Thursday, 2 April 2020

Menghargai Saja Masih Sulit







(((((SEBUAH RENUNGAN)))))


Lo tu nggak bisa menghargai orang”

Jadiiiii......gue harus ngasih harga berapa ke elo”



Jawaban yang kadang bercanda tapi bisa mendadak mikir kalau yang jawab begitu memang kurang punya empati. Menghargai bukan diukur dengan nominal. Enak banget kalau orang berduit bisa asal ngomong, “emang lo minta dihargai berapa? Sini gue kasih duit”. Lah....emang duit bisa jadi orang diem ketika merasa tidak dihargai.

Meski kadang bukan kita sendiri yang mengalami. Rasanya kok miris banget sama orang yang semena-mena dan tidak bisa menghargai orang lain. Menghargai di sini kalau dalam bahasa jawa bisa diartikan “ngajeni”. Maksudnya itu ya mbok menghargai orang gitu loh.

Yang dipikirkan orang sekarang rata-rata begini, “Ah...cuma dia aja, nggak perlu lah dihargai. Toh cuma bla,,,bla,,,bla,,,,”. Beda lagi kalau sama orang yang terlihat punya pangkat tinggi, punya banyak uwang dan kaya raya. Orang-orang tanpa disuruh pun juga segen dan bisa menghargai.

Aneh...............iya. Namanya juga manusia, Di matanya hanya memandang yang tinggi-tinggi doang. Tak pernah dan bahkan jarang memperhatikan kaum-kaum kecil.

Beberapa hari yang lalu, aku dapet kembalian Rp2.000 yang jelek banget. Kucel banget. Kira-kira seperti ini. Dari sini, aku jadi mikir banyak hal (saking gabutnya).



Coba perhatikan uang dua ribuan ini. Nilainya kecil. Bentuknya udah kucel jelek banget. Beda sama uwang yang baru kaluar dari ATM dan tentu saja nilainya lebih besar. Udah gitu, bentuknya pasti juga masih alus dan bau uwang banget.

Tapi, yang namanya uang tetaplah uang. Mau sejelek apapun nilainya tetap sama. Pernah baca ataupun denger nggak? Kalau uang seratus ribuan, selecek apapun pasti akan diambil juga. Karena apa? Ya kerena nilainya besar. Lalu gimana dengan uang dua ribuan yang udah jelek kayak gitu? Apa masih ada yang mau nyimpen? Atau malah membuangnya karena nilainya kecil?

Gimana? Coba renungkan hal ini. Sesekali renungkanlah.

Pernah nggak kalian mikir, kalau tanpa uang dua ribuan yang lecek dan jelek itu, Jumlah sejuta aja nggak bakal jadi sejuta lho. Pernah mikir nggak? Seandainya kamu beli baju harganya misalnya Rp500.000 tapi kurang Rp2.000 saja. Boleh nggak baju itu dibawa meski uangnya kurang Rp2.000? Nggak bisa kan?

Kadang orang terlalu sibuk dengan yang bernilai besar dan merasa sudah bisa mencukupi. Tapi di sisi lain, kalau tanpa nominal yang kecil tadi, orang tidak akan bisa membawa barang yang akan dibelinya tadi. Jadi, meski nilainya kecil bentuknya jelek dan lusuh, tapi dua ribuan tadi bisa menjadi penolong mereka-mereka yang ingin membeli baju dengan harga LIMA RATUS RIBU.


Jadi, coba mulai sekarang diubah pola pikirnya. Hargai yang nilainya kecil. Bisa jadi yang dianggap tak berharga akan menjadi penolong orang-orang yang mampu.


~MissAnt~





0 komentar:

Post a comment

Popular Posts