Tuesday, 3 September 2019

8 Pesan Tersirat Dari Film Gundala (Review Film Gundala 2019)




Akhirnya yang ditunggu-tunggu tanyang juga. Sebenarnya aku pingin ikutan kuis Bikin meme-meme H-7 penayangan  Gundala, tapi aku maju mundul soalnya nggak pandai desain. Lagian aku liat-liat hasil merek-mereka yang ikut meme ini aku jadi minder, soalnya bagus-bagus semua. Tapi nggak papa lah, yang penting hari ini aku udah nonton Gundala.

Kalau sebelumnya banyak berseliweran orang-orang udah nonton premier dan dapet tiket presale, sementara aku masih sabar buat nonton hari pertama tayang yang bertepatan dengan hari ini 29 Agustus 2019. Dan akhirnya aku juga mau mengulas banyak hal tentang berbagai pesan yang disampaikan dalam film karya pak Joko Anwar tersebut.

Sebelumnya aku sempet baper pas masih di awal-awal. Kenapa? Inget nggak pas adegan di mana Sancaka jatuh sakit sendirian dan manggil-manggil nama Ibunya. Itu aku sedih banget. Jadi inget beberapa waktu lalu aku nggak enak badan dan kangen sama Ibu. Pertama kalinya nggak enak badan tanpa Ibu itu nggak enak. Makanya harus bisa jaga kesehatan biar nggak gampang sakit.


Oke lanjut ke Gundala.


Film superhero ini memang beda dari yang lain. Ini juga merupakan film superhero yang terlihat natural. Lebih ke Jagoan-jagoan yang masih Indonesia banget. Selain itu, pemilihan kostumnya juga sederhana tapi ngena banget. 

Pokoknya pas banget. Sepanjang film ini aku jadi pingin jadi Sancaka yang punya kekuatan petir sehingga nggak takut lagi kalau pas hujan gede di jalan dan tiba-tiba ada petir. Hehehe.....

Sepanjang cerita seolah membuatku manggut-manggut sambil bergumam, “Oh...gitu ya”, “Wah....keren”, “Hmmm.....ternyata” dan masih banyak hal yang bakalan bikin penonton berdecak kagum. Hal ini juga tak lepas dari sang penulis yaitu Pak Joko Anwar. Ceritanya mengalir enak dan menghidupkan karakter Superhero yang Indonesia banget. Pokoknya Negeri ini memang butuh seorang Sancaka. Nanti kamu bakalan bengong ketika ada adegan dengan dialog bahasa jawa yang ternyata itu merupakan bahasa jawa yang tak biasa. Penasaran kan? Makanya nonton. Hahaha.....

Kalau kamu udah nonton, nanti kamu bakalan mikir, ooh....ternyata....oh...ternyata dan oh....ternyata. Eh tapi tidak semua orang punya pemikiran yang sama ding. Bisa jadi aku doang yang mikirnya Cuma, Oh....ternyata...oh ternyata dan oh ternyata.

Setiap film tentu punya makna yang tersirat, seperti halnya Gundala. Di film ini, menurutku banyak sekali pesan yang ingin disampaikan. Dan ternyata emang benar sih, mau tau apa sajalah pesan yang tersirat tersebut?

 Beginilah versiku...

Pesan tersirat di film Gundala

1.Jangan terlalu ikut campur dengan urusan orang lain, karna nanti kita juga yang bakal susah.

Yang udah nonton pasti tahu donk adegan ini. Kalau aku sih, tiap nonton film terlalu nyimak banget, jadi nggak masalah kalau harus nonton film sendirian, karna emang tujuannya NONTON, bukan NGOBROL. Iya nggak?

Dalam hidup, sebaiknya kita tidak perlu mencampuri urusan orang lain. Biarlah menjadi urusan mereka. Bukan berarti tidak peduli karena kehadiran kita hanya akan membuat mereka terganggu bahkan menyusahlan diri kita sendiri. Catet ya catet.

2.Jangan mudah percaya dengan orang lain.

Terlalu negative thinking sama orang tidak baik, terlalu mudah percaya dengan orang lain juga tidak bagus. Jalani sewajarnya saja. Dekat bukan berarti kita harus tahu segalanya tentang seseorang. Percaya sama orang boleh, asal janghan berlebihan. Paham maksudnya, kan?

3.Ujian kemanusiaan adalah ketika kita tak mampu melawan ketidakadilan di depan kita.

