Thursday, 3 September 2015

Antara si penjilat, si plin plan dan si pilih pilih teman




Nggak tau kenapa, tiba tiba terlintas judul ini di kepala. Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu, kata kata ini terngiang ngiang. Kalau di pikir pikir sih ya, judulnyam kok jahat banget. Cerita tentang seorang teman yang mungkin gila kekuasaan. Eh…iya, tadi baca hipwee.com. nemu kata kata yang nyambung juga sih sama judul yang aku tulis ini. Yang aku baca di hipwee tadi adalah soal gengsi. Gengsi adalah bahasa halus dari kemunafikan. Kira kira tadi begitu. Orang gengsi ini akan melakukan berbagai macam cara demi menutupi sebuag gengsi. Hmmm…dan ternyata aku sempat punya temen seperti itu. Nggak tau apa yang sebenarnya ada di otak manusia. Aku nggak munafik lah, semua orang pasti pingin sukses, aku juga pingin banget, banyak uang, bisa kesana kesini. Tapi sebagian bahkan menempuh jalan yang tak layak. Tak layak ketika orang ingin cepat sukses dengan cara penjilat. Tapi bukan penjilat kue lho ya. Kalau penjilat kue mah, aku mau banget, apa lagi kue coklat yang banyak choco chips nya. Penjilat di sini adalah pinter cari muka, dengan tujuan sepele, yaitu pingin terlihat Wah,,,di mata atasan. Ini sepele atau bukan sih kalau seseorang ingin terlihat wah…di mata atasan. Isi hati orang nggak ada yang tau. Yang terlihat ngasih support, kadang malah pingin menyingkirkan. Yang terlihat nggak baik, malah peduli sama, yang bilangnya selalu ada malah masa bodoh. Bwek….!!!! Kadang aku muak sama orang orang seperti ini. Memang lah ya, dunia ini penuh dengan kepalsuan. Dari situ aku banyak belajar, bahwa yang terlihat baik belum tentu baik. Yang kita anggap teman belum tentu mengaggap kita teman juga. Ini bukan soal pamrih. Tapi sekaang ini cari teman yang tulus emang susah, yang dulu di kenal lama dan baik saja tiba tiba berubah dan seperti tak kenal, apalagi yang baru. Tapi teman ku yang tulus hanya beberapa saja dan bisa di hitung. Selebihnya, aku hanya enggap cukup kenal saja dan nggak lebih. Berfikir positif saja, kalau dia baik sama kita baikin saja, kalau jahat biarin aja, anggap saja sudah nggak kenal. Simple kan. Hidup sekali di bikin simple saja, yang bikin kecewa, tinggalkan. Sudah capek bertemu teman kamuflase, nyarinya yang tulus saja deh. Tapi kok kayaknya IMPOSIBBLE.

0 komentar:

Post a comment

Popular Posts