Sabtu, 01 September 2018

Perawatan Alami Dengan Naava Green (Review)



“Eh...gimana kamu pakai itu cocok nggak”
“Hati-hati aja kalau milih produk, apalagi yang murah, Diiih....”
“Ternyata krimnya bla..bla...bla...ya pantes aja, secara murahan”
“Percuma perawatan kalau Cuma setengah-setengah”

Hm..kira-kira seperti itu komentar-komentar yang aku baca sebelum akhirnya memilih Naava Green. Btw, aku termasuk baru dalam hal memakai krim-krim kayak gini. Sejak SMP sampai segede ini dan sebelum pakai Naava, aku Cuma mengandalkan Bedak Mars, yap....bedak segala umat sodara...sodara. Kalian yang mukaknya masih pakai Bedak Mars sampai sekarang coba tunjuk jari? Nggak papa, yang penting alami karna lebih memancarkan kecantikan alami. Ceileee.....

Awal Tertarik Naava Green

Bisa dibilang aku belum lama memakai Naava Green. Kurang lebih setahun lah ya. Aku inget banget, pokoknya aku mulai konsul ke Naava pas 2 hari menjelang puasa tahun 2017. Berhubung aku ini orangnya agak rempong kalau pakai-pakai krim kayak gitu, jadinya aku perlu baca-baca review tentang pemakaian produk Naava. Entah itu review bagus atau buruk, pokoknya aku baca semua.

Tak hanya baca reviewnya, aku juga nanya ke temen yang dulunya pernah memakai Naava. Yap, aku hubungin lewat Wasap, basa-basi bentar lalu langsung deh kepoin gimana kesannya memakai Naava. Dan dia menjelaskan dengan detail. Dari situ, aku percaya kalau produk ini ternyata bagus. Lalu, apakah aku langsung beli? NGGAK DONG. Cari info lainnya dulu. Hahaha.....kan emang aku ini susah percaya.

Aku tanya temen lain yang udah lebih dulu perawatan. Apa yang mereka pakai hingga efek samping yang mereka alami. Haha...gini banget ya aku tanyanya. Iya dong, harus pokoknya. Muka adalah aset. Jadi jangan main-main dalam memilih produk. Iya nggak? Iyain aja yak daripada ribet. Heheee~

Samai pada akhirnya aku nemuin artikel yang oke banget (lupa linknya apaan saking banyak yang aku baca). Dia review pengalamannya memakai Naava setelah berbulan-bulan dan hasilnya beda sama yang aku baca di artikel lain. Memang ya, kalau mau tau hasil itu harus dilihat dulu prosesnya. Dari yang aku baca tersebut, aku langsung yakin karna apa? Hasilnya nggak langsung jadi keliatan kalau alami.

Aku juga sering melihat wajah orang-orang yang perawatan, ada yang putih bersih, ada yang merah kalau kena panas, dan beda-beda lah. Sejak saat itu aku memutuskan untuk memilih Naava Green. Mengapa? Karena hasilnya nggak instan. Harus melalui proses.  Dan ternyata benar. Alhamdulillah sampai sekarang aku cocok pakai Naava Green karena mengikuti prosedur.

Aturan memakai suatu produk kecantikan biasanya harus satu saja dan nggak boleh dicampur-campur. Nah, yang bikin kebanyakan orang nggak cocok adalah pemakaian yang dicampur dengan produk lain.


Produk Naava Yang Aku Pakai

Setelah membaca reviewnya, akhirnya aku langsung  konsultasi ke Naava Green. Pertama kali aku datang ke Naava Cabang Jogja di dekat Gembira Loka. Waktu itu antri banget. Sambil duduk menunggu, aku perhatikan orang-orang sekitar yang kayaknya udah pakai Naava. Ternyata jauh dari review buruk yang aku baca. Kulitnya juga bagus, kalaupun putih itu nggak putih banget, Cuma bersih aja. Ingat ya, putih sama bersih itu beda.

