Wednesday, 18 March 2020

Jika Aku Menjadi Bos





Buseeet...judulnya udah kayak serial tipi zaman dulu. Ada yang ngerti nggak? Kalau ada berarti kita seumuran donk. Ngomongin soal keinginan konyol, kamu pernah nggak sih kepingin jadi Bos? Eh tapi menjadi Bos kayanya bukan keinginan konyol deh. Semua orang bisa melakukanya. Semua orang bisa jadi Bos kok. Mungkin beberapa yang baca ini langsung kepikiran, “Heh...mana mungkin lo jadi Bos”. Nah....mental kayak gini nih yang nggak maju-maju. *Emaap

Kadang suka ngelamunin hal-hal yang bikin kesel. Misalnya saja masalah dalam pekerjaan. Tapi di sini bukan  masalah karena kerjaan berantakan atau apa ya. Yang Aku tekankan di sini adalah drama kantor yang sering terjadi. Drama kantor memang selalu ada sih. Apalagi kalau kaku udah lama kerja dan pindah-pindah, pastinya udah paham sama yang namanya karakter Penjilat, Ular, Mau nebeng popularitas, Sok berkuasa dan masih banyak lagi.

Saking seringnya nemuin jenis makhluk begituan, jadi sempet mikir. Gimana kalau Aku jadi Bos aja sih. Ya tapi Bos yang PROFESIONAL donk. Bukan “Bos-Bos” an. Lah emang ada Bos-Bos an yak? Ada donk, kan kalau abis lari kita jadi Bos-Bos-an (Read : Ngos-ngosan). Apaan kagak lucu Njirrr.......

Oke-oke tetap tenang yak. Tapi ini serius lho. Dari banyaknya karakter di tempat kerja yang berbeda-beda, rasa-rasanya Aku jadi pingin jadi Bos. Pokoknya orang yang punya wewenang dalam sebuah perusahaan deh. Kalau nggak ya, wewenang dalam bisnis kecil-kecilan gitu. Nggak papa lho, siapa tahu kita semua jadi Bos. Lah.....kalau semua jadi Bos, siapa yang jadi pegawai donk. Ya elu kalik.....

Kita bebas berkhayal menjadi siapa saja. Mau ngayal tinggi juga nggak papa kok, asal siap kalau jatuh. Tapi dalam sebuah khayalan, kadang emang ada yang jadi kenyataan. Hati-hati, siapa tahu pas kamu ngayal pingin jadi Bos dan di-aamiin-in sama malaikat sekaligus di doakan. Gimana? Mau nggak? Mauk banget lah Aku.

Jadi, apa yang harus Aku lakukan kalau Aku jadi Bos?

Yang pasti Aku bakalan nyari SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualias. Dari yang Aku perhatikan, SDM yang berkualitas tidak semata-mata menguasai skill yang dipelajari saat masih berada di bangku sekolah. Secara kan kamu sekolah kan tentunya belajar tentang hal itu, ya masa sih kamu nggak menguasai. Jadi wajar kan kalau semua orang punya udah paham dengan bidang yang mereka pelajari saat masih sekolah.

Lalu skill yang kayak gimana yang Aku inginkan kalau Aku jadi Bos nanti? Tentunya skill yang dibutuhkan di Era Digital donk ya. Ini sudah tahun 2020 lho. Inget ya, udah tahun 2020. Tentunya kamu harus lebih berkembang dari yang dulu-dulu. Tapi kalau dulu aja kamu nggak ada perkembangan dan Cuma gitu-gutu doang, maka akan kesulitan buat bersaing di Era yang semakin digital ini.

Skill apa ajayang harus kamu miliki di tahun 2020? Coba baca di sini deh. Aku pernah nulis panjangh lebar. Abis baca, kira-kira kamu udah punya yang mana aja. Zaman sekarang, asal kamu kreatif aja udah bisa jdi duit kok. Apalagi dengan adanya teknologi yang semakin canggih. Udah ada komputer, udah ada koneksi internet, udah ada skill juga, lalu kenapa tidak mau berkembang dan banyak belajar? Toh sekarang kasarannya begini, dengan “bertanya” sama mbah Google aja kamu nemu jawabanya. Kecuali nanya siapa jodoh kamu.

Mengapa kualitas SDM itu penting?

Misalnya begini,

Dalam sebuah bisnis, Aku adalah seorang Owner atau CEO atau orang yang punya wewenang atau apalah. Pokoknya sekelas itu. Trus Aku lagi nyari pegawai buat salah satu tim. Pasti Aku akan lebih memilih orang yang berkualitas. Tahu kan maksud dari berkualitas di sini. Kasarannya bisa PROFESIONAL, TANGGUNG JAWAB dan yang pasti punya Leadership yang bagus. Dari awal Aku bakalan nyari orang dengan kriteria tersebut. Setelah dapet, nantinya bakal Aku training dan Aku lihat apakah ini benar-benar bisa Aku andalkan?

Kenapa Aku sok Iye banget meski masih ngayal bakal jadi Bos?

Ya karena masih ada beberapa kualitas SDM yang Cuma abal-abal. Entah gimana awalnya bsia dijadikan pemimpin padahal juga nggak ada skill sama sekali. Profesionalnya nggak ada, Leadershipnya nggak ada, Tanggung jawab masih ada dikitlah. Trus kalau kayak gitu kenapa bisa jadi pemimpin? Cara menuju ke situ gimana? Emang PURE dipilih atau........

