Monday, 30 December 2019

Pesan Yang Nampar Banget Dari Film Imperfect 2019



Sebagai penggemar film-filmnya Ernest Prakasa, rasanya kurang lengkap kalau nggak nonton film Impefect. Meski ini adalah karya istrinya, yaitu Meira Anastasia (Duh maapkan aku kak, aku sebut nama Koh Ernest dan Kak Meira nggak pake sapaan, “Kak”), tapi Ernest Prakasa juga turun tangan di film ini lho, termasuk juga jadi salah satu pemainnya. Tak hanya itu, anak-anaknya pun juga ikut membintanginya meski Cuma sebentar-sebentar.

Yang jadi ciri khas filmnya Ernest ini selalu ngajakin para komika, dan yang pasti ada Welas Asri. Iya, kenapa ya? Aku kalau ada Asri Welas kok suka banget. Aktingnya natural banget. Tapi kali ini memang filmnnya beda banget. Tak hanya menampilkan lelucon yang disertai dengan tingkah konyol para komika tetapi juga meninggalkan kesan yang bagus banget. Khususnya buat orang-orang yang merasa minder sama diri sendiri.

Film ini merupakan adaptasi dari buku Imperfect : A journey to self acceprtance karya Meira Anastasia. Jujur sih aku belum baca bukunya. Tapi sejak heboh mau muncul filmnya, aku udah nggak sabar pingin nonton banget. Kalau nggak salah kayaknya film Imperfect mau tayang 31 Agustus, iya nggak sih? Kayaknya aku dulu pernah baca begitu. Ya  nggak papalah meski mundur, yang penting tetap tayang. Akhirnya aku baru nonton kemarin dan buagus banget.

Aku bingung mau mulia dari mana ini. Banyak pesan yang bagus banget. Di sini nggak hanya dimanjakan dengan lelucon yang kadang kita temui sehari-hari tapi juga menyelipkan banyak pesan yang bikin kamu manggut-manggut lalu bilang, “Oh iya ya” .....”bener juga nih” dan masih banyak lagi. Yang udah nonton pastinya tahu donk.

Pendalaman Karakter Yang Oke Banget

Pas liat trailernya emang Jessica Mila beda banget. Dibuat lebih besar demi mendalami karakternya sebagai Rara. Aktingnya memang tak diragukan lagi. Ia mampu mendalami pemeran utama dengan baik. Di sini Jessica Mila disandingkan dengan Reza Rahadian yang berperan sebagai Dika dan merupakan kekasih Rara. Jadiiiiii di sini siapa yang sama kayak aku yang mendambakan sosok Dika di dunia nyata? Hari gini masih ada nggak ya? Cowok yang cinta mati sama ceweknya meski “berbeda” dari kebanyakan cewek-cewek lainnya.

Bukan Reza Rahadian kalau nggak mampu memerankan perannya dengan baik. Kalau menurutku sih, Reza Rahadian ini adalah Johnny Depp nya Indonesia. Setuju nggak? Dia mampu berperan menjadi siapa saja dan totalitas banget. Sampai-sampai banyak yang kebawa suasana. Setelah keluar bioskop bergumam, “Ada nggak sih cowok kayak Dika”. Hmmm......ya mungkin ada tapi bisa dihitung dengan jari.

Dika adalah sosok laki-laki yang nggak banyak komentar tentang ceweknya. Meskim kesehariannya ia adalah seorang   fotografer dan memotret model-model yang langsing dan tinggi-tinggi, tapi ia sama sekali nggak masalah dengan Rara yang badannya besar dan kurang memperhatikan penampilan. Yang penting nyaman dan tulus karena ia melihat sosok Rara adalah cewek yang hatinya baik.

Hadeeh.....tolong sisain cowok kayak Dika dooonk.

Di sini yang menarik perhatian adalah karakter Fey yang diperankan oleh Shareefa Daanish. Fey adalah sahabat Rara yang cuek banget tapi asyik. Tapi jangan salah ya, dari sikap cueknya itu dia adalah  sosok teman yang selalu ada. Aktingnya Fey juga maksimal banget bahkan sesekali kocak. Sangat berbeda dengan karakter lain yang dia perankan. Dan dari sini aku juga pingin banget punya temen kayak Fey. Yang kalau udah selesai masalahnya yaudah, nggak perlu sok-sokan lama-lama. Yang namanya temen ya begitu, kalau keselnya udah ya udah. Ya emang susah nyari temen yang selalu support kita saat yang lain justru menjauhi kita.

Genk Ibu-Ibu Nyinyir Yang Bikin Gemes

Di mana-mana kita bakalan ketemu sama segerombolan Ibu-ibu yang suka nyiyir. Di film ini ternyata juga ada 4 Ibu-Ibu yang rempong banget ngurusin penampilan Rara yang bukan anaknya. Ya memang sih, di sini Mamahnya Rara (Karina Suwandi) memang salah satu gerombolan Ibu-Ibu yang Body Goals banget. Ke empat Ibu-ibi itu diperankan oleh Diah Permatasari, Wanda Hamidah, Karina Suwandi dan Olga Lidya. Ya...karakter mereka memang cocok banget jadi ibu-ibu sosialita yang harus melihat kesempurnaan di depan mereka.

Liat aja adegan yang menampilkan Genk Sosialita ini, pasti pembahasannya, “Kok kamu gendutan sih”. Terus pas Rara keliatan langsing, mereka berfikir kalau Rara operasi sedot lemak lah...bla....bla...bla...

Padahal yang dilakukan Rara hanyalah menjaga pola makan dan olahraga. Sesimpel itu. Tapi ya namanya orang pastinya lebih suka membuat persepsi sendiri. Yah....begitulah. Kadang kita memang nggak perlu mendengar omongan orang.

Di sini seolah menunjukkan kalau apa yang dirasakan dengan apa yang dilihat sangatlah jauh berbeda. Di satu sisi Rara terlihat langsing dan sempurna di mata orang lain yang melihatnya, tapi si sisi lain Ia merasa kurang bahagia karena terasa asing bagi Dika dan Fey. Pada akhirnya Rara bilang, “Jadi  Cantik juga belum tentu bahagia”.  Oke bangetlah. Sebenarnya menjadi perempuan itu bukan karena  ingin tampil cantik di mata orang lain, tapi bagaimana caranya kita nyaman dengan apa yang sudah kita  miliki.

Genk Kosan Yang Bikin Film Ini Makin  Asik

Nah...ini nih yang bikin aku ngakak meski nontonnya sendirian. Genk kosan ini ada Aci Resti, Neneng Wulandari , Zsa Zsa Utari dan siapa lagi kalau bukan Kiky Saputri. Di sini Kiky Saputri memang bikin film ini semakin hidup dengan karakter nyablaknya. Guyonanya emang ngena banget di kehidupan sehari-hari. Buat yang udah nonton pasti ngerti dah.

Problema Pertemanan Yang Ngena Banget

Drama pertemanan memang menjadi hal yang sangat sensitif untuk dibahas. Di film Imperfect ini juga begitu adanya. Di dunia kerja memang Rara seringkali dipandang remeh karena penampilannya yang kirang oke. Bahkan atasannya sendiri (Diperankan oleh Dion Wiyoko) juga bilang, kalau isi kepala saja tidaklah cukup, sehingga yang penampilannya menarik meski isi kepanya kurang lebih diunggulkan. Rasanya hal ini juga masih banyak terjadi sih. Masih banyak perusahaan yang mendewakan penampilan. Dan aku salut sama perusahaan yang lebih mengunggulkan skill.

Meski penampilan juga sangat penting tapi juga nggak harus good looking banget sih. Yang paling penting kan rapi, wangi, berpakaian sopan dan make up sewajarnya aja. Karna sesederhana ini juga bisa terlihat menarik di mata orang lain. Yang penting percaya diri aja.
Drama kantor juga sangat kental sekali di sini. Di mana yang satu genk sama mereka harus sama. Lalu ada yang nggak suka ketika sedang dekat dengan atasan dan akan ada masanya ketika kita dimarahi atasan, lalu ada yang cari muka. Hal seperti itu sepeertinya masih banyak kita temui.

Yang aku lihat, tema persahabatan antara Rara dan Fey di sini memang seperti nyata banget. Ini terlihat banget waktu Rara udah menjadi apa yang dia inginkan, dengan enaknya dia meminta Fey untuk membuat penampilannya berubah seperti dirinya.Seseorang akan berubah seiring berjalannya waktu. Apalagi kalau sudah berada di puncak dan merasa memiliki segalanya, seolah justru meremehkan teman yang selalu ada.

Jalan cerita di film Imperfect ini memang bagus. Mampu menyuguhkan beberapa tema yang ngena banget dan bikin kita manggut-manggut. Banyak pesan yang akan kamu dapat setelah menonton film ini. Mengapa film seperti ini nggak ada dari dulu sih? Mungkin kalau sudah ada dari dulu akan lebih banyak orang yang memahami bahwa tidak sempurna itu nggak papa banget. Toh...zaman sekarang ternyata masih banyak orang yang ingin terlihat WAH di mata orang lain. Iya kan?

Aku adalah tipe orang yang semakin ke sini semakin malas mendengar omongan orang. Sudah banyak yang bilang, “Kapan nikah? Kok nggak nikah-nikah? Jangan pilih-pilihlah. Udah berumur udah waktunya berumah tangga dan masih betah aja sendiri emang apa yang kamu cari?”

Okay lah....saking banyaknya pertanyaan yang menyudutkan. Alangkah baiknya kalau kita menutup telinga saja. Kita tidak mungkin menutup bacotan orang yang buanyak banget. Tapi kita masih punya 2 tangan untuk menutup telinga kita dan everything gonna be okay.

Yah...begitulah hidup. Orang lain hanya hanya ingin memuaskan keinginannya dengan berkomentar buruk tentang kita. Yang mereka bilang kurang inilah...itulah....bisa saja menjadi hal yang sudah kita syukuri. Jangan terlalu memaksakan diri agar orang lain puas dengan penampilanmu. Karna yang terpenting adalah kita nyaman menjalaninya. Itu saja masih sulit bagi beberapa orang. Iya kan?

Oke baiklaaah.....begitulah ulasan tentang film Imperfect. Rating yang paling tepat adalah 10. Rasanya sempurna banget. Eh tapi tak ada manusia yang sempurna. Yaudah aku kasih 9,5 aja deh. Overall bagus banget. Pesannya juga mampu memotivasi orang yang kurang percaya diri dalam menjalani hidup.

“Tidak perlu menjadi yang sempurna jika ketidaksempurnaan mampu membuatmu bahagia”

“Tidak ada standar untuk tampil mempesona karena semua orang punya keunikan masing-masing”

“Teman yang baik tidak menghakimi, tidak menyudutkan, namun akan menuntun ke arah yang lebih baik”

“Pencarian kebahagiaan itu memang bukan soal mengejar kesempurnaan”

“Buat apa terlihat cantik di mata orang lain kalau kita tidak merasa bahagia”

“Banyak orang yang bisa menyumbang uang tapi hanya sedikit yang meluangkan waktu dan tenaga”

Nah.....ada yang mau nambahin pesannya lagi nggak? Masih banyak banget nih. Kalau ada bisa tambahin di kolom komentar yak.

~MissAnt~


Popular Posts