Lalu, tibalah giliranku dipanggil masuk ke ruang konsultasi. Akhirnya seorang Dokter bertanya padaku, “sebelumnya pakai krim apa, mbak”. Belum pernah, Dok. “Saya Cuma pakai bedak Mars saja sama pembersih Viva”. Jawabku jujur biyanget. Haha~

Kemudian Dokter itu memandangi wajahku dan bilang, “Mbaknya komedonya banyak ya”. “Iya, Dok”, jawabku nyegir kuda. Kemudian Dokter menyarankanku pakai, Facial wash, Toner, krim pagi dan malam. Namun, aku bilang ke Dokter kalau Aku agak sensi kalau pakai Toner. Lalu Dokternya nggak maksa dan akhirnya Cuma ngasih aku 3 Produk, yaitu.

Facial Wash



Ini pertama kali aku pakai facial wash. Sebenarnya pas Dokter mau ngasih 4 produk, aku sempet bimbang. Dalam hati aku berkata, “apa aku ambil krimnya aja ya”. Hmm...daripada ragu mending aku tanya langsung, “Dok, sebenarnya mending pakai Toner atau Facial Wash saja”? Lalu aku dikasih Facial wash saja. Yaudah aku nurut aja, itung-itung nyobain facial wash Naava.

Pas dibuka baunya enak banget. Pokoknya seger dan nggak terlalu mencolok baunya. Teksturnya juga agak kental dan busanya lembut sehingga enak banget pas makai. Yang bikin aku langsung tertarik, ternyata facial wash Naava nggak bikin kering. Awalnya aku mengira kalau facial wash bakalan bikin kering, soalnya kulitku cenderung kering. Ternyata enggak, enak banget dan muka terasa kenyal.

Untuk pemakaiannya cukup dua kali sehari, pas mandi pagi dan malam sebelum tidur. Oiya, ngambilnya dikit aja ya, jangan kebanyakan dan jangan terlalu sedikit. Kata Dokter ngambilnya sebesar biji jagung saja. Usapkan ke tangan lalu basuh ke wajah dengan lembut. Dengan begitu hasilnya juga lebih kenyal.

Krim Pagi

Awalnya pakai krim pagi aku baca Bismillah dulu. Haha.....seriusan. Baunya ternyata juga enak. Seger banget. Cara ambilnya juga pelan-pelan karena teksturnya setengah cair dan kental. Cukup sebesar biji jagung aja lalu aplikasikan ke titik-titik wajah seperti, dahi,  hidung, pipi kanan-kiri dan dagu. Setelah itu baru ratakan.

Krim ini cepat meresap dan tidak berminyak. Pas banget di kulitku yang sebelumnya nggak pernah pakai krim. Dulu-dulu pernah pakai Ponds, Garnier, Gizi tapi Cuma 4 hari, setelah itu aku tinggalin karena nggak cocok. Yap, kulitku tergolong sensitif, jadi memutuskan memilih produk juga rempong banget melalui proses dan pemikiran yang panjang. Haha~

Saat pertama memakai hingga habis sekitar 2 bulan alhamdulillah cocok-cocok saja. Nggak ada efeknya. Kulitku juga lebih bersih. Ingat ya, bersih tak harus putih. Masalah komedo juga hilang. Pokoknya puas banget. Hingga akhirnya aku pakai krim pagi dengan kode NG-AC1A. Tiap habis dan konsultasi selalu ditanya, “ada keluhan apa mbak”. “Nggak ada, Dok”. Lalu aku dikasih resep krim pagi dengan kode NG-AC1A sampai sekarang. 

Dokter menyarankan kalau krimnya habis dan nggak ada masalah dengan kulit wajah, mending langsung beli aja dengan kode tersebut. Dan alhamdulillah aman. Tapi emang kadang muncul jerawat, tapi nggak masalah. Aku jerawatan kalau sebulan sekali pas menjelang Haid.



