Monday, 22 May 2017

Menunggu atau Menjemput Jodoh?




“Jodoh Nggak Bakal Dateng Kalau Nggak Dijemput”

Sekilas memang terdengar aneh. Kebetulah kata-kata ini Aku dapet setelah nonton film “Koala Kumal” karya Raditya Dika. Kalau dibilang ngefans sama Raditya Dika, ya emang suka banget. Dari film dan bukunya selalu ada moral value yang dapat diambil. Salah satunya “Koala Kumal”. E..tapi ini bukan tentang binatang Koala lho. 

Menurutku, Radit emang cerdas ngambil dari sisi hewan buat jadi perumpamaan, seperti kambing jantan, manusia setengah salmon, cinta brontosaurus hingga marmut merah jambu. Ah...ini Aku jadi bingung, mau nulis tentang buku-buku Raditya Dika atau nulis perkara jodoh. Ceilee....ngomongin jodoh. 

Ya kadang kita musti mikirin  siapa yang bakal jadi temen hidup kita nantinya. Bagi beberapa orang, jodoh emang masih misteri. Iya...misteri....serem banget...nggak tau kapan datengnya. Walau udah banyak pertanyaan “Kapan Kawin” tiap hari taun.

Pas pertama nonton, udah tertarik sama kata-kata yang kurang lebih seperti ini, “Kalau patah hati sampai nangis, berarti itu bukan cinta yang tulus, karna cinta yang tulus itu patah hatinya justru hanya diam saja”. Intinya gitu lah. Dari situ udah bisa ditebak. Kalau emang kita sayang sama seseorang dan berakhir, kita tidak perlu larut dalam keputusasaan. 

Seolah paling sakit hati sedunia. Seolah enggan membuka hati. Enggan membuka hati biasanya identik dengan susah move on. Kadang emang kita terlalu sakit hati banget karena ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya, tapi salah besar kalau kita membenci orangnya. 

Ya emang benar sih, saat hubungan berakhir, yang kita benci adalah orangnya, bukan perpisahannnya. Karena yang salah adalah perpisahannya.

Orang yang sudah lama sendiri atau single, biasanya selalu dikait-kaitkan dengan susah move on, susah pindah kelain hati, udah tau dia udah bahagia sama yang lain, kitanya masih aja sendiri. Omongan orang emang macem-macem, tanpa tau apa yang sebenarnya ada dihati.  

Saat orang belum menemukan pasangan yang cocok, bukan berarti ia pilih-pilih. Ketika ia masih asyik sendiri, bukan berarti juga ia nggak ada niat buat menikah. Siapa sih yang nggak kepingin nikah? Bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan? 

Yang paling penting bagaimana kita menyikapinya. Emang banyak yang bilang sih, kalau jodoh itu dijemput, bukan hanya ditunggu. Jodoh emang sudah diatur Tuhan, tapi kalau kita nggak berusaha membuka hati, tentu juga akan sulit bukan?

Tapi yang nggak tau juga sih, “Jodoh harus dijemput dan nggak Cuma ditunggu” ini berlaku untuk cowok-cowok doang atau cewek juga. Serba salah salah emang jadi cewek, minta kepastian dikira terburu-buru, nggak ada kepastian juga nyesek juga. 

Eh tapi ini tergantung cowoknya sih, banyak juga cowok yang peka yang tidak mau membiarkan hubungan terlalu lama. Karena intinya Cuma satu, keseriusan. Ah...elah deh...(sok) bijak banget kata-katanya. Lagipula (menurut survey entah siapa) hubungan yang terlalu lama juga tidak menjamin ke hubungan yang lebih serius, buktinya Raisa sama Babang Hamish baru beberapa hubungan menjalin hubungan saja udah berani melangkah ke jenjang yang lebih serius. 

Dan ini karena Babang Hamish yang keren abis, nggak mau berlama-lama pacaran karena sudah merasa cocok dan nyaman. Duh.....Beneran Relationship Goal. 


Okay baiklah. Pantes saja ada trending topic #HariPatahHatiNasional. Secara cowok ganteng sama cewek cantik yang nggak terlalu lebay dalam menjalin hubungan. Suka banget pasangan kayak gini.

Jodoh emang udah ada yang ngatur, pacaran sama siapa, ke pelaminan sama siapa. Dan yang harus diingat adalah, jangan pernah menutup hati untuk siapapun. Walaupun kamu pernah kecewa berat soal cinta. Karna jodoh bisa dateng dengan cara apapun, jangan sepelekan pertemuan kecil karena bisa menjadi sangat berarti dalam hidup. Duileee......sok bijak abezzz.



~MissAnt~

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts