Sunday, 17 March 2019

7 Perbedaan Antara Introvert Dengan Anti Sosial




Ya namanya juga Introvert, pantes  aja dia Ansos

Lah bukannya keduanya beda ya?

Ahh...sama aja sih

Bedalah...

Samalah

Ya bedalah

Sama aja kalik


*GituAjaTerusSampaiKucingPacaranSamaKebo




Dari pertikaian di atas bisa disimpulkan bahwa tidak semua orang bisa membedakan Introvert dan Anti sosial (Ansos). Beberapa orang mengangap keduanya sama, padahal bedanya ssngat jauh. Berdasarkan banyak artikel yang aku baca, Introvert merupakan jenis kepribadian sedangkan Ansos adalah suatu penyakit mental (CMIIW).

Di antara keduanya, yang lebih parah adalah Anti sosial. Hanya karena seseorang Ansos, bukan berati ia masuk dalam golongan Introvert.  Untuk lebih jelasnya, berikut ada beberapa hal yang membedakan antara Ansos dan Introvert.

Coba pahami, berikut ada beberapa hal yang membedakan antara Ansos dan Introvert;

1.Ansos : Tidak suka bersosialisasi

Introvert : Kurang bisa bersosialisasi.

Udah terlihat bedanya kan? Ansos itu benar-benar tidak suka bersosialisasi. Lebih tepatnya enggan bertemu orang lain. Beda dengan Introvert, mereka adalah orang-orang yang kurang bisa  bersosialisasi meskipun ada keinginan berkumpul dengan orang sekitar.

Akan tetapi , dalam situasi tertentu, seorang Introvert bisa menjadi anti sosial kalau lingkungan sosialnya memang sudah “tidak wajar”. Iya tidak wajar. Nah, yang dimaksud tidak wajar itu seperti apa?  Jawabanya hanya Introvert sendiri yang tahu. Penasaran? Coba tanyakan pada Introvert di sekitarmu.

2.Ansos : Menghabiskan waktu untuk cari masalah sama orang lain.

Introvert : Lebih suka menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang mereka sukai.

Seorang Anti sosial cenderung suka mencari berbagai cara untuk mencari masalah dengan orang lain. Mengapa begitu? Karena ia bermasalah dengan dirinya sendiri sehingga selalu berfikir bagaimana caranya agar orang lain terganggu. Jadi bisa disimpulkan bahwa orang yang suka cari-cari masalah dengan orang lain adalah seorang anti sosial.

Hal ini berbeda dengan Introvert. Orang dengan kepribadian Introvert lebih suka menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang mereka sukai, sesuatu yang membuatnya nyaman dan sebagainya. Intinya, ia lebih suka menyendiri dengan hal-hal yang menurut ia  nyaman. Mungkin inilah yang membuat Introvert seringkali dikaitkan dengan Ansos.


Mitos tentang Introvert yang masih dipercaya



3.Ansos : Selalu menganggap orang lain sebagai musuh.

Introvert : Bisa bersikap ramah dengan orang lain.

Ada orang yang bilang kalau Introvert itu susah bergaul. Siapa yang pernah mikir kayak gitu? Sayangnya pemikiran seperti itu salah. Introvert bisa bergaul dengan orang lain, hanya saja dengan cara mereka sendiri. Bahkan orang dengan kepribadian Introvert cenderung ramah dengan orang lain, apalagi untuk orang yang baru pertama kali bertemu. Perlahan akan menjalin hubungan baik jika memang merasa nyaman.

Nah, hal ini beda lagi dengan Ansos. Seorang Anti sosial cenderung menganggap orang lain atau orang yang baru ia kenal sebagai musuh. Yang ia rasakan adalah rasa tidak suka yang berlebihan. Entah apa yang membuatnya seperti itu, yang jelas Ansos tidak suka menjalin kedekatan dengan orang lain.

4.Ansos : Membutuhkan pengobatan atau seseorang yang bisa mengubahnya.

Introvert : Tidak bisa disembuhkan karena tidak berbahaya.

Jika masih ada yang sulit membedakannya, maka di sinilah perbedaan yang paling mencolok. Ansos merupakan jenis penyakit yang membutuhkan kesembuhan karena jika dibiarkan terlalu lama akan membahayakan dirinya dan orang lain di sekitarnya. Jika kamu punya teman yang tergolong anti sosial, maka jangan dijauhi. Sebaiknya dekati ia secara perlahan, meski sulit namun cara tersebut mampu menyembuhkan sifat Ansosnya.