Krim Malam

Untuk krim malam aku hanya ganti 2 kali. Kode yang pertama emang nggak ada masalah. Tapi pas Konsultasi, kebetulan Dokter tanya ke Aku. “Mbak, ini mau kadar krimnya dikasi pencerah nggak? Biar wajahnya cerah”. “Iya Dok....Iya....tambahin aja”, Jawabku dengan penuh semangat dan ngarep wajahku nantinya bisa kinclong. Akhirnya Dokter ngasih aku resep baru, kodenya NG-W4B.

Jenis kulit orang emang beda-beda. Ada yang bisa kinclong banget dan ada yang hanya bersih. Dalam hal ini aku masuk kriteria yang kedua. Berhubung kulitku emang bawaanya nggak bisa kinclong banget, minimal hasilnya bersih dan (menurutku) lebih cerah.

Untuk pemakaian krim malam sebaiknya hindari area dekat hidung, dekat mata dan dekat bibir. Tapi itu berlaku untuk pemliki kulit sensitif sepertiku. Aku mengalami kering di bawah hidung selama kurang lebih seminggu, pas aku facial ke Naava, aku tanya kenapa kok begitu. Ternyata area bawah hidung memang harus dihindari. Sekarang udah normal lagi dan nggak ada masalah.

Harga Produk Naava Green Sesuai Jenis Kulitku

Memilih produk yang sesuai  untuk jenis kulit tak harus mengeluarkan banyak uang sehingga kamu nggak bisa jajan. Aku pilih Naava Green karena kebetulan cocok dan nggak mahal-mahal banget (ini penting). Yang terpenting dari memakai produk adalah cocok dan nggak ada masalah sama kulit. Iya kan?

Harga Facial Wash : Rp.19.900
Krim Pagi : Rp.40.000
Krim Malam : Rp. 50.000

Alhamdulillah pas pilih Naava langsung cocok. Jadi, kalau mau cocok memakai suatu produk, tipsnya sangat mudah. Cukup ikuti prosedur yang dianjurkan Dokter. Kalian yang memakai produk kecantikan tentu sudah dijelaskan secara detail gimana pemakaiannya kan?

Kalau aku kemarin  disarankan seperti ini,

Pertama, pakai terlebih dahulu facial wash. Kemudian lanjutkan dengan krim pagi. Setelah dipakai sholat (untuk yang muslim), sebaiknya siangnya jangan memakai lagi. Aturan memakai krim pagi adalah satu kali. Jadi setelah membasuh muka pada siang hari jangan memakai lagi. Ingat ya. Krim  pagi hanya dipakai sekali. Kalau siang setelah membasuh muka pakai krim lagi biasanya Tirai dan serum. Tapi aku nggak pakai itu. Sementara ini lagi nyamana pagi krim paginya aja.

Kedua, sebelum pakai krim malem, pakai facial wash terlebih dahulu. Kata Dokter, setelah memakai krim malam, usahakan 30 menit-1 jam sebelum tidur. Hal ini tujuannya agar krim meresap dan tidak menempel pada sarung bantal atau sprei. Setelah itu baru deh, dipakai buat tidur.

Warna krim pagi dan krim malam tidaklah sama. Biasanya krim malam berwarna kuning hampir kayak buah nangka muda, sementara yang krim pagi warnanya putih. Mungkin warna untuk kode lain berbeda-beda. Kemasannya juga bagus karna ada tutup transparannya. Setelah tutup utama akan ada tutup transparan supaya lebih higienis.

Kesimpulan

Aku sebenatnya udah lama pingin review Naava. Tapi aku nggak mau kalau hasilnya belum terlihat jelas. Berhubung udah setahun pakai Naava dan hasilnya udah terlihat, maka aku berani review. Nggak mungkin kan kalau aku reviewnya bohong, kasian yang nantinya baca dan kemudian mengurungkan niat untuk membeli. Memakai krim itu juga butuh proses, hasilnya juga nggak bakalan keliatan setelah sebulan atau dua bulan.

