Friday, 9 August 2019

6 Hal Yang Akan Kamu Alami Ketika Memutuskan Berhenti Dari Krim Dokter

Sumber Gambar : Google





Oke, kali ini aku bingung nentuin judul. kalau semacem Naavagreen itu namanya pakai krim Dokter atau Skincare. Ya emang sih, sebagai perempuan akau memang nggak begitu paham soal make up dan segala macemnya itu. Tapi aku dulu pernah memutuskan buat pakai krim Dokter. Dan krim itu adalah dari Naavagreen.

Langsung aja ya biar cepet.

Aku pakai Naavagreen kurang lebih 2 tahun lah. Soalnya aku pakainya pas bulan puasa tahun 2017. Berapa lamanya itung sendiri yak. Hahahahaaaa.......

Selama aku memakai krim, sebenarnya aku nggak ada masalah apa-apa. Soalnya aku pakainya teratur. Tapi aku hanya memakai Facial wash, krim pagi dan krim malam. Pas aku konsul ke Dokternya, sebenarnya bu Dokter tidak menganjurkan aku harus memakai toner , tirai dan segala macem karena memang kulitku nggak ada masalah.

Meski hanya memakai 3 produk saja, tapi alhamdulillah kulitnya nggak ada masalah sih. Lalu apa perbendaan dari aku sebelum memakai Naavagreen dengan saat aku memakai Naavagreen? Apakah ada perbedaannya? Apa hanya biasa-biasa saja? Mau tau nggaaaakkkk jawabannya????

Daaaan....jawabannya adalah aku nggak tambah putih. Hanya saja wajah terlihat agak bersih gitu. tapi aku emang nggak nyari krim wajah buat pemutih sih. Soalnya lebih suka memakai krim wajah yang bikin wajah halus, lembut, bebas jerawat dan komedo. Pokoknya nggak bikin kulit kering dan nggak jerawatan dan cara pakainya nggak ribet. Hahahaha...simple kan keinginanku.

Tapi semakin  ke sini, aku rasanya harus berhenti memakai krim Naavagreen. Bukan karena nggak cocok sih. Awalnya sih emang aku pernah selama 3 harinan nggak memakai krim malam. Lalu mukaku jadi agak kasar gitu. Pokoknya beda banget saat aku pas pakai. karna itulah aku jadi pingin memutuskan untuk berhenti saja. Cukup sampai di sini. *Lah.....

Tapi....tapi....dan tapi........setelah aku baca-baca review, berhenti dari krim Dokter ternyata nggak mudah. Dan yang jadi pertanyaan adalah, apakah kamu siap buat "lepas" dari krim dokter? Apakah kamu siap dengan segala konsekwensinya? *LahMalahkayakApaanAjaAdaKonsekwensinyaSegala

Jadi, aku secara resmi lepas dari Naavagreen sejak tanggal01 Agustus 2019. Di tanggal tersebut, aku resmi udah nggak pakai krim dan facial washnya. Sebenarnya sih aku mau lanjut pakai facial washnya saja, soalnya ebank banagte nnggak bikin kering. Aku biasanya kalau pakai facial wash trus kering banget, tapi pas pakai facial wash Naavagreen malah cocok. Tapi harus aku hentikan saja lah ya. Soalnya mau ganti krim juga.

Lalu....apa yang aku rasakan aku rasakan ketika memutuskan berhenti dari Naava? Simak nihh.....

1.Wajah jadi kasar.

Iya, yang biasanya mukaku tu lembut banget, setelah aku nggak pake krim malam saja trus berubah jadi kasar. Dan ini aku juga udah nggak pakai dua-duanya. Bisa dibayangin kayak apa donk ya? Muka udah kasar banget. Tiap aku wudhu, yang aku rasakan nggak kayak dulu. Aku merasa kayak kasar banget pipiku. Tapi ya itu resiko sih. Yang bilang berhenti dari Naava trus nggak ada efeknya mana suaranya? Aku pingin liat perubahan mukanya nih!

2.Wajah terasa gatal.

Kalau soal gatal di wajah ini aku rasakan di bagian pipi. Iya ini gatak banget. Apalagi kalau mau tidur. Bawaannya pingin tak garuk tapi kok ya masih mikir tar kalau luka gimana. Pokoknya rasanya gatel banget. Mungkin efek krim yang sudah tidak dipakai, jadi kulit berasa "menjerit gitu".

3.Terasa perih pada saat-saat tertentu.

Yang aku alami adalah, aku merasakan perih yang "pating clekit". Iya, pating clekit  berasal dari bahasa jawa yang artinya perih yang nggak enak banget. Biasanya aku merasakan ini saat mau tidur atau ssat santai.  Jadi, semakin aku nggak ada kerjaan atau hanya bengong aja, maka rasa clekit-clekitnya akan semakin terasa.


Baca juga :





4.Kusam.

Kalau ini sih sudah pasti dialami. Bayangkan saja, setelah wajah terasa halus dan kinclong dan mendadak berhenti dari krim Dokter itu biasanya akan nampak sekali kusamnya. Aku juga ngrasain kayak gini, bayangin aja, udah perih, gatal dan kusam. Ini nggak lebay sih. Bukannya aku menyalahkan krimnya jelek tapi emang itu efek yang akan terjadi jika kita memutuskan untuk berhenti dari krim Dokter.

5.Kering dan komedo.

Dua masalah kulita wajah ini memang menjadi hal yang mengerikan. Hahaaa...lebay nggak sih? Kalau aku sih nggak nyaman aja dengan keadaan muka yang kering dan muncul komedo. Bukannya gimana ya. tapi sangat menganggu aja sih. Lha wong pas ngaca ada komedo aja udah setres, gimana orang lain kalau ngeliat kita ?

6.Bruntusan di bagian wajah yang tersembunyi.

Nah, buat kalian yang pernah berhenti dari krim Dokter, tentunya akan merasakan bruntusan yang tersembunyi. Maksudnya tersembunyi ini bagaimana ya? Kalau aku sih, bruntusannnya di bagian pipi dalem. Itu udah gatel, perih dan bruntusan lagi. Hadeeeeh....komplit pokoknya.

Aku memang nggak terlalu tahu soal make up, tapi setidaknya aku pernah pakai krim. Jadi hal itulah yang aku rasakan ketika memutuskan untuk berhenti. CATET ya, aku berhenti pakai Naava bukan karna produknya jelek, tapi karna sesuatu hal.

Selain 6 masalah di atas, apa saja yang kamu alami ketika memutuskan untuk berhenti memakai krim Dokter? Share ya? biar sama-sama tempe....eh tahu.....





~MissAnt~

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts