Minggu, 14 Februari 2016



Suatu pagi dipinggir wastafel, muka seorang pesuruhpun terlihat ingin memberontak. Matanya merah darah dengan raut muka yang amat sangat sengak.
Entah kenapa aku kepikiran hal ini. Tapi makna pesuruh disini bukanlah orang yang mudah disuruh atau “manutan”. Awalnya sih ngga terlalu menanggapi hal hal sepele, tapi lama lama pikiranku jadi kemana mana, ngga bisa diem gitu aja. Sepertinya aku tau kenapa orang itu menjadi pesuruh yang hanya sekedar pesuruh.
Awalnya aku ngga tau sebenarnya apa posisi yang tepat untuk that annoying man. Tukang parkir? Sepertinya bukan. Penjaga? Apalagi itu, ngga cocok juga. Bos???? No….mungkin akan lebih angkuh jka seseorang memanggilnya bos. Yap. Entah apa posisinya, yang jelas dia hanya duduk sambil mainan hape dengan muka yang sengak. Petamanya sih aku masih bisa ramah walaupun mukanya sengak, ya..gimana ya, jaga image aja sih kalau aku, soalnya ditempat itu aku juga mencari uang untuk kebutuhan sehari hari, wajar donk kalau aku berusaha baik kesemua orang. Termasuk sama that annoying man yang mukanya ngga enak banget buat dipandang. Kenapa aku sampai menyebutnya an annoying man? Aku nggak akan memulai kalau orang itu ngga cari masalah. Hal ini ternyata bukan aku saja yang mengalaminya. Jadi ceritanya begini. . .
An annoying man adalah seorang penjaga, ngga tau deh penjaga atau tukang parkir. Oiya, aku ngga merendahkan soal posisi ataupun status sosial. Sebelum adanya kejadian kecil ini, sikapku ke dia juga biasa biasa aja kok. Mencoba baik malah, apa salahnya berbuat baik kalau kita memang sama sama cari duit.
            Pada suatu pagi yang agak mendung, saat itu kantor masih sepi, mungkin sang penjaga masih terlelap, padahal saat itu sudah jam 8 pagi. Apakah pantas seorang penjaga kantor jam segitu masih terlelap, semalem habis poskamling ya pak? “tanyaku lirih”. Kemudian saat teman lain datang dan buru buru ingin menyelesaikan pekerjaannya, ia menggedor gedor pintu supaya sang penjaga segera membukakan pintunya. Dan apa yang terjadi? Dari kejauhan pintu aku hanya terbengong bengong, dengan mata yang masih merah darah, ia mengamuk dan berkata kepada temanku, “Ini jam berapa sih, masih pagi begini kok sudah dating, ngga tau apa kalau kantor buka jam 9”. Karena merasa mengganggu sang penjaga, temanku akhirnya minta maaf, tapi dia hanya cuek saja. Dari situ ak hanya bisa geleng geleng. Kalau dipikir pikir, tugas dia adalah semcam penjaga, tugasnya juga membukakan pintu kepada siapapun yang sudah datang. Tapi nyatanya, raut mukanya terlihat tidak ikhlas.
            Tak hanya itu saja, suatu pagi saat aku membuang sisa air dari Tupperware ku di kamar mandi, tiba tiba dia nongol dan bilang, “Air nya jangan dibuang, kan sayang banget, jangan buang buang air”. Hmmm….langsung aku bilang aja, “lah..ini kana k ambil air galonnya ngga banyak, aku juga mengira ngira pas ngambil, soalnya Cuma buat nggojagi saja”. Dari dulu kan bukanya gitu, nyuci botol harus higienis, pakai air mentah dulu baru pakai air. Dianya komennya enak banget, tapi aku sig masih sabar ya. Namanya orang. Ada ada aja cobaan kesabarnya. Sudahlah, biarkan saja.
            Dikemudian hari, saat pagi pagi nyampai ruangan, dua orang teman sedang bercakap cakap, setelah aku simak ternyata tentang si penjaga, katanya memang banyak sih yang sering diomelin sama dia, entah soal parkir motor ngga bener, soal dating kepagian dan dianya belum bangun, soal ini lah, soal itu lah. Hmmm…..dari situ aku jadi berfikir kalau dia memang wataknya ngga baik. Mingkin lebih cenderung ke “belagu” dan sok ngatur ngatur orang. Lain cerita lagi nih, ini bukan mengada ngada loh, tapi tulisan ini memang beneran kumpulan bagaimana cara dia bersikap pada orang lain. Ya mungkin kebetulan saja banyak orang yang pernah diperlakukan tidak baik oleh orang itu. Suatu siang yang sedang hujan, salah satu temanku ingin  keluar kantor karena ada ngajar setiap seminggu sekali, dia sedang hamil muda, ngga mungkin kan bisa mengeluarkan motornya yang dalam posisi terjepit, kemudian ia minta tolong kepada sang penjaga, apa yang dia lakukan? Dia hanya memanndang seolah ngga mau menolong Karena waktu itu cuaca sedang hujan, seolah ia tak mau menolong, temanku sih sudah tau wataknya, kemudian dia ngga jadi minta tolong dan akhirnya naik keruangan dan meminta tolong salah satu teman laki laki untuk membantu mengeluarkan motor. Semenjak itu temanku cerita dan kapok ngga mau lagi bertegur sapa dengannya. Eee lha kok kejadian ini berulang sampai aku yang jadi korban omelan. Jadi pas pagi pagi aku buang sisa minum dari botol Tupperware, airnya ngga banyak kok, Cuma dikit, aku memang suka menyisakan minum dibotol tapi hanyan sedikit, ini emang aku pakai paginya buat menggojaki kok. Tiba tiba ngga ada angin ngga ada hujan, sang penjaga dengan raut muka sengak dan kaget dan matanya yang merah seakan kaget dengan langkah kakiku yang akan menuju ke wastafel, menatapku dengan penuh benci dan bilang, “Kalau pakai air jangan dibuang buang donk, sayang banget buang buang air, jangan boros”. Dengan muka jengkel dan kaget, aku langsung saja menjawab, “Yang buang buang air tu siapa? Ini kan sisa kemarin yang ngga banyak, lagian ini Cuma buat nggojaki kok”. Duh..yang bikin jengkel adalah, susah ya ngejelasin sama orang yang ngga pernah tau cara mencuci botol yang benar. Smanjak kejadian itu aku jadi ngga suka sama attitude nya, sama sekali ngga baik ternyata. An annoying man cocok banget buat julukannya.
            Dari hal itu ak jadi berfikir, aku berkata begini ngga ada maksud merendahkan seseorang. Sungguh, ngga ada maksud buat merendahkan. Hanya saja begini lho menurut pemikiranku, Dia hanya seorang pesuruh saja sudah belagu begitu, gimana kalau dia jadi bos besar ya? Kira kira attitude nya bakalan seperti apa. Salah seorang teman juga berpendapat begini, kalau seseorang semakin minta maaf ke dia, maka dia akan merasa sok sok an dan merasa “wah..” begitu. Ternyata bener, semakin seseorang terlihat ngga enakan atau merasa sungkan sama dia, jadi dia bisa semakin sombong. Yaelah bro..mungkin begitu kira kira orang yang termasuk Less educated, Ouch….,maaf ya bukan bermaksud meremehkan. Tapi kalau dia punya otak, maka dia tidak akan bersikap seperti itu. Seharusnya dia berdikap rendah hati dan sadar diri, jangan berlagak seperti Bos. Diluar sana masih banyak kok, orang yang seperti that annoying man yang hatinya baik, suka menolong, pokoknya baik banget, beda jauh sama profesi seperti an annoying man di tempat kerjaku. Lantas kenapa masih mempekerjakan an annoying man yang pemalas dan sepertinya hanya ingin duduk duduk dan mainan  hape saja. Sedangkan ngga mau berkorban sedikit untuk menolong karyawan yang ngga bisa mengeluarkan motor, bisanya hanya ngomel dan berlagak seperti Bos. Hellooowwww…who the hell are you man!!! Diluar sana masih banyak orang yang berprofesi layaknya an annoying man, tapi mereka ramah, rendah hati, karena apa, mungkin mereka terpelajar dan attitude nya juga bagus. Ya aku salut saja sama tukang parkir, atau pesuruh yang punya attitude baik, jadinya malah sungkan kalau attitude nya bagus. Nah,,,kalau an annoying man itu, ngga perlu deh di sungkanin, sejak kejadian itu, aku jadi ngga respect sama dia, dia yang memulai yaudah, aku juga bisa kok. Lagipula ngapain kita berd=sikap baik sama orang yang tidak bersikap baik sama kita? Buang buang waktu saja.

0 comments:

Seedbacklink

Categories

Pengunjung Hari ini

Cari Blog Ini

Translate

Tutorial Paling Mudah Daftar Freelancer di Projects.co.id

  Sumber Gambar: Pexel   Sebagai seorang freelancer, kamu tentunya sudah tidak asing dengan platform yang satu ini. Projects.co.id meru...

Tentang Penulis

Foto saya
Heloo..thank you for always visit and read my blog ^.^