Berbeda dengan Introvert, ini merupakan jenis kepribadian yang tidak berbahaya. Kita tidak bisa mengubah atau menyembuhkan orang Introvert karena mereka punya cara tersendiri untuk bersosialisasi, tentu saja dengan cara yang unik.

Dari sini bisa dilihat perbedaannya kan? Jadi, mana yang lebih berbahaya?

5.Ansos : Sulit menjalin kedekatan dengan orang lain.

Introvert : Bisa menjalin kedekatan dengan orang yang dianggapnya nyaman.

Siapa bilang kalau Introvert adalah sosok yang tidak mau berteman dengan siapa saja? Justru mereka adalah orang yang suka berteman dengan orang-orang baru meskipun nantinya menjadi sosok yang paling pendiam. Tapi jika orang Introvert bertemu dengan orang baru dan membuatnya nyaman, maka ia bisa berteman baik.

Ansos tentu beda jauh dengan Intovert karena termasuk orang yang  sulit menjalin kedekatan dengan orang lain. Meski banyak orang yang mendekatinya, orang yang Anti sosial cenderung lebih suka menjauh karena yang dipikirkan hanyalah kebencian sehingga sulit menjalin hubungan dengan orang lain, kecuali ada hal-hal tertentu.

Pekerjaan yang cocok untuk Introvert

6.Ansos : Bisa menjadi ekstrovert.

Introvert : Sulit menjadi ekstrovert.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak Introvert yang masuk dalam golongan Ekstrovert. Hal itu bisa membuatnya seakan tenggelam karna ia tidak mampu menyamai mereka yang tergolong Ekstrovert. Jika orang yang berkepribadian Ekstrovert memaksa Introvert untuk tidak banyak diam dan harus seperti mereka, maka hal itu salah besar karna Ekstrovert dan Introvert adalah dua kepribadian yang berbeda.

Lalu apakah ada kemungkinan seorang anti sosial menjadi ekstrovert? Sangat mungkin sekali. Bukankah anti sosial sulit bersosialisasi, mengapa mendadak bisa ekstrovert? Itu merupakan suatu taktik yang akan dilakukan untuk melancarkan keinginnanya, misalnya rasa bencinya terhadap seseorang atau aksi balas dendam dari sakit hatinya.

Anti sosial lebih berbahaya dari pada Introvert. Jika sudah menemukan taktik untuk kebetuhan pribadinya, maka tak segan-segan mereka menjelma menjadi seorang Ekstrovert.

7.Ansos : Penyakit mental.

Introvert : Kepribadian.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Introvert dan Ansos itu beda banget. Yang satu adalah penyakit mental dan yang satunya adalah kepribadian. Sayangnya masih banyak yang menyamakannya. Terlebih soal  sosok Introvert yang banyak diam dan lebih asyik dengan apa yang dia lakukan ketimbang harus ngobrol dengan orang sekitar.

Bahkan ada yang menganggap kalau orang yang lebih suka melakukan apa yang mereka sukai dan tidak mau bersosialisasi dengan sekitar adalah Anti sosial. Ya menurutku wajar, terutama kalau sosialnya dipenuhi orang-orang yang tidak mau berfikir maju, suka mengeluh dan suka menjelek-jelekkan orang lain. Kalau kamu berada pada situasi tersebut, lebih baik dibilang ansos dari pada harus terjebak dengan sosial yang nggak berfaedah. Yekan?

Yang perlu diingat adalah tidak semua  Ansos adalah Introvert dan sebaliknya. Tapi dalam hal tertentu Introvert bisa menjadi Ansos kalau sosialnya memang benar-benar tidak bagus untuk kesehatan mental. Semuanya tergantungn sosial sekitar. Dan yang paling berbahaya adalah Anti sosial yang menyamar sebagai Ekstrovert, karna itu adalah sebuah penyamaran yang akan melancarkan aksinya.

~MissAnt~

2 komentar:

duniaputri said...

akunya ga setuju sih ama anti sosial yang dimaksud di sini.

ansos bukan sakit mental sih rasa2nya yha, kecuali bilangnya Antisocial Personality Disorder.

Ananta FP said...

Iya kak, itu maksud aku. Kurang lengkap kalimat aku mengenai Ansos. hehe...makasih masukannya kak Putri

Post a Comment