Thursday, 4 May 2017

Bakpia Untuk Bapak


….Yang masih selalu terlintas adalah ketika aku pulang ke rumah, beliau selalu duduk di teras depat rumah. Setelah aku sampai depan rumah dan memasukkan motor ke dalam, seketika juga beliau masuk kedalam dan terlihat jelas dari wajahnya yang seolah lega, anak perempuannya sudah sampai dengan selamat…

Moment yang langka, bahkan aku sekarang sudah tidak bisa lagi mendapatkan perhatian seperti itu. Beliau terlalu cepat meninggalkan kita. Sedikit yang aku sesalkan adalah, saat aku aku belum bisa menghasilkan uang untuk membelikan sesuatu untuk beliau. Kata yang selalu kuingat saat aku pulang dari kos adalah, “sesekali mbok bawa bakpia to Nak, Bapak pingin makan bakpia anget”, dengan wajah yang penuh harapan beliau berkata, entah waktu itu hanya sekedar bercanda atau memang benar menginginkannya. Aku yang waktu itu belum berpenghasilan dan masih kuliah. Dan yang membuatku nyesek adalah, aku nggak kepikiran untuk menyisihkan uang jajan karena waktu itu aku masih jadi anak yang boros. Kalau inget juga rasanya kepingin toyorin kepala sendiri. Huh...*JedotinKepalaKetembok

Sekarang aku tau, kenapa kebanyakan orang bilang kalau cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya. Karena memang benar, tak ada lelaki yang tulus menyayangi selain Bapak. Namun, ini bukan berarti kamu nantinya bakalan pacaran sama Bapak-bapak. Hanya saja memang benar kalau kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya sangat tulus. Walau kini sudah tidak kudapatkan kasih sayangmu, namun Bapak tetaplah Bapak yang sayang banget sama Aku.

Papa, I need you here....

Lisa memang kerap kali disebut-sebuts ebagai anak lebay yang selalu curhat betapa sayangnya ia dengan ayahnya. Tapi rasa sayang ini memang tidak biasa. Lisa merupakan seorang gadis malang yang belum pernah melihat rupa Ayah kandungnya. Saat usia kandungan Ibunya berumur 7 bulan, Ayah Lisa pamit ke Ibu dan Neneknya untuk meninggalkan rumah karena ingin mencari nafkah. Karena ini untuk kebaikan bayi yang ada dalam kandungannya, Ibu dan Nenek Lisa mengizinkan untuk pergi tapi dengan selalu memberi kabar dimanapun dia berada. Saat ditinggal oleh Ayahnya, Ibu Lisa yang masih dalam keadaan hamil muda tak kuasa menahan rasa sakit kepala karena mual. Tapi tetap saja sang Ayah justru pergi. Entah karena ingin mencari nafkah atau ingin meninggalkan karena suatu hal. Sampai saat ini kepergian ayahnya masih menjadi misteri. Bahkan masih hidup atau tidaknya, hanya Tuhan yang tau.

Dengan mengalami berbagai hal yang tidak mudah, akhirnya lahir seorang bayi perempuan bermata bulat dan berambut ikal bernama Lisa. Sejak kecil Lisa hidup penuh dengan kasih sayang yang ia dapat dari Ibu dan Neneknya. Hingga akhirnya ia tumbuh menjadi Anak yang sehat walau belum pernah sekalipun melihat sosok Ayah kandungnya. Lisa yang tumbuh sebagai seorang Anak pasti selalu menanyakan keberadaan sang Ayah. Walau sudah bermacam cara dilakukan, Ayahnya bagai menghilang yang tak seorangpun tau dimana keberadaannya. Sejak itu juga, Ibunya menikah lagi dengan lelaki paruh baya yang sangat menyayangi Lisa, bahkan memberi Adik untuk Lisa dan tidak membuatnya kesepian.

Waktu berlalu sangat cepat, hingga Lisa tumbuh menjadi anak remaja yang punya orang tua lengkap dengan kehadiran Adik dan Neneknya yang selalu menyayanginya. Bahkan keluarga Ayah “barunya” juga tidak sekalipun membedakan tentang status lisa.
Akan tetapi kebahagiaan Lisa yang telah memiliki Ayah tak berlangsung lama. Karena penyakit yang diderita, Ayahnya harus meninggalkanya. Ini tak hanya menjadi duka mendalam bagi Lisa, tetapi juga sang Ibu yang terasa baru saja memiliki seorang pendamping yang sangat menyayanginya. Ibunya Lisa adalah sosok Ibu yang kuat, ia bahkan tidak mendapat kasih sayang dari suami yang harus selalu ada saat mengandung Lisa. Setelah memiliki kesempatan hiduo bahagia dengan seorang lelaki yang juga membuat Lisa menjadi anak yang memiliki Ayah, akhirnya Tuhan punya rencana lain. Keputusan Tuhan adalah yang terbaik, pasti akan ada hikmah dibalik semua ini. Seorang Ibu yang selalu tegar dan menjadi Ibu yang terbaik untuk Lisa dan Sang Adik. Seorang Ibu yang rela membanting tulang diusianya yang sudah senja.

Lisa yang dilahirkan dari seorang Ibu yang kuat kini tumbuh menjadi anak yang mandiri dan tidak mudah menyerah pada keadaan. Banyak remaja usianya yang hidupnya penuh kemewahan. Apa-apa tinggal minta. Sementara Lisa harus berusaha keras sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan. Apakah Lisa merasa iri dengan anak lain seusianya? Iya, rasa cemburu seperti itu memang wajar. Tapi apa boleh buat. Bukankalh Tuhan sudah memberikan jalan masing-masing bagi setiap manusia. Walaupun kamu tidak mendapatkan apa yang dimiliki orang lain, tapi Tuhan selalu menyiapkan apa yang kamu perlukan. Hal ini juga membuat Lisa menjadi orang yang tidak mudah menyerah.












0 komentar:

Post a Comment