Friday, 9 June 2017

Ada apa dengan Facebook

Facebook yang sekarang emang beda. Bukan beda warnanya. Klo soal warna masih sama kok, biru tua. Hanya saja penghuninya yang nggak kayak dulu. Seingatku saat pertama maian facebook hanya untuk lucu-lucuan. Update status alay. Main wall to wall sama temen satu kosan. Padahal sih, klo ngobrol juga masih sebelahan gitu. Eee...lha kok ini mainan wall to wall dan komen-komenan. 

Duh....parahnya. Tapi itu justru yang bikin kangen. Kenapa? Penghuni facebook sekarang berubah. Jadi makin gaol. Jadi makin "pinter". Ya..pinter ngomentarin orang.

Facebook tak hanya sosmed yang biasa dipakai buat seneng-seneng. Kamu bisa jualan online, share info menarik, dan.....nyinyir. Yap, nyinyir soal apa? Klo yang paling ramai itu menjelang pilpres, cagub, pokoknya pemilihan pemimpin gitu deh. Emang sih, pilihan tiap orang beda-beda. Dan itu nggak papa. Hak asasi. Asal tidak saling nyinyir menyinyir aja sih.

Tapi kadang heran, beda pilihan kemudian dikait-kaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya gini, "eh kok kamu pakai baju itu sih, pendukungnya si anu ya". Pernah denger kayak gin kan? Suka dikait-kaitkan gitu. Padahal emang suka motif kayak gitu dari dulu.

Kalau udah kayak gitu emang susah. Mainam facebook jadi nggak seru. Temen yang dulu asik jadi nggak asik. Masalahnya apa? Sepele. Cuma masalah beda pilihan. Ngerasa pilihannya yang paling bener. Si anu tersinggung dengan apa yang di share si itu. Kemudian terjadi perang sengit. Hello...segitukah ujian pertemanan? Kesannya jadi lebay banget.

Kalau udah begini, yang salah bukan facebook nya. Hanya saja penggunanya lagi labil. Kalau facebook udah nggak asik, maka"depak" saja orang yang bikin nggak asik. Alasan orang main facebook kan buat seneng-seneng, klo ada "penghalang" dan bikin nggak seneng, "depak" saja. It's okay.

Ada apa dengan facebook?

Dia nggak kenapa-napa.


Penggunanya yang kini sedang kenapa-napa.


~MissANT~

Sayangi Para Mulut Golok

Jangan Cuma sayang sama mantan aja. Sesekali kau boleh kok sayang sama si mulut golok. Sebelumnya, udah pada ngerti kan? Apa itu mulut golok? Mulut pisau ataupun mulut silet? Nah...kalau belum, sini tak jelaskan dulu.

Mulut golok itu ibarat mulut tetangga yang enak banget kalau ngomong dan hasilnya pedes banget. Bahkan lebih pedes dari bon cabe level 30. Kedengarannya sih tidak berdarah, tapi bisa sangat menyakiti telinga. Begitulah kira-kira penjelasannya.

Jadi, apakah kamu pernah mengalami sakit yang diakibatkan oleh mulut golok? Mustahil kalau belum. Setiap apa yang kita lakukan pasti selalu saja ada kejelekan dimata orang lain. Terlebih yang nggak suka sama kita. Saat kita punya kesalahan masa lalu, akan selalu diungkit-ungkit hingga sekarang. Tiap manusia pasti punya kesalahan kecil dimasa lalu. Tapi nggak ada salahnya jika ia berusaha memperbaiki kesalahannya.

Saat seseorang mencoba untuk memperbaiki kesalahan dimasa lalu, pasti ada saja komentar pedas yang akan dihadapinya, Seperti dari perkumpulan mulut golok misalnya. Mereka akan selalu muncul saat seseorang berusaha menjadi orang yang lebih baik. Yah,,,namanya juga hidup. Akan selalu ada orang yang nggak suka dengan apa yang kita lakukan. Mencari kesalahan emang gampang, tapi yang sulit adalah berkaca pada diri sendiri.

Hidup emang keras, tapi nggak kejam. Hidup yang kejam kebanyakan hanya dirasakan oleh orang yang cengeng dan lemah. Hal yang paling ampuh untuk melawan kerasnya hidup adalah dengan melawan, terutama melawan kaum mulut golok. Kalau kita hanya diem saja dalam menghadapi kaum ini, maka kita akan semakin diinjek-injek.

Tapi seringkali ada pengecualian akan hal ini. Bagi orang yang banyak uang mungkin tidak akan banyak penyerangan dari mulut golok. Karena kaum mulut golok hanya takut sama orang yang banyak duit, tapi sekalinya bangkrut juga akan diserang habis-habisan. Heran sama orang model kayak gitu. Pas lagi diatas dipuja bagai dewa elang, giliran jatuh dicaci maki.

Sudahlah....yang paling penting kita harus punya telinga yang kuat. Jangan lemah untuk mendengarkan “gonggongan hewan”. Karna setiap orang sama saja, akan selalu membuat telinga kita terasa sakit. Pokoknya, stay strong. This is life. Sayangi para mulut golok. Setajem-tajemnya, jangan benci mereka. Kamu masih butuh dia saat berada diatas. 



~MissANT~
                                                                      


Popular Posts