Yang satu ini sebenarnya aku simpulkan dari salah satu adegan yang dialognya begini, “Kalau kita tidak melawan ketidakadilan di depan mata, maka kita sudah tidak punya rasa kemanusiaan”. Ini keren banget. Iya juga sih. Kalau masih punya hati nurani, lantas mengapa kita masih membiarkan rasa ketidakadilan berlanjut?Kalau benar-benar diresapi memang ada benarnya juga sih. Pak Joko memang keren, memberi pesan tersirat yang dalem banget.

4.Musuh manusia yang paling berbahaya adalah kebenaran yang disembunyikan.

Nah....kalau ini,  adegan siapa lagi bicara sama siapa cobak? Tebak...tebak. Nggak tau ya? Makanya nonton dulu. Ajak aku lagi juga boleh. Mau nonton berulang-ulang juga nggak bakalan bosen. INI SERIUS DAN AKU NGGAK LAGI LEBAY.

Manusia kadang memang banyak yang munafik. Mereka tahu kebenaran tapi selalu menyembunyikannya untuk kepentingannya sendiri. Sebenarnya memang ada yang lebih membahayakan dari musuh yang menyamar sebagai teman, yaitu kebenaran yang disembunyikan. Indonesia memang harus lebih banyak lagi bikin film-film yang menyelipkan pesan yang tersirat. GREAT JOB, Mr. Joko Anwar.

5.Hal yang tidak bisa dihentikan adalah kedamaian.

Ketika seorang ksatria berkata, “Semua sudah aman, sekarang Aku ingin hidup damai”, maka sebenarnya masih banyak hal yang harus dia jaga. Seperti dalam salah satu adegan yang menyebutkan bahwa di Dunia ini, hal yang tidak bisa dihentikan adalah kedamaian.

6.Apa gunanya hidup jika tidak peduli dengan orang lain.

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Jika kita memang tidak suka ikut campur urusan orang lain, bukan berarti tidak peduli dengan orang lain. Karena ada saatnya seseorang membutuhkan bantuan kita atau sebaliknya, karna hidup akan lebih bermakna dengan tolong menolong.

7.Yang terlihat jahat tidak selamanya jahat.

Kalau kalian nonton dengan seksama, pasti ada pandangan tentang ini. Terkadang orang yang dianggap jahat memang belum tentu jahat. Mungkin saja prang tersebut berbuat jahat sama orang lain karena dirinya merasa diusik orang lain, tapi di balik itu semua, orang itu adalah penyelamat bagi anak yatim sekaligus mengangkat derajatnya. Nah....loh....ini lagi ngomongin siapa cobak? Kalau kamu udah nonton pastinya tahu donk.

8.Yang sembunyi kini telah muncul.

Ini sebenarnya diucapkan dalam bahasa jawa, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia kira-kira seperti itu. Kalau kamu nonton dan ngeh, ini adalah dialog antara Ghazul dan Ki Wilawuk dan pakai bahasa jawa yang asing.

“Yang selama ini sembunyi kini telah muncul”,

Sebenarnya adalah sebuah pesan tersirat yang hanya dipahami oleh beberapa orang saja. Coba kamu renungkan sejenak, nanti juga kamu paham kok. Pokoknya film ini ngena banget sama apa yang terjadi di Indonesia. Mungkin makna pesan yang tersirat tersebut adalah, akan ada orang yang membawa pengaruh positif untuk negeri ini. Mungkin iya mungkin tidak. Yaa...namanya pendapat.

Penasaran? Langsung tonton filmnya ya. Aku sebenarnya maju mundur mau review film Gundala. Di satu sisi memang akun suka banget mengulas film yang sudah aku tonton, tapi di sisi lain aku malu sama pak Joko Anwar, takutnya ulasanku ini kurang bagus di mata sang penulis. 

Secara kan film Gundala sudah bagus banget dari segi apapun, jadi aku agak malu mau review. Hehe.....tapi akhirnya aku memutuskan buat melanjutkan review dan jadilah ini.

Oiya, di akhir ending, udah ada juga spoiler tentang para ksatria bumi langit yang bakal bikin kamu nggak sabar buat nonton. Sri Asih udah ada tuuuh. Cantik banget. Pantas aja pas kemunculan Sri Asih ini penonton cowok-cowok pada heboh. Hahaaa....

Di akhir nonton film ini mendapatkan Applause meriah dari penonton. Ya emang pantas. Keren banget.

HADEEHHH KOK JADI SPOILER GINI. *Maapkan

Kalau menurut kalian yang udah nonton? Kira-kira ada lagi nggak pesan yang tersirat selain yang aku sebutkan? Kalau ada share yak?

Sampai jumpa di review film yang lain.

~MissAnt~

0 komentar:

Post a Comment