Thursday, 17 August 2017

Kamu, Iya Kamu Kapan Datang?



(((((Kapan)))))
Baru denger awalnya saja sudah dag dig dug dorrrr. Ujung-ujungnya pasti nanya Kapan Nikah? Ya, kalau nggak sabtu ya minggu. Eh...tapi mungkin juga nggak ngambil kedua hari tersebut. Mending nyari hari kerja aja, biar pas hari sabtu minggunya buat hanimun. *LahKenapaUdahMikirinHanimunAja
Tapi nggak papa lho, mulai dari sekarang kudu mikir mau hanimun kemana. Siapa sih yang nggak kepingin jalan-jalan bareng sama yang udah “sah”. Kalian juga pasti mau banget kan? J
Sesekali mau nulis tentang kamu ah, biar dikira romantis (aslinya sedikit gombal sih). Iya, kamu. Yang bahkan Aku sendiri nggak tau, seperti apa sih kamu, kapan datangnya kamu. Tapi Aku harap, kamu datangnya jangan lama-lama ya, keburu Aku diambil orang. #LahEmangSiapaYangNgambil #YaKaliAjaAdaYangLebihCepat #KarnaLebihCepatLebihBaik
*NgomongApaSih...
Beberapa orang selalu nanya kapan? Wajar sih, udah saatnya. Beberapa juga bilang begini, “Kamu keburu ngebet banget ya”. Bentar-bentar, kadang emang lucu. Masih sendirian diuber-uber sama pertanyaan “kapan kawin”, giliran mau nikah aja ditanya lagi, “udah ngebet banget ya”. Trus Aku kudu jawab apa yak.
Gini aja deh, tujuan nikah sebenarnya buat apa sih? Nyari teman hidup kan? Nyari keturunan juga kan? Pingin punya kelurga kecil kan? Lalu, apa salahnya? Kalau ngebet sama “telat” nikah itu beda lho.
Ngebet itu ketika Kamu masih muda banget, seharusnya masih sekolah dan ngumpulin banyak uang, tiba-tiba kamu minta dinikahin karena udah merasa nemuin jodoh yang cocok. Padahal usia masih tergolong muda. Dan secara finansial belum memungkinkan untuk berumah tangga (Meskipun rejeki udah ada yang ngatur sih). Yah...modal cinta doang lah. Nah...kejadian kayak gini bisa disebut N-g-e-b-e-t. Sedangkan telat nikah, itu karena jodohnya belum ketemu padahal sudah cukup umur dan terbilang matang. #EmangnyaMartabakTelor (((Matang))).
Kalau dipikir-pikir, keinginan semua orang sama saja deh. Pingin mendapatkan pendamping diusia yang diharapkan. Tapi tunggu dulu, bukankah Tuhan sudah mengaturnya. Jadi, yang belum dapet yang sabar aja. Mungkin masih OTW dan kesasar di hari orang kan? Siapa tau begitu. Karna setiap orang pasti akan berpasang-pasangan pada waktunya. Entah kapan? Ya tunggu aja.
Begitu juga Aku yang penasaran sama kedatanganmu. Nantinya kita bakal duduk berdua dan membicarakan apa saja yang kita rasakan. Merencanakan masa depan berdua. Nantinya kita akan saling bertukar cerita merencanakan masa depan. Saling berbagi canda maupun duka. Dan tak terpisahkan sampai maut yang memisahkan kita. Ciyehhh.....ngayal di siang bolong ya. #SesekaliNgomonginKamuBolehKok
Pesan buat Kamunya Aku yang lagi On The Way
1.Kamu ati-ati dijalan ya. Pokoknya jaga keselamatan. Karna Aku menunggumu.
2.Jangan mudah “belok” karena godaan ya. Banyak perempuan yang lebih segala-galanya dari Aku. Pastikan tujuan akhirmu hanya Aku.
3.Jaga hatimu buat Aku. Meski Aku tak tau Kamu siapa. Yang jelas. Tolong “jaga” buat Aku ya. Karna Aku juga  “menjaganya” untuk Kamu.
4.Jangan terlalu lama “nyasar” donk. Karna Aku selalu berdoa supaya Kita secepatnya dipertemukan. Semoga nanti kita bisa menjadi satu atas Izin Alloh.

#TentangJodohByMissAnt~


~MissAnt~




Filosofi Sepatu


Hari gini masih ada orang setia? Kalaupun ada, paling Cuma ada 4 atau 5 orang termasuk Aku. Ciyeehhhh...
Eh...tapi seriusan lho? Kalau dipikir-pikir, Aku pantas dapet penghargaan orang paling setia dalam hubungan kasih dan pertemanan. #Elah....Bukannya sombong lho. Tapi cuma sombong dikit aja boleh lah ya.
Tapi sayang seribu sayang, kesetiaan ku berakhir penghianantan. *Walah kenapa malah curhat.
Kalau dipikir-pikir, sikap baik kita terhadap seseorang memang tidak selalu dihargai. Terlalu baik seringkali disalahartikan (Pengalaman pribadi cuy...). Bukannya kita minta pamrih, setiadaknya, bersikap baiklah pada orang yang sudah bersikap baik terhadapmu. Kenyataannya tidak begitu, saat kita berbuat baik pada seseorang, kita justru dapet balesan dari orang lain. Adil kan? Tapi ini bukan tentang adil atau enggaknya. Tapi lebih ke KESETIAAN saja.
Kesetiaan itu layaknya sepatu yang kita pakai. Meski hanya itu-itu saja, tapi sepatu itu telah memberikan kenyamanan pada kita. Nggak peduli olokan setiap orang. “Kok sepatunya itu-itu saja”, “Kenapa nggak beli sepatu baru? Sekarang sepatu murah-murah lho”. Iya. Murah. Tapi sepatu lama yang sudah nyaman jauh lebih antik dan tak tergantikan jika dibandingan dengan sepatu murah yang banyak dijual. Ini hanya tentang kesetiaan. Seberapa orang bisa merawat sepatu dan membuatnya merasa nyaman saat dipakai.
Orang kalau sudah nyaman emang susah berpaling. Lihat saja, saat seseorang sudah nyaman dengan sepatunya, sejelek apapun, seburuk apapun, sejadul apapun, baginya adalah yang paling bagus diantara yang lain.
Begitu juga dengan seorang teman, tak perlu banyak teman. Jika punya satu saja yang paling setia dan menerima apa adanya, itu sudah lebih dari cukup. Buat apa punya banyak teman yang pada akhirnya hanya saling menusuk dari belakang. Karna tidak ada yang tau, yang hari ini berteman baik, bisa jadi suatu saat nanti tidak saling mengenal. Itulah pertemanan, memang kadang lucu. Bisa amnesia mendadak. Yang kemarin tertawa bareng bisa mendadak nggak kenal.
Tapi pastinya itu bukan Aku donk, dan tentu bukan kalian-kalian (yang entah siapa) ya. Berhubung sering mengalami hal itu, makanya bisa nulis kayak gini. Yah...itung-itung buat bahan tulisan. Jadi, ucapkan terima kasih buat teman-teman yang pernah mengkhianati mu, karna dengan begitu, kamu jadi punya bahan untuk ditulis, sekaligus pelajaran bahwa yang baru belum tentu nyaman. Yang tadinya sahabat juga belum tentu tentu awet sampai tua.
Yang jelas, bertemanlah dengan siapapun. Tanpa mengaharapkan akan menjadi teman selamanya. Karna teman seperti itu sudah sangat jarang ditemukan. Dan, kita nggak pernah tau, kapan seorang teman akan berubah Mending nyari temen hidup deh, Insya Alloh dapet yang setia dunia akhirat. Aaamiiin.
Oke, teman-teman penghianat. Terima kasih atas sikap kalian. Lain kali bakal bikin buku tentang ini. Buat pelajaran anak cucu, agar hati-hati dalam milih temen. Nyari yang mau nrima apa adanya. Jangan hanya berteman pas masih susah, lalu kabur saat punya segalanya.
Jadilah seperti sepatu. Meski buruk, jelek, modelnya jadul, tapi selalu memberi kenyamanan pada pemakainya. Tak perlu beli yang baru jika sepatu lama masih layak pakai dan bisa bikin nyaman.
#FilosofiSepatuByMissAnt


~MissAnt~

Halo Senja


Apa yang membuatmu suka dengan senja? Warnanya? Atau kehadirannya? Atau mungkin, caranya yang mengucapkan selamat tinggal tanpa pamit. Ia pergi begitu saja. Meski ia selalu muncul tiap sore, tapi tak selalu sama. Yang kemarin dilihat, tentu berbeda dengan apa yang kita lihat hari ini maupun esok. Begitulah senja, banyak hal kecil yang diajarkannya.
Senja layaknya seseorang yang pernah dekat dengan kita. Mereka perlahan pergi tanpa pamit. Entah karena bosan atau akan datang yang baru yang pastinya lebih baik. Karna kita nggak nggak pernah tau, apa yang ada dihati seseorang. Boleh jadi sekarang baik-baik saja, tapi tak akan pernah tau apa yang terjadi besok. Sama seperti senja, yang hari ini terlihat indah, belum tentu besok akan sama.
Senja layaknya harapan. Karna yang datang terlambat belum tentu buruk. Yang datang diawal juga belum tentu yang terbaik. Semua sudah diatur dengan sangat rapi. Tak perlu merasa paling buruk. Tak perlu merasa paling baik. Karna semua akan  “mendapatkan” tepat pada waktunya.
Senja mengajarkan pada kita, bahwa yang indah pada akhirnya akan pergi.Bahkan saat kita masih ingin memandanginya. Begitulah, ini seperti kecantikan wajah perlahan akan hilang seiring usia. Yang akan selalu dikenang hanyalah ketulusan hati. Seperti senja, meskipun hilang dan tak banyak yang menanti keindahannya, namun orang akan tetap jatuh cinta dengan ketulusannya yang muncul setiap sore.



~MissAnt~

Popular Posts