Jumat, 21 Agustus 2020


 

Apakah kebanyakan sambat pertanda kalau kesehatan mental kurang sehat? Btw sambai itu bahasa jawa yak, kalau dalam bahasa Indonesia sama dengan ngeluh (mengeluh).

 

Ah….koe kakean sambat (Bahasa Jawa)

Ah….kamu kebanyakan ngeluh (Bahasa Indonesia)

 

Kira-kira begitu. Tapi lebih enak menggunakan kata sambat deh. Soalnya lebih loosssss. Haha….

Di luar sana kita pastinya sering mendengar keluhan-keluhan yang sebenarnya sepele, tapi dibesar-besarkan. Emangnya dia doang yang punya masalah hingga seluruh jagad sosmed harus tau? Setiap orang pasti punya masalah kok, hanya saja kadar keluhannya saja yang membedakannya.

Adalah wajar jika kamu mengeluh. It’s okay. Namanya manusia,kalau nggak ngeluh ya kurang puas. Aku juga begitu, kadang ya sambat. Tapi nggak kebanyakan sambat. Karna kebanyakan sambat juga bakal bikin mental kamu nggak sehat.

Kesehatan mental ternyata juga memperngaruhi kesehatan fisik seseorang loh (pernah baca). Jadi, jika mental kita sehat, Insya Allah fisik kita juga sehat. Menjaga kesehatan mental tentu sangat mudah. Nggak mahal dan siapapun bisa melakukannya.

Jadi, bagaimana cara menjaga kesehatan mental?

1.Mendekatkan diri kepada Allah

Intinya, selama kamu dekat sama sang pencipta, seberat apapun masalah yang kamu alami akan baik-baik saja. Percaya sama Allah kalau kita sedang dikasi beban, tentu saja kita sanggup melewatinya. Allah tidak akan membebani seseorang jika orang tersebut tidak sanggup. Kalau kita merasa diberi masalah, artinya kita  bisa melewatinya. Makanya, deketin Allah, minta apa saja. Insya Allah diberi kemudahan.

2.Hindari banyak sambat

Katanya, orang yang mengeluhkan hal-hal sepele itu akan berpengaruh terhadap kesehatan mental. Mulai sekarang coba belajar untuk legowo. Kebanyakan sambat juga hanya memberikan energi negatif pada diri yang berujung ke penyakit. Liat aja orang yang jarang sambat meski banyak beban hidup yang ditanggungnya, lebih sehat kan?

3.Perbanyak bersyukur

Yang namanya manusia memang selalu kurang…..kurang dan kurang. Meski sudah mendapatkan apa yang didapatkan, tapi tetap saja ingin lebih dan lebih. Ya….namanya manusia. Wajar sih. Tapi alangkah baiknya kita bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Ingat ya, apa yang kita miliki adalah apa yang diinginkan orang lain. Belum tentu orang lain mendapatkan apa yang sudah kita inginkan.

4.Banyakin Dzikir daripada Nyinyir

Semakin ke sini tentunya makin banyak orang yang suka mengomentari kehidupan orang lain. Di satu sisi memang orang nyaman dengan kehidupannya, tapi di sisi lain selalu ada saja orang yang suka mengusik kehidupan kita. Terlalu banyak nyinyir juga bikin mental kamu nggak sehat. Mengapa? Karena kamu terlalu membanding-bandingkan hidup orang lain yang sama sekali nggak ngaruh dengan kehidupanmu. So….banyakin dzikir daripada nyinyir yak.

5.Love yourself

Semua berawal dari diri kita sendiri. Sayangi diri sendiri dulu, kemudian hal-hal positif akan datang menyertai. Nggak percaya? Coba aja. Love yourself first before you love someone else. Mencintai diri sendiri tidaklah sulit dan bukanlah egois. Demi kesehatan mental, priorotaskan diri sendiri dulu.

Hm…..apalagi yak?

Intinya kesehatan mental itu penting dan mampu mempengaruhi pola pikir kita. Kesehatan juga mahal harganya. Kita berhak atas diri kita. Sebisa mungkin jangan menyakiti diri sendiri untuk membahagiakan orang lain karena tidak semua orang suka dengan kita.

 

~MissAnt~

 

 



0 comments:

Seedbacklink

Categories

Pengunjung Hari ini

Cari Blog Ini

Translate

Tutorial Paling Mudah Daftar Freelancer di Projects.co.id

  Sumber Gambar: Pexel   Sebagai seorang freelancer, kamu tentunya sudah tidak asing dengan platform yang satu ini. Projects.co.id meru...

Tentang Penulis

Foto saya
Heloo..thank you for always visit and read my blog ^.^