Pages

Wednesday, 30 December 2020

Cara Mudah Menerapkan Psikologi Marketing

 



Dalam dunia marketing, tentunya selalu ada cara dalam mempromosikan produk. Namun, semua juga harus diimbangi dengan yang namanya psikologi marketing. Dengan adanya psikologi marketing, maka akan semakin mudah menawarkan produk kita pada pelanggan.  Penerapan psikologi dalam marketing nantinya akan sangat membantu sehingga semua marketing harus paham tentang psikologi marketing.

Apa itu psikologi marketing?

Sebelum memulai bagaimana penerapannya, Anda harus tahu apa itu psikologi marketing. Psikologi marketing adalah pemahaman terhadap motif-motif yang dapat mempengaruhi emosi serta tindakan pasar dalam memandang suatu produk maupun jasa yang ditawarkan oleh pebisnis.

Setelah Anda paham tentang psikologi marketing, tentunya Anda akan lebih mudah dalam menerapkannya. Seorang marketing yang paham akan psikologi marketing tentu akan lebih mudah dalam menjual produknya. Dan yang menjadi poin penting saat menjual produk menggunakan teknik psikologi marketing ini adalah Anda tidak perlu "ngoyo" dalam berjualan karena sudah berpacu dengan apa yang sudah ada di psikologi marketing.

Lalu, bagaimana cara menerapkan psikologi marketing?

Berikut cara mudah untuk menerapkannya

1.Pahami Jenis-jenis pembeli

dalam menerapkan psikologi marketing, yang harus Anda lakukan pertama kali adalah memahami jenis-jensi pembeli. Seperti yang sudah dijelaskan, menurut pakar dari Neuroeconomic, mereka telah mendefinisikan bahwa ada 3 kategori bisnis yang harus Anda pahami, di antaranya adalah Tightwads, Spendthriffts, dan Average spenders.

Tightwads

Pembeli jenis Tightwads adalah tipe pembeli yang lebih memilih menghemat uang daripada membelanjakannya secara masif. Sebagai marketing, jika Anda menemui calon pembeli seperti ini, maka yang Anda lakukan adalah dengan memilih kata-kata yang memiliki muatan emosi negatif. Mengapa yang dipakai adalah cara seperti ini, karena tipe orang seperti ini cenderung sulit untuk mengeluarkan uang.

Kata yang bisa Anda gunakan misalnya, "Simpan lebih banyak di masa depan dengan berinvestasi di sini, sekarang juga!”. kata-kata ini ampuh untuk mereka yang selalu berfikir dua kali untuk membelanjakan uangnya. Ketika menemukan tipe Tightwads, maka Anda harus lebih sabar dan memiliki taktik  untuk

Spendthrifts

Spendthrifts merupakan tipe pembeli yang lebih mudah membelanjakan uangnya. Mereka juga tergolong orang yang tidak menyesal setelah membelanjakan banyak uang. Anda akan senang sekali jika menemukan tipe pembeli seperti ini. Tidak perlu menggunakan trik tertentu karena Anda cukup membuat iklan berupa video yang akan dengan mudah menarik perhatian mereka. Orang dengan tipe Spendthrifts juga lebih mudah tertarik dengan visual sehingga Anda harus lebih kreatif ketika bertemu dengan calon pembeli jenis ini.

Average Spenders

Tipe pembeli seperti Average Spenders sebenarnya berada di tengah-tengah antara Tightwads dan Spendthrifts. Mereka hanya akan membeli barang yang menurut mereka cocok untuk dipakai jangka panjang. Tapi di sisi lain, mereka juga sangat perhitungan dalam membeli barang-barang, Yang dinilai tidak penting maka tidak akan dibelinya karena memiliki pegangan kuat terhadap keuangan mereka.

Jika Anda bertemu dengan jenis pembeli seperti ini, maka yang Anda lakukan adalah dengan membuat strategi pemasaran emosi yang cukup meyakinkan. Misalnya, sertakan jaminan uang kembali apabila tidak puas dengan produk tersebut atau berikan garansi seumur hidup agar mereka lebih yakin dengan produk yang Anda jual.

2.Bantu calon pembeli agar terhindar dari Action Paralysis

Sebagai seorang maketing, Anda harus bisa melakukan pendekatan dengan calon pembeli. salah satu yang harus Anda coba adalah memanfaatkan embel-embel kata-kata yang meyakinkan. Misalnya, "Dapatkan diskon hingga 80% untuk pembelian di bulan pertama hingga 3 bulan pertama".

Dalam membantu calon pembeli, Anda harus pandai menggunakan pendekatan yang lunak dan mampu membangkitkan emosi calon pembeli. Usakahan teknik yang Anda gunakan adalah yang mengandung CTA (call to action).

3.Membangun urgensi dengan cara yang cerdas

Dari pengalaman sebagai merketing, tentu Anda sering menemukan orang-orang yang cenderung memblokir informasi penting jika mereka tidak menerima informasi lanjutan yang berisi petunjuk khusus soal bagaimana cara menghadapi atau cara menggunakannya dengan optimal.

Sebagai contoh, ketika Anda memiliki bisnis online platform, maka Anda harus memaksimalkan layanan dengan menekankan fitur-fitur yang menarik. Hal tersebut nantinya akan menyelamatkan pengguna dari profil-loss seandainya pengguna tidak memakainya.

4.Memberikan hierarki label pada konsumen

Salah satu tugas Anda sebagai pebisnis adalah dengan membuat konsumen merasa istimewa karena hal itu bisa menjadi salah satu alat retensi yang hebat. Dalam hal ini Anda juga akan mempunyai peluang untuk mengubah pelanggan menjadi brand ambassador untuk produk Anda,

Trik ini juga merupakan suatu metode akuisisi yang sangat baik karena banyak pelanggan baru yang datang karena rekomendasi langsung dari pelanggan lama Anda. Sebagai pebisnis yang menerapkan piskologi marketing sebaiknya perlu memakai cara ini.

5.Melakukan penawaran dengan menggunakan teknik Devil's Advocate

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa  orang akan cenderung memberli sebuah produk ketika mereka memiliki asumsi yang dipertanyakan oleh perusahaan Anda. Intinya adalah Anda harus bisa mengatasi kekhawatiran calon pembeli ketika melakukan sales dengan tidak berpegang pada teori atau penelitian yang membosankan. Anda juga harus pandai dalam memberikan studi kasus yang paling relevan dan aktual sehingga akan lebih berpotensi menjual.

6.Berikan kejutan pada pelanggan

Untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan, adakalanya Anda memberikan kejutan dadakan untuk pelanggan Anda. Hal ini juga bisa membangun loyalitas terhadap brand dengan lebih baik lagi. Dengan sesekali memberikan kejutan pada pelanggan, secara tidak langsung mereka juga akan memberikan  ulasan yang bagus untuk produk Anda. Dari sinilah jejak pencapaian Anda  akan semakin dikenal banyak orang.

Sebelum memutuskan untuk memberi produk secara online, tentu saja orang akan lebih dulu melihat ulasan. Jika ulasannya baik, maka akan semakin membuat calon pembeli yakin untuk membeli produk Anda. Meski banyak pebisnis online yang seringkali curang dengan membeli ulasan dari orang terdekat, tapi katahuilah bahwa pebisnis yang cerdas adalah mereka yang mendapatkan ulasan yang murni dari pelanggannya.

 Setiap strategi pasti membuahkan hasil. Seperti halnya strategi untuk menerapkan psikologi marketing. Dengan penerapan yang sesuai, maka hasilnya juga akan menguntungkan bagi bisnis Anda. Seorang pebisnis sudah sepatutnya untuk memahami penerapan strategi marketing demi memudahkan dalam penjualan produk sesuai dengan karakteristik pasar yang menjadi target Anda.

 

~MissAnt~

 

Inilah 5 Perbedaan Konsep Marketing dan Sales

 

Sumber Gambar : Google


Meski keduanya berbeda, tetapi masih banyak orang yang meganggap marketing dan sales itu sama. Divisi sales dan marketing seringkali mengalami miskonsepsi dan sering dianggap sama saja, baik itu fungsi dan tugas kerjanya. Tak hanya itu saja, jika dilihat dari segi konsep, tentu saja sales dan marketing sangatlah berbeda.

Dalam sebuah perusahaan, marketing dan sales merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai target. Namun konsepnya sangatlah berbeda meski masih ada orang yang beranggapan konsepnya sama. Sebelum menjelaskan soal konsep, marilah untuk lebih menjelaskan apa itu sales dan apa itu marketing.

Marketing adalah kegiatan implementasi strategi yang dijalankan dengan sistem.  Sedangkan sales merupakan bagian dari perusahaan yang kegiatannya adalah menjual, memastikan produk  yang terlihat maupun tidak terlihat agar bisa diterima oleh konsumen.

Dengan adanya penjelasan singkat tersebut pastinya sudah bisa dipahami kalau keduanya memang beda. Hal itu juga akan memudahkan untuk masuk ke poin selanjutnya yaitu mengenai konsep antara marketing dan sales. Mengapa konsep sangatlah penting? Karena hal itu juga bisa dibilang salah satu trik dalam memasarkan suatu produk.

