himbauan agar selalu berada di rumah, ini juga semakin membuktikan kalau tanpa Alloh kita bukanlah apa-apa. Lalu mengapa masih banyak yang belum menomorsatukan Alloh?

Ya memang, namanya manusia kadang banyak lupa atau entah pura-pura lupa. Misalnya saja, kalau denger adzan (khusus buat kaum muslim), kira-kira langsung segera wudhu atau masih mainan henpon nih? Kalau aku jujur aja masih mainan henpon dan baru wudhu ketika sudah Qomat. SUNGGUH MEMALUKAN. Itulah contoh hal kecil kalau belum memprioritaskan Alloh. *SelfToyor


Ada lagi yang sudah kalian renungkan?


~MissAnt~



Seedbacklink

Categories

Pengunjung Hari ini

Cari Blog Ini

Translate

Tutorial Paling Mudah Daftar Freelancer di Projects.co.id

  Sumber Gambar: Pexel   Sebagai seorang freelancer, kamu tentunya sudah tidak asing dengan platform yang satu ini. Projects.co.id meru...

Tentang Penulis

Foto saya
Heloo..thank you for always visit and read my blog ^.^