Kalau kamu baca-baca dari sosmed, tentunya banyak nemu seputar pelatihan Leadership. Itu membuktikan kalau jadi pemimpin itu tidak hanya pangkat pemimpin doang tetapi juga harus dibuktikan dengan tanggung jawabnya. Pemimpin itu harus tegas dan tidak mudah dipengaruhi. 

Hanya karena si A tidak suka dengan si B maka pemimpinnya juga ikut-ikutan nggak suka sama si B. Eh Elu pemimpin apa polower nih....kalau Aku jadi Bos, kagak bakal ada model pemimpin beginian.
Aku maunya punya pegawai yang Profesional yang bisa mengayomi. Yang bisa ngasih solusi tanpa menjatuhkan. Jangan saling percaya tanpa harus punya pikiran negatif HANYA DARI KATANYA saja. Nah....model kayal gitu tuh yang nggak bakalan Ada kalau Aku nanti jadi Bos.

HRD seperti apa yang Aku inginkan?

Nantinya Aku bakal memilih HRD yang bisa nyari kandidat yang Aku inginkan. HRD nantinya juga akan bekerja sama dengan Bos dalam hal perekrutan. Sebagai Bos, Aku nggak mau lepas tangan untuk urusan rekrut pegawai. 

Karna apa? Karna Aku pingin perusahaan yang Aku pimpin punya nilai lebih di mata orang lain, tidak hanya kesuksesan produk yang Aku kembangkan tetapi juga kualitas SDM yang bisa menginspirasi perusahaan lainnya.

HRD nantinya juga harus tegas dan Profesional. Yang mana bisa memilih mana kandidat yang memang benar-benar pantas dan mana yang harus ditolak. Kenapa begitu? Hal ini untuk menghindari calon kandidat yang merupakan “titipan”. 

Titipan di sini misalnya  tetangganya HRD, adiknya Bos,  Anaknya Manager atau siapa saja yang Cuma “titipan” doang tanpa memiliki skill yang memadahi. Selama Aku jadi Bosnya, nggak bakalan ada pegawai yang skillnya Cuma kelas teri. Jadi kepingin sambel teri, enak kali yaaa.....

Sebagai seorang HRD, Aku akan menekankan pada mereka agar bisa menangani pegawai-pegawai yang terlihat punya masalah dengan pekerjaannya. Bukankah HRD juga sebagai “tempat curhat” para karyawan? (C.M.I.I W). 

Katanya kalau HRD gitu (khususnya yang lulusan Pskologi) bisa tahu karakter seseorang hanya dari cara bicaranya atau cara seseorang membalas jabatan tanganya ya? Gitu nggak sih? Aku kurang paham sih. Yang jelas Aku bakal nyari HRD yang berkualitas dan bisa menyelesaikan tugas secara profesional. 

Dan tentu saja HRD di sini juga harus bisa menjadi penengah dan lebih profesional. Jadi harus benar-benar menjadi pembela TANPA PILIH KASIH. 

Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas, apakah Aku bakal ngasih Gaji GEDE ke pegawaiku?

Nah....itu dia. Kalau soal itung-itungan gaji, nanti Aku share kalau aku beneran jadi Bos ya? Kan itu tadi Cuma stimulasi doang. Jadi yang paling penting Aku memilih kayak gimana Sumber Daya Manusia yang Aku inginkan dulu, untuk urusan gaji nanti pasti dikasih yang terbaik. Toh,,,,perusahaan tentunya tahu berapa harus menggaji pegawainya.

Aku pernah baca seperti ini,

“Kalau kemampuanmu bisa mendapatkan gaji 10 juta tapi kenyataanya hanya mendapatkan 5 juta, maka yang 5 juta akan digantikan dengan bentuk lain. Tetapi kalau kemampuanmu hanya bisa digaji 10 juta dan ternyata kamu mendapatkan gaji 20 juta, maka yang 10 juta akan diambil dalam bentuk lain”

Kira-kira seperti itu. Aku lupa dari mana sumbernya. Intinya kalau kita sebenarnya mampu mendapatkan gaji besar tapi hanya diberi kurang dari yang seharusnya, maka sisanya akan diganti dalam bentuk lain. Ingat ya, rejeki tidak hanya berbentuk uang. Teman yang baik dan selalu ada saat kita “Jatuh” juga merupakan rejeki.

Oke sementara itu dulu ya khayalanku jadi Bos. Tenang, Aku bakalan jadi Bos yang asyik kok. Mungkin beberapa orang lebih menyuali kata Leader dibanding Bos. Iya nggak sih? Tapi menurutku aneh sih kalau judulnya jadi,

Jika Aku Jadi Leader.......ah jelek banget ini

Mending judulnya, JIKA AKU JADI BOS. Kan lebih keren. Iya kan? Iyain aja deh. Nggak papa masih ngayal dulu. Siapa tahu jadi kenyataan. Ayo Aamiinkan sama-sama. Makasi banyak yaaaa......

*SalimSatu-Satu.....eh untuk sementara salam wakanda dulu ya. Semoga situasi segera membaik. Aamiin.

~MissAnt~



0 komentar:

Post a comment

Popular Posts