Saturday, 28 March 2020

Mengatasi Atasan Yang Pilih Kasih



Sumber Gambar : Unsplash


Efek dari WFH, Aku jadi banyak baca-baca seputar dunia kerja dan berbagai “drama” yang ada di dalamnya termasuk tentang atasan yang pilih kasih. Itu ternyata nggak hanya terjadi di satu perusahaan saja karena banyak karyawan dari perusahaan yang berbeda-beda juga mengeluhkan hal yang sama. Ah...masa sih? Au ah....Aku juga cuma baca-baca di sosmed. Masalah benar atau enggaknya, cuma kita yang bisa paham.

Sebenarnya kalau atasan pilih kasih itu salah nggak? Ada yang bilang kalau itu wajar. Kalau menurut Aku pribadi sih, salah besar. Seorang atasan sebenarnya tidak elok jika memiliki watak yang suka pilih kasih. Bahkan kalau atasan yang banyak baca, tentunya paham tentang bagaimana seharusnya seorang atasan memperlakukan karyawannya.

Tapi dengan adanya hal itu, Aku jadi mikir. Sebaiknya yang menjadi atasan itu harus dimulai dari bawah. Agar nantinya kalau sudah berada di posisi atas bisa lebih baik. Atasan yang baik itu harus bisa “merangkul” semua timnya tanpa ada yang namanya pilih kasih.

Misalnya saja, si X kinerjanya bagus dan selalu ontime. Hanya karena atasan tidak suka sama si X, lalu dia jadi nggak peduli bahkan meremehkan. Ada nggak yang punya atasan seperti itu? Ada banyak. Coba sesekali para atasan ini baca-baca seputar bagaimana cara memperlakukan karyawan yang baik. Biar paham kalau menjadi atasan yang baik tidak semestinya begitu.

Hanya karena atasan suka dengan si Y yang notabene penjilat dengan kinerja yang minus, lantas sang atasan lebih membela si Y. Yah....zaman sekarang mah, muka dua banyak. Apalagi yang kepingin berada di atas dan gila hormat, mereka cenderung akan melakukan hal apapun demi menjadi paling atas.

Mau bagaimanapun, dunia kerja memang begitu. Ada yang antusias banget dan gila hormat sehingga melalukan hal-hal yang merugikan orang lain. Ada yang hanya mengejar skill saja tanpa peduli dengan sikap atasan padanya. Ada yang suka mengadu domba karena ingin mendapatkan teman banyak dan masih banyak drama kantor yang bakal ditemui khususnya bagi mereka yang baru akan memasuki dunia kerja.

Awal-awal masuk ke dunia kerja memang baik-baik saja. Prioritas utama adalah gaji gaji dan gaji. Siapa yang dulu hanya mikir hal begituan daong? Iya.....samaaaaa......Aku juga awal kerja mikirnya begitu. Yah....gimana ya, namanya juga cari kerja, apa lagi fokus utamanya kalau bukan duit? Apalagi pas nerima gaji pertama, seneng banget rasanya.

Namun, semakin ke sini, dunia kerja memang semakin nggak wajar. Yang dicari bukanlah sekedar uang tetapi juga jabatan. Ada yang bisa dengan mudah naik ke atas. Lalu ada yang kepingin di atas dengan cara yang tidak wajar. Itu sudah hal umum dalam dunia kerja. Nggak perlu kaget.

Jadi, sejauh dan selama kamu bekerja, kira-kira apa saja yang kamu alami? Nggak dianggap? Disepelekan? Dianggap remeh? Atau diapain? Sini share aja. Di zaman sekarang tentu saja ada akun-akun yang juga membahas seputar hal ini. Keluhan seputar dunia kerja itu wajar. Asal jangan mengeluh kalau kamu capek kerja. Karna di luar sana masih banyak orang yang susah mencari kerja.

Berdasarkan dari akun-akun yang membahas dunia kerja, yang paling banyak dikeluhkan adalah seputar drama kantor. Iya sih, emang ribet banget kalau udah ada kaitannya dengan drama kantor. Drama kantor ini memang lebih LEBAY dari drama korea.
Drama kantor yang sering terjadi adalah, Adu domba antar tim untuk mendapatkan perhatian atasan, Adanya atasan yang pilih kasih, Adanya penjilat yang mau menyingkirkan satu orang, Adanya atasanya yang tidak profesional, Adanya orang bermuka dua. Adanya atasan yang nggak tahu apa-apa dan hanya cari muka saja. Apa lagi? Ada yang mau nambahin?

Lalu bagaimana menghadapinya?


Hm.....kalau Aku pribadi sih. Hal seperti itu nggak pernah Aku hadapi. Buat apa dihadapi? Toh....drama kantor nggak pernah ada habisnya. Semakin dihadapi maka akan semakin caper. Udah biarin aja. Ya namanya juga dunia kerja. Bagi orang yang hanya punya skill minus pasti hanya akan mengusik kehidupan orang lain. Orang-orang yang suka “rewel” di kantor adalah mereka yang hanya ingin “cari panggung” saja.

Meski kadang membuat kita merasa jengkel, tapi ya namanya manusia. Watak dan karakternya berbeda-beda. Banyak orang yang sebenarnya belum siap untuk memasuki dunia kerja karena mentalnya yang masih lemah. Di mana-mana memang kita harus dituntut punya mental yang kuat dan tidak mudah goyah. Sayangnya tidak semua orang bisa. Bahkan hal yang terlihat sepele saja masih dipermasalahkan dan akhirnya melemahkan diri sendiri.

Dari berbagai pengalaman di dunia kerja yang Aku alami, khususnya masalah drama kantor, Alhamdulillah udah sampai eneg. Saking seringnya mengalami jadi terbiasa dan lama-lama juga cuma biasa aja. Tenang, kamu yang baru mau memasuki dunia kerja, jangan khawatir soal hal ini. Selama kamu mental yang kuat, kamu akan baik-baik saja.

Dunia kerja memang tak seasyik yang terlihat di akun-akun sosmed. Kalau kamu mau baik-baik saja selama berkarir, ya jadi bos aja, misalnya buka bisnis sendiri. Nantinya kamu yang akan mengelola. Dan tentu saja dengan memilih SDM-SDM yang tepat.



Baca juga:







~MissAnt~












0 komentar:

Post a comment

Popular Posts