Senin, 24 Agustus 2020

 


 

Setiap hari adalah hal yang baru, kamu bisa memutuskan apa saja yang ingin kamu capai. Kamu juga bisa malas-malasan saja. Semua tergantung diri kamu sendiri. Kalau mau terus-terusan bermimpi, ya lanjutkan saja tidurmu. Kalau mau mengejar mimpi, WAKE UP.

Di usia yang belum cukup dewasa memang sulit memahami diri sendiri. Dewasa juga tidak bisa dilihat dari banyaknya usia, buktinya masih banyak orang yang usianya 40 tahunan dan masih ke kanak-kanakan. Beda dengan anak-anak yang justru berusia 29 hingga 30 an yang cenderung sudah dewasa secara fisik maupun mental.

Kalau dari status yang aku baca, katanya dewasanya mental seseorang justru berasal dari masalah yang mereka hadapi. Bener nggak? Kalau kamu terbiasa dengan berbagai masalah hidup, nanti lama kelamaan kamu juga sudah terbiasa berdamai dan merasa that’s not a problem. Masalah dikatakan masalah jika kamu menyebutnya masalah, kalau kamu tidak menyebutnya masalah, ya bukan masalah. (Pernah dapet kata-kata tersebut entah dari mana).

Yang jadi masalah utama seseorang tidak bahagia adalah membanding-bandingkan kehidupannya dengan orang lain. Dan parahnya, mereka hanya membanding-bandingkan melalui sosial media. Tau sendiri kan, sekarang ini banyak orang yang posting hal-hal yang menarik di sosial media dan membuat orang merasa down lantaran tak bisa melakukannya.

Pola pikir orang-orang tidaklah sama, ada yang mikirnya instan saat itu juga dan ada yang mikirnya panjang. Kamu masuk yang mana nih? Pola pikir pendek atau pola pikir panjang. Mengapa pola pikir itu penting? Karena pola pikir seseorang menentukan bagaimana mereka menjalani hidup. Kalau kamu sering ngeluh dalam hidup meski hanya hal-hal yang sepele, maka pola pikirnya salah.

Jalan hidup setiap orang tidaklah sama. Kita juga tidak pantas untuk membanding-bandingkan. Ingat, Allah sudah menentukan jalan hidup kita bahkan sejak kita dalam kandungan. Semua rejeki, jodoh dan kematian sudah menjadi urusan Allah, jadi tak perlu membanding-banding  hidup dengan orang lain karena memang jalannya beda. Yang diberikan Allah untuk kita adalah yang terbaik. Jadi, malu lah kalau kebanyakan mengeluh.

Meski semuanya sudah diatur, tapi kita tidak boleh pasrah dalam menjalani hidup. Kita berusaha semaksimal mungkin, hasilanya kita serahkan sama Allah. Kalau kamu males-malesan dan hanya mengandalkan, “rezeki sudah ada diatur” tanpa melakukan usaha, YA….BYE….BYE…AJA.

Semua manusia dikasih akal, tinggal bagaimana cara kita menggunakan akal tersebut. Banyak cara yang bisa kita lakukan agar hidup selalu menyenangkan. Tinggal bagaimana cara kita mengelola diri kita sendiri.

Bagaimana sih agar hidup selalu menyenangkan?

Menyenangkan atau tidaknya hidup, sebenarnya hanya diri sendiri kita yang tahu. Sayangnya banyak orang yang pura-pura bahagia agar orang senang melihatnya. Hm…..begini, zaman seperti masih memikirkan kehagiaan orang lain? Are you crazy? Ingat ya? Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Kita tidak bisa memaksa melakukan sesuatu agar orang lain suka sama kita, contonya nih…..sering mentraktir biar temennya banyak, meng-iya-kan perkataan orang yang sebenarnya kita tidak setuju, ngasih duit demi mendapatkan simpati….hahahaha. Orang yang pola pikirnya pendek memang begitu, sekalinya dikasih uang kemudian langsung mengagung-agungkan seolah biar dikasih lagi. Payah banget mentalnya.

Hidup akan lebih menyenangkan jika kita lebih mencintai diri sendiri. Bukan karena egois, mencintai diri sendiri, memprioritaskan diri sendiri bukanlah egois. Kalau kita tidak bisa mencintai dan menyayangi diri sendiri, bagaimana orang lain bisa mencintai kita? Coba pikir deh. Pikir dengan pikiran yang jernih dan bening. Udah belum? Kalau udah, how do you feel? Better, kan?

Kalau  menurutku pribadi, kunci hidup yang menyenangkan itu ada dua, yang pertama, kita harus punya quality time sama Allah. Dan yang kedua, quaily time dengan orang-orang terdekat. Circle pertemanan semakin dewasa akan semakin mengecil, mengapa demikian? Karna pada akhirnya kita hanya butuh orang-orang yang sepaham saja. Yang sefrekuensi saja. Bener nggak?

Setiap orang pasti punya salah satu (atau bahkan lebih) teman yang bisa bikin mereka nyaman karena merasa memiliki obrolan yang menyenangkan dan tidak menjatuhkan. Hal yang salah dari orang-orang yang suka mengeluh adalah karena mereka salah dalam memilih teman sehingga yang terjadi ketika kita down adalah memojokkan, bukan memberik solusi dan support. Sampai di sini paham kan?

Jadi, jika memang seseorang dalam kehidupanmu semakin lama semakin meninggalkanmu, bukan berarti kamu yang salah. Hanya saja Allah menunjukkan mana orang yang tepat untuk kamu. Kalau seorang teman berubah lantaran kamu tidak dapat menyenangkan hatinya, ya sudah silakan pergi. Kebahagiaan diri sendiri lebih penting. Cari orang yang bisa bikin kita nyaman saja. Toh, kalau kita sudah menyerahkan semuanya sama Allah, maka akan dikirimkan orang-orang terbaik yang akan menemani langkah kita.

Allah itu maha baik. Yang sekiranya akan menjauhkan kita dari Allah akan dijauhkan, yang didekatkan yang baik-baik untuk kita. Kuncinya seperti yang sudah aku bilang tadi, quality time sama Allah, minta yang terbaik sama Allah. Berprasangka baik dan mikir yang baik-baik saja. And everything will be okay.

 

~MissAnt~

 


0 comments:

Seedbacklink

Categories

Pengunjung Hari ini

Cari Blog Ini

Translate

Tutorial Paling Mudah Daftar Freelancer di Projects.co.id

  Sumber Gambar: Pexel   Sebagai seorang freelancer, kamu tentunya sudah tidak asing dengan platform yang satu ini. Projects.co.id meru...

Tentang Penulis

Foto saya
Heloo..thank you for always visit and read my blog ^.^