Dalam dunia marketing, tentunya kita harus paham mengenai banyak konsep. Speerti halnya konsep dalam berjualan atau kemampun menujual barang. Anda yang berprofesi sebagai sales maupun marketing juga harus paham akan konsep yang akan dijalankan.

Profesi seorang marketing harus tahu kalau mereka sebaiknya tidak memakai konsep sales begitu juga sebaliknya. Baik marketing maupun sales harus memiliki konsep. Konsep adalah suatu representasi abstrak dan umum tentang sesuatu yang bertujuan menjelaskan suatu benda, gagasan, atau peristiwa.

Di sini kami akan menjelaskan beberapa perbedaan antara konsep yang dipakai marketing dan sales. Meskipun banyak yang menganggapnya sama, namun keduanya ternyata berbeda.

Berikut perbedaan antara konsep marketing dan konsep sales

1.Konsep marketing lebih berorientasi kepada kepuasan konsumen, sementara untuk sales sendiri lebih berorientasi untuk menjaga bisnis dan produk yang dihasilkan.

Produk yang kita miliki tentu akan memberikan kesan yang berbeda-beda pada pelanggan. Ada yang puas dan ada yang mungkin kurang puas atau bahkan kecewa. Dan yang paling bertanggungjawab soal ini adalah marketing. Seorang marketing harus bisa meyakinkan kepuasan pada pelanggan sehingga mereka merasa produk kitalah yang paling hebat.

Marketing harus bisa menjalin kerja sama yang baik untuk pelanggan, hal ini secara tidak langsung juga bisa membentuk kerja sama yang panjang. Anda pastinya sudah tahu kalau seorang marketing harus bisa menjalin komunikasi yang baik agar selalu bisa menawarkan produk baru kepada para pelanggannya.

Namun, hal ini berbeda dengan konsep sales. Seorang sales lebih bertanggung jawab dengan produk yang dihasilkan. Secara garis besar, sales bertanggungjawab dengan produk yang dijual. Mereka juga yang selalu "memutar otak" tentang bagaimana agar produk laku terjual semua. Dari sini sudah pasti terlihat dengan jelas tentang perbedaannya.

2.Konsep marketing lebih mengarahkan produk agar dapat masuk ke dalam pikiran konsumen secara perlahan, sementara sales cenderung memaksa konsumen berpikir tentang produk.

Di sini sangat jelas bedanya.Istilah kasarnya, marketing lebih berhati-hati dalam menawarkan ptoduk sementara sales lebih to the point. Prioritas seorang marketing adalah agar bisa menjalin hubungan yang baik dengan customer supaya bisa menjadi pelanggan setia.

Hal ini berbeda dengan sales yang lebih mencari target agar membeli barang-barang tanpa harus ada basa-basi yang panjang. selain itu, sales juga harus pandai dalam menjelaskan keunggulan produk supaya customer tertarik untuk membelinya. Maka dari itu, seorang sales juga harus paham betul mengenai produk yang dijual sehingga bisa menjawab dengan benar jika ada pelanggan yang bertanya.

3.Konsep marketing lebih fokus kepada kebutuhan konsumen, sedangkan sales lebih berfokus kepada produk.

Seorang marketing harus lebih fokus dengan kebutuhan konsumen. Jika Anda ingin menjadi seorang marketing, maka Anda harus bisa mendekati pelanggan dengan menanyakan apa yang sebenarnya mereka butuhan. Ini merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang marketing. Mereka harus terbiasa menjual produk dengan teknik softselling sehingga tidak terlalu terlihat kalau sedang berjualan.

Berbeda dengan seorang sales, mereka hanya memikirkan  bagaimana caranya agar produk laku terjual. Sales yang baik harus punya trik unik agar produk cepat laku terjual. Bagaimanapun caranya, mereka harus bisa menjual produk sesuai target yang telah diterapkan.  Kebanyakan sales biasanya memiliki trik sendiri dalam memasarkan sehingga berapapun targetnya akan sangat mudah untuk dijual.

4.Konsep marketing harus mencakup berbagai strategi, termasuk produk, harga, tempat, distribusi dan promosi, sedangkan sales hanya fokus dengan promosi dan persuasi.

Jika dilihat di sini memang konsep marketing lebih ribet jika dibanding dengan sales. Sales harus lebih memaksimalkan promosi dan bagaimana cara agar customer terpengaruh untuk membeli produk. Sedangkan untuk marketing harus memikirkan bagaimana  strategi pemasaran unik dan beda dari yang lain.  Selain itu marketing harus pandai dalam memainkan harga agar tidak rugi saat berjualan.

