Wednesday, 13 November 2019

Ketika Yang Kita Mau Bukanlah Jodoh Kita




Begini, sebenarnya ada banyak cara yang membuat kita berjodoh dengan seseorang yang kita inginkan. Kira-kira kalian pernah nggak sih? Menginginkan seseorang buat jadi pendamping hidup tapi ternyata orang itu bukan jodoh kita?Pernah nggak? Gimana rasanya? Sakit nggak? Hahahaha......Syukurin.

Loh.....maapkan yak. Bukan bermaksud mengejek. Hanya saja aku juga sedang mengalaminya. Ya mungkin memang nggak enak banget. Tapi ya gimana ya? Namanya juga nggak jodoh. Mau digimanain juga nggak bakalan jodoh. Lantas, gimana aku bisa yakin kalau dia memang bukan jodohku?

Et...dah....kali ini Aku lagi pingin nulis seputar ini. Nggak tau kenapa. Mungkin karna emang udah cepak karena yang disayangi sepertinya nggak peka. Eh...tapi gimana bisa peka wong dia aja nggak  tahu kalau aku suka sama dia. Mungkin teman yang sudah Aku ceritain selalu bilang begini, "Lah...kamunya nggak bilang kalau suka, lha gimana dia tahu perasaanmu?".

Gila nggak tuh. Ya masak cewek bilang suka duluan. Aneh banget kalau menurutku. Meski sekarang memang banyak cewek yang lebih dulu mengungkapkan perasaannya, tapi kalau aku mah, sadar diri. Ya kalau dia suka, kalau nggak suka gimana? Ditolak donk. Hahaha.....

Tapi salah satu temenku emang pernah bilang begini, "Ya itu resiko, kamu pilih dia tahu perasaanmu meski dia tidak menyukaimu atau kamu hanya akan memendam rasa ini entah sampai kapan? Hayoloh pilih mana?". Begitulah katanya. Meski dia bilang begitu, tapi aku nggak bisa jawab. Cuma bergumam dalam hati, "Hadeeehh.....ni bocah enak banget ngomongnya". Kalau dipikir-pikir sih, temenku ada baiknya juga. Kalau aku nggak ngomong, gimana dia bisa tahu? Siapa tahu dengan aku jujur ke dia, malah justru kita punya perasaan yang sama. Wuah.....mau banget kalau ini.

Tapi...tapi....dan tapi.....aku punya cara tersendiri buat meyakinkan apa dia layak untuk aku atau enggak. Hmm....gimana ya? semua ini memang harus ada campur tangan Tuhan. Tuhanlah yang tahu segalanya tentang jalan hidup seseorang, dengan siapa orang itu berjodoh tentu juga sudah menjadi urusan Tuhan.

Beberapa hari kemarin aku memang sedang mencoba "merayu Tuhan". Iya, berdasarkan artikel yang pernah aku baca yang bunyinya begini, "Kalau kamu suka sama orang yang dia nggak tahu perasaanmu, maka cara yang paling bijak kamu lakukan adalah dengan merayu Tuhan, minta pada-NYA agar didekatkan. Kalau emang jodoh ya bakalan didekatkan". Begitulah salah satu kalimat dari artikel yang aku baca.

Akhirnya aku mencobanya. Mungkin belum terlalu maksimal buat merayu Tuhan karena Aku belum merayunya di sepertiga malam. Karna emang yang paling didengar adalah doa di sepertiga malam. Sampai di sini aku merasa aku sulit menyebut namanya dalam doa. Apakah ini pertanda bahwa Tuhan tidak berkenan kalau aku minta dia sebagai pendampingku?

Rasa-rasanya memang terlihat memaksa banget sih. Aku selalu menyebut namanya dalam do'a. Mungkin aku juga bosan mengucapkannya, tapi di sisi lain masih penasaran apakah ini benar-benar works? Ya seperti yang aku bilang tadi, lama-lama memang aku sulit sekali mengucapkan namanya dalam doa. Bahkan aku juga tidak pernah sekilas melihat wajahnya tiap aku meminta dia jadi pendampingku. Mungkin ini yang namanya bukan jodoh.

Aku tahu, Tuhan tak pernah lelah mendengar doa-doa hambanya yang mungkin hanya itu-itu saja. Sampai pada akhirnya aku yang nyerah karena lelah karna tak merasa sulit sekali menyebut namamu dalam doa. Hahaha....ya emang agak lebay sih. Tapi yang namanya perasaan memang nggak ada yang lebay. Hanya saja berlebihan untuk mencintainya. Hingga lupa bahwa yang berlebihan memang tidak baik. Contonya saja aku yang berlebiha menyukaimu. Entah ini memang menginginkanmu menjadi pendampingku atau hanya sekadar penasaran.

Entahlah....aku nggak tahu....mungkin hanya Tuhan dan waktu yang bisa menjawabnya
Semakin ke sini aku semakin ingin melupakannya. Tapi kenapa susah ya? Jangan-jangan emang beneran jodoh. Alhamdulillah deh kalau ini. Ya, siapa tahu aja. kalau memang nggak jodoh ya mbok dijodohin lah ya? Tapi kok kesannya kayak memaksa gitu ya?

Dalam berdoa kadang aku juga malu. Masa tiap doa selalu bilang begini, 

" Ya Alloh aku mau dia". Haha....terkesan memaksa tapi ya emang maunya sama dia. Gimana donk?

Pas lagi banget-bangetnya merasakan hal ini, mendadak nemu postingan di instagram yang bunyinya begini, 

"Untuk para perempuan yang sedang memendam perasaan, sebaiknya kamu berterus terang saja. Jika jawabannya memang menyakitkan ya itu memang resiko. Malah akan lebih menyakitkan kalau kamu tiba-tiba melihatnya bersanding dengan wanita lain di persandingan".

BERASA KETAMPAR GUE .....

Mencintai seseorang yang mungkin orang tersebut tidak tahu memang sangat menyakitkan. Sebenarnya nggak terlalu menyakitkan sih, hanya saja nyesek. Halah....sama aja.

Dear My Ay, jadi gimana? Kita mau cukup sampai di sini saja atau suatu saat nanti dipersatukan?  Tapi kapan? Jangan lama-lama ya? Karna aku udah muak ditanya KAPAN NIKAH muluk. Eheheee....

~MissAnt~



0 komentar:

Post a comment

Popular Posts