Pages

Tuesday, 19 October 2021

Bukti Bahwa Ada 4 Pelajaran Hidup Dari Produk Skincare


 


Dari produk skincare kita belajar bahwa…

 

Memangnya ada ya, yang bisa dipelajari dari produk skincare? Bisa dong. Kalau menurut aku yang sukanya overthinking, semua yang ada di sekitar kita selalu memberikan pelajaran penting. Seperti halnya produk skincare, kalau dipikir secara mendalam, sebenarnya ada sedikit kaitannya dengan kehidupan loh. Aneh sih..yuk langsung aja kita bedah..

Review Safi Age Defy Cream Cleanser Deep Moisturizing 

Nggak semua produk skincare cocok dengan muka kita, ini mengandung makna bahwa nggak semua orang suka dengan kita dan kita juga berhak buat nggak suka sama seseorang

Khususnya bagi pemilik kulit sensitif, tentunya nggak semua produk skincare itu cocok di wajah kita. Kalau dipaksa hanya akan menyebabkan masalah pada wajah seperti bruntusan, komedoan, kulit jadi kusam dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan manusia. Nggak semua orang suka dengan kita. Begitu juga sebaliknya. Kita berhak untuk menjauh dari mereka yang selalu bikin sakit hati. Jika dipaksakan hanya akan memengaruhi kesehatan mental. Betul, nggak?

Review Safi Age Defy Gold Water Essence

Kita nggak perlu memakai semua rangkaian produk skincare, ini mengandung makna bahwa nggak semua orang paham dengan jalan pikiran kita dan menerima apapun yang menjadi kesukaan kita

Ketika aku pakai skincare, bukan berarti aku cocok memakai rangkaian semuanya. Saat ini aku pakai produk dari Safi Age Defy, aku kira bakalan cocok sama rangkaian lainnya seperti serum dan tonernya, ternyata sama sekali nggak cocok. Muka malah bruntusan.

Akhirnya kembali lagi pada pemakaian awal yang cocok. Di sini aku malah lebih cocok pakai Safi Age Defy Deep Moisturizing, Safi Age Defy GoldWater Essence dan krim pagi-malam. Dah gitu aja sebenarnya nggak ada masalah. Hanya saja kemarin sok-sok an nyoba Safi Age Defy Youth Elixir dan di kulit aku nggak cocok bikin bruntusan. Kalau pas liat reviewnya emang bagus, entah kenapa nggak cocok di aku.

Kunjungi Microblogku di Sini ya 

Dari produk skincare tersebut juga bisa disimpulkan kalau nggak semua rangkaian skincare cocok di kulit kita, nggak semua orang paham dengan apa yang kita pikirkan. Nggak semua orang mau menerima apa yang kita sukai. Pada akhirnya yang bisa mengerti diri kita ya hanya kita sendiri. Yang bisa mengerti kondisi kulit kita yang kita sendiri. Kalau sudah dirasa cocok dengan produk dan nggak ada masalah, nggak perlu nyoba rangkaian lain.

Baca Juga!!!

Kesehatan adalah Kekayaan Paling Mahal

Pentingnya Selfcare

Mencampur rangkaian pada produk skincare nggak selalu berdampak bagus bagi kulit, hal tersebut juga mengandung makna bahwa memaksakan berteman dengan orang yang sering membuat kita tertekan hanya akan menganggu kesehatan mental

Dulu aku pernah nyoba mencampur produk safi age defy dengan safi white expert. Essence sama facial wash pakai safi age defy, untuk krimnya pakai yang safi white expert. Hasilnyaaaaaa……muka jadi jerawatan, kusem dan komedoan, Meski kata SPGnya bilang, “ini di-mix aja nggak papa kak, aman kok”. Realitanya, di aku malah bermasalah.

Definisi Bahagia yang Sebenarnya

Ini juga bisa diambil pelajaran dalam hidup, ketika kita memaksa menjaga pertemanan yang hanya membuat kita sakit hati, akhirnya hanya akan berdampak pada kesehatan mental. Kalau ada teman yang bicaranya seenaknya dan sering meremehkan, alangkah lebih baik kalau kita menjauh. Nanti akan didekatkan dengan orang-orang yang mampu menghargai kita kok.

Ketika kita sudah cocok dengan suatu produk, sebaiknya pertahankan hanya pada satu produk tersebut. Sama halnya, ketika kita sudah menemukan teman yang baik sama kita dan intinya saling cocok dalam hal apapun, maka pertahankanlah

Kulit aku cenderung sensitif, jadi nggak gampang menerima semua jenis produk. Setelah lepas dari krim dokter, alhamdulillah banget bisa cocok sama safi age defy. Ini juga rekomendasi temen yang udah pakai safi dan kebetulan cocok. Pas aku nyoba, kok enak ya. Apalagi yang Safy Age Defy Gold Water Essence, itu produk bikin kulit kenyal dan terhidrasi.

Pentingnya Me Time yang Nggak Banyak Orang Tahu

Begitu juga dalam pertemanan, pada dasarnya semua orang itu baik. Namun hanya ada beberapa yang memang benar-benar mau menerima kekurangan kita dan nggak meremehkan apa yang kita sukai. Meski apa yang kita sukai bertolak belakang dengan apa yang mereka suka. Kalau kamu udah menemukan teman yang dalam hati kamu selalu bilang, “ini orang kok baik banget sih, nggak mandang status kalau temenan”, SELAMAT, dia benar-benar temanmu in any condition.

4 Alasan Orang Jakarta Nggak Butuh Teman

Memilih skincare itu bukan soal murah atau mahalnya. Kalau yang harganya lebih miring ternyata cocok di kulit kamu, mengapa harus memaksakan pilih yang mahal dan belum tentu cocok? Toh..kondisi kulit orang berbeda-beda. Begitu juga dalam hidup, ada banyak hal yang memberi kita pelajaran penting. Setiap apa yang kita alami adalah sebuah pelajaran berharga yang akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat mental.

 

Semangat ya!

 

 

~MissAnt~

Pengalaman Facial di Be Hati Skin Clinic Solo

 



Sejak pandemi yang menyerang negeri ini, aku jadi jarang facial. Sebenernya dulu juga nggak sering-sering banget sih, tapi kalau udah liat muka penuh komedo dan kusem ya langsung facial. Nah..kebetulan pas pandemi melanda, beberapa salon emang pada tutup sehingga aku harus bersihin komedo pakai air hangat sendiri dengan hasil yang kurang maksimal. Hehe….namanya ngerjain sendiri sama nyalon bedaaa sist..

Pengalaman Facial di Laseca Jogja




Oke baiklah, jadi aku mau cerita pengalaman facial di BeHati Solo. Klinik ini hanya ada di Solo. Waktu itu emang janjian sama temen mau facial bareng gitu. Berhubung skin clinic juga udah pada buka, jadi aku ngikut aja lah, temen mau ngajak di mana juga ayok, yang penting harganya ramah di kantong, itu yang penting.

Review Safi Age Defy Gold Water Essence

Datanglah kami ke Be Hati Solo. Sebenarnya temenku nggak Cuma mau facial doang, dia juga mau konsul ke dokternya dan memakai cream dengan segala printilannya. Aku juga penasaran sih, bekum nyoba facial di skin clinic kayal Be Hati gitu. Biasanya dulu ke Naavagreen sama Laseca.

6 Hal Yang Akan Dialami Ketika Memutuskan Berhenti Dari Krim Dokter

Bagaimana prosedur facial di Be Hati Solo?

Ruang tunggu setelah pendaftaran


Seperti pada umumnya, kamu masuk aja ke dalam, jangan lupa buka pintunya yak, biar nggak nabrak. Kemudian langsung menuju ke customer service. Nanti bakal ditanya maunya apa, jangan jawab TERSERAH ya. Jawab aja mau facial, trus ditunjukin deh, harga-harganya. Yang aku liat, facial di Be Hati ini mulai Rp80 ribu. Tergantung jenis facial apa sih. Kalau aku kemarin milih yang facial gold, biasa lah, nyari yang ada anti agingnya. Biayanya Rp100 ribu aja.