Seperti halnya pencapaian, kita belum bisa merasakan apa yang kita capai dalam waku singkat. Butuh waktu untuk mendapatkan apa yang sudah kita perjuangkan. Yakin deh, semua akan indah pada waktunya. Sampai jumpa lagi di review berikutnya. Semoga bermanfaat.

~MissAnt~




Kamis, 23 Agustus 2018

Yuk....Ngadem di Hutan Pinus Mangunan



Wisata hutan pinus mangunan memang menjadi tempat ngadem paling favorit. Kalian yang suka dengan pemadangan ala-ala twilight sebaiknya kudu piknik ke sini deh. Meski tempatnya jauh dan jalananya berkelok-kelok, tapi kalian nggak bakalan nyesel setelah sampai kesana.

Berkunjung ke Hutan Pinus Mangunan bukanlah kali pertama. Ini udah yang kedua bagiku (hahaa....baru yang kedua yak). Pas pertama kali ke sana kebetulan musim hujan, jadinya becek banget jalannya. Kedua kalinya kebetulan cuacanya cerah banget, jadi terasa sejuk. Bisa poto-poto puas. Meski poto seratus kali, tetep aja yang bagus Cuma beberapa. Tapi nggak papa lah ya.





Bahkan, tiap Aku ke sini selalu ramai pengunjung. Pokonnya nggak ada area yang sepi. Tempat duduk bentuk pohon yang ada di lokasi juga tak pernah “selo”. Selalu penuh dan orang pastinya nggak mau duduk Cuma sebentar kan? Secara tempatnya adem banget. Kapan lagi bisa piknik ke hutan yang hanya ditempuh sekitar 1,5 jam dari Jogja (Itu sih kalau aku yang berkendara soalnya alon-alon alias pelan-pelan...heheee).

Pas dulu ke sini, kayaknya lokasi belakang belum ada taman bunganya deh. Apa mungkin waktu itu masih musim hujan kali ya, jadinya belum ada bunga-bungan seindah ini. Pengelolaanya juga bagus dan bersih. Terbukti nggak ada sampah berceceran karena sudah ada tempat sampahnya. Apalagi desain kamar kecilnya yang lucu banget. Nggak percaya? Datang langsung aja deh....






Tiket Masuk Hutan Pinus Mangunan



Sebelum dateng ke sini, aku mikirnya pasti tempat wisata ini mahal. Nggak taunya murah meriah euy. Biaya masuk hanya Rp.2.500. Selain itu Cuma ditambah biaya parkir sekitar Rp.2000 kalau nggak salah. Pokoknya nggak sampai Rp.5.000 kok parkirnya. Gimana? Bisa poto-poto semaunya lagi. Jadi, kapan kamu mau ke Hutan Pinus Mangunan ngajak akuh?

~MissAnt~



6 Cara Ampuh Menambah Follower di Instagram


Sumber Gambar: Pexel



Ingin menambah follower di Instagram tanpa harus beli follower ? Bisa kok. Caranya mudah. 

Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa banyaknya follower sangat dibutuhkan agar terlihat menarik di jagad sosmed. Iya nggak sih? 

Meski tidak semuanya, tapi kamu yang berpendapat demikian juga bisa mendapat banyak follower tanpa harus membelinya.

Kalau aku pribadi sih memang nggak terlalu ngebet banget punya follower banyak. 

Buat apa  punya follower banyak tapi kalau konten yang kita bikin nggak menarik? 

Iya nggak? Namun tak bisa dipungkiri sodara-sodara, punya follower banyak emang keliatan keren. Hahahahaaa~

Nah, dari artikel yang aku baca dari sini, ada cara mudah untuk menaikkan follower. Semua orang bisa melakukannya asal berusaha (ceileee…). 

Mau tau caranya kan? Langsung aja simak yak..


1.Memilih konten yang “kamu banget”


Yang paling menarik perhatian follower adalah konten yang kamu bikin adalah konten yang kamu banget. 

Maksudnya, kalau kamu suka traveling, ya usahakan agar kontenmu penuh dengan tempat-tempat wisata. 

Kalau kamu suka make up, usahakan agar isinya seputar make up (Tutorial dan review produk). 

Dengan begitu orang yang sehobi denganmu akan tertarik dan follow akun kamu.

2.Pilih konten yang paling disukai kebanyakan orang

Bermain sosial media  harus pandai mencari tau apa yang orang lain sukai. 

Percayalah,  ada banyak hal menyenangkan yang diposting di sosial media. 

Kalau nggak percaya cari aja di tombol “explore”, dari situ banyak konten yang paling banyak disukai. 

Nah, tugasmu adalah cari tau apa yang paling banyak disukai, nggak sulit kok.

Kalau nggak ya, kamu posting sesuatu yang kamu sukai, misalnya wisata lokal, secangkir kopi, buku, tutorial dan konten lain yang menarik. 

Dari semua itu kamu bisa pantau sendiri, mana yang paling banyak disukai. Dengan begitu kamu akan dengan mudah mengetahui apa yang mereka inginkan.

3.Perlakukan Follower dengan baik


Ini juga sangat penting. Kadang ada orang yang kepo mau follow akun kita, tapi setelah melihat kolom komentar ternyata cara membalasnya tidak menyenangkan, langsung deh malas follow. 

Jadi, usahakan kamu berinteraksi dengan baik dengan semua followermu.

4.Posting secara konsisten


Mau follower meningkat setiap hari? caranya mudah. Kamu nggak perlu beli follower karena ada cara lain yaitu dengan posting secara konsisten. 

Minimal sehari sekali. Pastikan apa yang akan kamu posting mengacu pada point 1 dan 2 ya.

5.Bikin Bio semenarik mungkin


Hal ini sebaiknya jangan diabaikan. Pertama kali orang “kepo” akun biasanya akan melihat bio. 

Kalau mereka tertarik dengan salah satu apa yang kamu tulis di Bio, mereka bakalan follow. Aku udah membuktikannya lho. 

Seriusan. Jadi di Bio IG ku, aku cantumin “Blogger” gitu, trus ada yang Follow dan DM, “Mbaknya blogger ya”. Gitu. Heheheeee…*JadiMaluuuuuk

6.Jangan lupa sertakan hashtags


Kalau kalian adalah pengguna instagram kelas berat. Tentunya “ngeh” dengan rentetan hashtags atau tagar  yang ada di bagian bawah. 

Ternyata hal itu ada untungnya lho. Yap, kamu bisa menarik follower dengan cara tersebut. Tapi ingat ya, pastikan antara konten dan hashtags ada hubungannya lho.

Untuk penggunaan hashtags,  ternyata minimal 10 dan maksimal 30. Jadi pastikan hashtags yang kamu pakai menarik dan mewakili apa yang ada pada konten. 

Dengan begitu, followermu akan bertambah. Pokoknya konsisten aja ya. Banyak baca aja. 

Ada banyak artikel yang bakal membantumu buat naikin follower dengan cara yang mudah.

Itulah cara mudah dalam meningkatkan jumlah follower. Meski tidak langsung drastis, paling nggak followermu bakalan bertambah. 

Sebenarnya ada dua tipe orang saat bermain sosmed, yang pertama hanya untuk bersenang-senang dan yang kedua untuk mengejar follower. 

Jadi, kamu termasuk tipe yang mana  nih?







~MissAnt~

Selasa, 24 Juli 2018

5 Nilai Yang Diambil Dari Film 22 Menit



Apa yang bakal kamu lakukan kalau kamu lakukan kalau hanya diberi sisa waktu 22 menit?