5.Konsep marketing bertanggungjawab dengan harga produk yang sudah ditentukan oleh permintaan dan penawaran komoditas pasar, sedangkan konsep sales bertanggung jawab dengan biaya produksi sebagai dasar pembentukan harga produk.

Harga yang ditawarkan pada produk sebenarnya adalah tanggung jawab sales. Mereka akan langsung berhubungan dengan tim produksi. Kendati demikian, marketing juga harus turut andil memberikan penawaran harga yang disesuaikan dengan komoditas pasar.

Meski memiliki konsep yang berbeda, akan tetapi sales dan marketing harus bekerja sama dalam menjual produk. Intinya memang menjual produk, hanya saja caranya yang berbeda, namun tujuannya tetap sama.

Begitulah cara marketing dan sales dalam menjalankan konsep mereka. Banyak perbedaanya bukan? Dengan melihatnya dari segi konsep pastinya kamu sudah bisa membedakan antara marketing dan sales.  

Mungkin di zaman dulu masih sulit dalam membedakan konsep marketing dan sales lantaran kurangnya cara marketing secara digital. Berhubung sekarang zaman sudah mulai maju dan banyak orang yang lebih melek terhadap teknologi, maka konsep marketing dan sales juga harus berbeda agar lebih cepat dalam menentukan target suatu perusahaan.

 

~MissAnt~

 

 

Cara Mudah Membuat Company Profile Untuk Bisnis Anda

 



Sebagai pemilik bisnis pastinya Anda tidak asing dengan yang namanya company profile.  Company profile atau yang biasa disebut dengan profil perusahaan adalah laporan yang memberikan gambaran tentang sejarah, status sekarang dan tujuan di masa depan pada sebuah perusahaan. Ini juga bisa bisa dikatakan sebagai desripsi singat pada suatu perusahaan yang mencerminkan kualitas serta fokus kerja suatu perusahaan.

Ketika Anda sudah memutuskan untuk membuka bisnis, maka company profile sangatlah penting karena akan memberikan gambaran singkat mengenai bidang yang akan Anda tekuni. Adanya company profile juga berperan sebagai media representasi tools marketing, pelengkap dalam proposal dan sebagai media untuk  branding dan publikasi.

Meskipun nantinya Anda hanya akan membuka perusahaan kecil, namun dengan  adanya company profile akan membantu mengenalkan perusahaan yang Anda rintis dalam mendekati lingkup segmen pasar baru yang sangat penting dalam pertumbuhan bisnis suatu perusahaan.

Seberapa penting company profile pada sebuah perusahaan ?

Company profile memang penting untuk perusahaan karena merupakan alat pemasaran yang diperlukan seorang sales atau marketing untuk memperoleh iklan. Dengan melihat hal tersebut, tentunya company profile pada sebuah perusahaan sangatlah penting.

Berikut beberapa pentinya company profile pada sebuah perusahaan

1.Memberikan informasi penting terkait sebuah perusahaan

Sebagai pemilik perusahaan, Anda tentunya ingin memberikan kesan agar orang tertarik dengan produk yang Anda jual. Adalah tidak mungkin jika Anda harus menjelaskan bagaimana perusahaan Anda dan produk apa saja yang Anda jual. Untuk mempersingkat waktu dan menghemat tenaga, Anda cukup membuat company profile yang berisikan seluruh informasi mengenai perusaan Anda.

2.Memudahkan orang lain untuk memilih produk

Dengan adanya company profile, orang akan lebih mudah untuk memilah-milah produk yang akan dibeli. Pada setiap produk juga ditampilkan secara detail tentang apa keunggulan dan kelemahan produk tersebut sehingga memanfaatkan company profile memang sangat tepat, khususnya bagi perusahaan yang ingin semakin melebarkan sayapnya.

3.Membantu mengontrol informasi perusahaan

Sebuah perusahaan pastinya akan mnegadakan beberapa event untuk membantu mempromosikan produknya. Di sini company profile bertugas mengontrol informasi mengenai perusahaan. Dalam setahun  mungkin perusahaan sudah bisa dilihat bagaiamana perkembangannya. Ini juga bisa dimasukkan dalam company profile sehingga perusahaan akan selalu update.

4.Sebagai media promosi paling komplit

Produk akan dengan mudah sampai ke pelanggan hanya dengan meihat company profile saja. Di zaman yang serba mudah ini banyak orang yang selalu mencari detil produk yang dijual melalui company profile. Hal ini karena dianggap lebih terpercaya. Maka dari itu Anda haruslah memiliki pandangan yang lebih kreatif ketika akan membuat company profile.