Based on my experience about hospitality in Be Hati SkinClinic Solo, Customer Servicenya sih friendly ya. Tapi berhubung pada pake masker trus ada pembatas kaca yang buat komunikasi, jadinya dengernya samar-samar. Lebih ke, “hah..apah..hah..iya…hah…gimana”. Ternyata emang ngomong di balik masker dan pembatas kaca itu nggak enak. Apalagi aku pakai masker kain yang susah didenger. Ya begitulah. So far, aman lah ya.


Ruang tunggu

Setelah memilih jenis facial apa yang kamu inginkan, nanti kamu disuruh nunggu di ruang berikutnya buat antri facial. Cuma bentar kok, kemudian dipanggil dan masuk ke ruang facial. Nanti ada mbak-mbak yang bilang, “silakan di sebelah sini ya kak”. Hm…oke lah aku menuju kasur buat bobo eh buat facial maksudnya.


Ini ruang buat facial


Anehnya, kok kaga disuruh ganti kemben gitu ya? Apa karna masih pandemi? Jadi yaudah deh nggak papa. Kemudian disuruh berbaring aja lalu digarap. Ya selayaknya orang facial lah. Tapi ya menurutku untuk masalah pjat muka kurang lama. Ya kayak Cuma bentar gitu trus masuk ke tahap bersihin komedo.

Pengalaman Facial di Naavagreen REVIEW JUJUR

Kalau menurutku, ngebersihinnya emang bener-bener bersih sih. Hanya saja tekanannya mantab. Pas bersihin bagian hidung, tekanannya terasa banget jadinya agak sakit. Tapi kata mbaknya, “maaf ya kak soalnya kulitnya kering banget”. Ya mungkin dia sadar soalnya aku kesakitan pas dibersihin komedonya. Kalau lama nggak facial emang suka gitu, komedoan numpuk dan pas dibersihin sakit.

Ini adalah Pengalamanku Perawatan di Naavagreen

Ruangan buat facialnya nyaman banget


Daaaan…masuk lah ke tahap pakai masker. Di sini aku suka sheet masknya, enak dan seger di muka. Entah namanya apa. Abis nunggu kurang lebih 30 menit, lalu dipijit buat diratakan dan nggak boleh kena air sebelum 1 jam. Nah..setelah selesai semua, baru deh antri lagi buat bayar. Abis itu selesai sudah facial hari ini. 

Hasil setelah seminggu facial

Jadi, aku pas facial itu hari Sabtu tanggal 02 Oktober 2021. Trus ini aku nulis reviewnya tanggal 10 Oktober 2021. Mayan kan udah seminggu dan yang pasti udah ada hasilnya udah keliatan. Setelah facial enak banget rasanya. Iya ini udah pasti, secara udah lama banget nggak facial. Muka jadi bersih gitu. Aku facial bukan karena ingin putih sih, tapi lebih ke bersih gitu. Aku tipe orang yang lebih suka kulit yang nggak terlalu putih asalkan bersih. Kebetulan jenis kulitku juga nggak putih, lebih ke coklat sawo matang.

Pengalaman Facial Tidak Mengenakkan di Naavagreen

Apakah aku selanjunya bakal balik facial ke Be Hati?

Hm..sepertinya iya sih. Soalnya dengan harga Rp100 ribu dan bikin wajah bersih, itu udah worth it banget. Tapi yang nggak aku suka adalah pijat mukanya yang Cuma bentar. Mungkin bisa agak lama dikit gitu. Sayangnya, Be Hati ini Cuma ada di Solo dan belum buka cabang.

Demikian pengalaman aku facial di Be Hati Solo. Aku mah kalau review jujur aja apa adanya. Kalau kalian ada yang pernah facial ke Be Hati nggak? Boleh lah..share pengalamanya.

 

~MissAnt~

 

Popular Posts