Sekilas melihat layar bioskop pas nonton film 22 menit, seakan kembali ke Jakarta. Rasanya kangen dengan suasana Jakarta. Sempat nyari duit di Ibu kota ternyata aku bisa kangen juga setelah nggak  di sana? Kenapa? Yah…namanya juga kangen, datengnya suka dadakan. *Hallaaaaaa……

Sejak kemunculan trailernya emang bikin penasaran banget. Apalagi pas filmnya udah tayang perdana tanggal 19 Juli kemarin, banyak banget tweet-tweet yang membahas soal ini dna aku cuma bengong penasaran. AKhirnya kemarin baru nonton dan WOW…..

Ya memang sih, tiap orang punya pandangan yang berbeda tentang sebuah film. Kalau aku pribadi lebih suka mengambil nilai dalam sebuah film. Berdasarkan pengamatan pribadiku, film ini memiliki beberapa nilai yang patut diacungi jempol.

Nilai-nilai yang dapat diambil dari film 22 menit

1.Kesigapan anggota  POLRI dalam melawan Terosisme.

Ini yang penting banget buat diacungi jempol. Dalam film tersebut menunjukkan kinerja polisi Indonesia yang cepat tanggap. Saat ,mendengar terjadinya BOM, mereka langsung turun tangan dengan pasukannya melaui darat laut dan udara. Bahkan mereka menangkap tersangka dalam waktu  yang cukup singkat selama 22 menit.

2.kekhawatiran Menjalani LDR.

Lah kenapa sampai ngebahas LDR? Kalau ngeh sama film ini, pasti kalian bakalan nyimak percakapan Shinta (Taskya Namya) dengan teman sekantornya. Begitu juga dengan Firman (Ade Firman Hakim) dengan sesama Polisi saat di Pos Polisi. Yang aku inget, Shinta khawatir memanjalani LDR karena Firman akan dipindah tugaskan ke Sulawesi. Bahkan Shinta sampai mengurungkan niat pernikahannya.

LDR bukanlah masalah besar asal keduanya memiliki kepercayaan yang tinggi. Hubungan jarak jauh yang dialami di sini adalah tentang Polisi dan Karyawati. Cara Shinta menghindar ternyata tidak benar-benar menghindar, dia hanya ingin menyelamatkan kisah cintanya seperti apa yang dialami Ayah dan Almarhum Ibunya.

3.Hargai kebersamaan yang sederhana.

Kalau menurutku, scene yang bikin ternyuh di film ini adalah ketika Anas (Ence Bagus) lagi ngobrol sama Ibunya. Saat itu Anas mau berangkat kerja dan Ibunya nyamperin. Eh,,,nggak taunya itu adalah moment terakhir sebelum Anas menjadi korban ledakan Bom Thamrin di hari itu. Dari sini bisa diambil hikmah bahwa kita nggak tau kapan orang tersayang akan pergi. Sedih banget pas scene ini. Apalagi pas Ibunya nyamperin ke Jenazah Anas ke rumah sakit. Mpe netes air mata. Hihihi….serius sih nggak lebay.

4.Akan selalu ada orang yang khawatir dengan keadaanmu.

Secuek-cueknya cewek kalau dihubungin, tapi ia tetap punya rasa peduli tinggi. Meski Shinta selalu cuek dengan Firman, namun ia tetap menjadi orang yang berada disisinya. Yang udah nonton pasti tau donk adegan ini.
Jangan pernah berfikir Kamu tak berarti apa-apa. Karna hanya orang yang benar-benar peduli dan sayang sama kamu yang khawatir saat bencana berada dekat denganmu. Seperti saat terjadi ledakan dan berita sudah tersebar. Lihat kan betapa khawatirnya Ibu Anas dan Istrinya AKBP Ardi (Ario Bayu)  saat tau ada Bom.

5.Lebih  berani melawan teroris.