Cara mudah membuat company profile untuk bisnis Anda

Semua perusahaan pastinya menginginkan citra yang baik di mata semua orang karena dengan nama  baik tersebut akan menjadi modal perusahaan agar semakin dikenal banyak kalangan. Untuk itu, pastikan bahwa Anda lebih mengedepankan kualitas dan kredibilitas yang tinggi untuk perusahaan Anda.

Agar terlihat lebih profesional, maka berikut ada beberapa cara mudah dalam membuat company profile;

1.Pilih tema yang tepat

Memilih tema yang cocok sangatlah penting. Hal ini seolah akan mengenalkan produk Anda pada calon pembeli. Buatlah tema yang khas agar orang-orang langsung berfikir pada produk tersebut ketika melihat tema pada company pofile Anda.

Untuk memberikan kesan yang menarik, Anda tidak perlu memilih tema yang mahal. Anda bisa memilih tema dari website bawaan atau mendonwload gratis dari template yang sudah direkomendasikan. Selain itu Anda juga bisa memilih tema dari jasa pembuatan website.

2.Lengkapi seputar informasi dasar bisnis yang Anda jalankan

Langkah berikutnya dalam membuat company profile adalah dengan memberikan informasi dasar seputar bisnis yang Anda jalankan. Hal ini bisa meliputi nama legal bisnis berserta identitas perusahaan, kapan tanggal berdirinya, di mana alamatnya, alamat website dan apa nama akun media sosialnya.

Mencantumkan sosial media sekarang sangat penting karena semakin banyak orang yang memakai sosial media untuk mencari tahu. Bahkan dari sosial media tersebut juga bisa menggembarkan seberapa profesional perusahaan tersebut.

3.Masukkan segala hal yang berhubungan dengan perusahaan

Pada bagian ini, Anda bisa memasukkan latar belakang sekaligus visi misi perusahaan. Tak hanya itu saja, bagian ini Anda bisa menambahkan beberapa kategori seperti deskripsi produk, sejarah bisnis, bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu hingga kebijakan-kebijakan perusahaan.

Selain poin di atas Anda bisa menambahkan nama-nama pendiri perusahaan dan orang yang berpengaruh pada perusahaaan Anda. Bagi pemilik bisnis online, Anda juga bisa menyertakan nama klien yang paling sering membeli produk Anda. Hal ini agar company profile terlihat profesional.

4.Tuliskan tentang pencapaian perusahaan

Sejak sebuah perusahaan berdiri hingga berkembang, pastinya ada pencapaian-pencapaian yang didapat. Ini bisa berupa penghargaan yang pernah diperoleh, sertifikasi yang sudah dimiliki, testimoni dari klien dan peliputan media massa.

Adanya pencapaian sebuah perusahaan akan menunjukkan bahwa perusahaan kita lebih unggul dibanding perusahaan lain. Ini juga akan membuat nama perusahaan lebih dikenal lebjh luas karena pencapaian tersebut.

5.Tampilkan klien dan tim perusahaan.

Jika Anda melihat company profile pada sebuah perusahaan sekarang  memang sudah banyak yang menampilkan kinerja tim dan klien yangsudah menjadi langganan. Hal ini tak hanya membuat tampilan company profile lebih keren tetapi juga meningkatkan kualitas perusahaan agar lebih unggul.

6. Perhatikan penyusunan informasi  seputar perusahaan

langkah yang terakhir untuk membuat company profile adalah penyusunan informasi terkait perusahaan atau bisnis Anda. Sebaiknya susunlah secara urut agar memudahkan pengunjung dalam mempelajari dan mencari spesifikasi perusahaan. Hal ini juga akan memudahkan mereka jadi atau tidaknya memilih produk yang Anda jual.

Dengan berkembangnya zaman dan semakin banyak orang yang melek teknologi, maka apa saja bisa diperlihatkan secara online, begitu juga dengan bisnis yang sedang Anda jalankan. Hal inilah yang menjadi point penting mengapa website company prodile sangatlah penting dan semua pebisnis harus membuatnya.

Company profile juga merupakan solusi efektif untuk mendapatan eksposur di dunia maya karena website tersebut bisa dikatakan sebagai pondasi Anda dalam membangun perusahaan atau bisnis secara online. Meski tidak mudah, namun company profile yang profesional akan membuat perusahaan yang Anda jalankan semakin populer.

 

 ~MissAnt~

 

 

Popular Posts