Dalam film ini juga menunjukkan betapa beraninya warga Jakarta dalam meengatasi aksi terror. Semua akan baik-baik saja jika ada kerjasama antara POLRI dan masyarakat dalam mengatasi aksi terror, dengan begitu akan tercipta suasana yang lebih nyaman.

22 Menit emang keren banget. Efek ledakannya total. Apalagi pas ada peluru tembus gedung dan ada pasukan Jibom  yang langsung terjun mausk ke dalam gedung dan menangkat teroris yang bersembunyi di dalam gedung tersebut. Itu keren banget. Pokoknya film 22 menit harus masuk daftar film yang harus kamu tonton deh. Penasaran kan? Ayok nonton mumpung masih tayang di Bioskop.

~MissAnt~

Jumat, 13 Juli 2018

Puncak Kebun Buah Mangunan Yang Bikin Meleleh




Aku tak pandai ngasih judul yak. Meleleh? Es kali meleh. Atau hati kamu yang meleleh. #Lahhhhh




Oke deh, kali ini aku mau nulis tentang betapa bagusnya pemandangan dari puncak Kebun Buah Mangunan. Sebenarya dulu pernah ke tempat ini.  Meskipun jauh buanget, tapi kenapa kalau udah sampai malah bawaanya nggak mau pulang? Kalau aku paling suka di sini nih.







Ternyata sungai tersebut emang bukan editan. Dulu pas kesini emang nggak sebening itu. Mungkin karna musim hujan jadi airnya terlihat biasa saja. Kalau yang kemarin emang beneran deh, airnya kayak editan tapi asli. Suka banget liatnya sampai aku poto berkali-kali juga nggak bosen-bosen.

Waktu itu abis lebaran ada tetangga dari Jakarta yang minta dianter wisata ke tempat menyegarkan, akhirnya aku ajak ke Kebun Buah Mangunan dan kebetulan mau dan suka banget sama tempatnya. Sesampainya di lokasi kemudian tanya,”Emang banyak buahnya ya?”. Rrrrr......nganu, aku nggak bisa jawab. *MaluBanget *MukaMendadakMerahJambu  Hahaha....

Kalau perjalanannya memang naik turun dan berkelok-kelok, tapi menyenangkan kok, yang penting ati-ati aja. Waktu tempuh dari Klaten ke Imogiri ini 2,5 jam. Itu karna yang motoran cewek-cewek semua. Mungkin kalau cowok-cowok bisa lebih cepet.

Untuk tiket masuknya juga murah kok. Jadi per orang cuma Rp.5000 udah sama parkir motor. Murah kan? Mana lagi wisata yang menghadirkan pemandangan alam yang tiket masuknya murah meriah dan  memanjakan mata selain di Jogja? Udah gitu murah banget.

Kalau dateng ke sini sebaiknya bawa minum yak. Kalau Aku sih gitu, soalnya dikit-dikit haus. Tapi kalau nggak bawa minum maupun cemilah, di sana juga banyak yang jualan es teh, aqua, cilok, bakso tusuk dan macem-macem deh.  Harganya pun juga standar kok, nggak mahal.

Pas berlama-lama di sini ternyata nggak terlalu ramai, jadinya bisa puas poto-poto. Selfie? Nggak kok, kalau aku main ke suatu tempat emang nggak banyak menonjolkan muka sendiri. Lebih suka mengabadikan daerah sekitar karna lebih menarik dari muka sendiri (Yaelah). Karna esensi dari liburan ke suatu tempat adalah meliput tempat menarik untuk dibuat tulisan. Kalau aku sih gitu.

Pesona puncak Kebun Buah Mangunan Memang bikin betah. Perjalanannya yang jauh dan naik turun seolah tak jadi masalah ketika sudah sampai tempatnya. Jadi, sudah berapa kali menikmati pemandangan di puncak Kebun Buah Mangunan?

~Miss Ant~



Popular Posts