Kamis, 13 Desember 2018



“Memilih Bodo Amat itu Penting, karna itu merupakan salah satu pendekatan yang waras demi menjalani kehidupan yang lebih baik”.

Suka banget kata-kata ini. Bisa langsung sekilas ada pas nulis ini yak. Kereeeeeen. *TepukTanganSendiri *LebayDeh

Sekilas dalam melihat judul Sebuah seni untuk bersikap bodo amat emang udah mikir yang enggak-enggak. Bukannya negative thinking sih, tapi lebih m ikir ke “Oh...iya yak, ternyata ada juga orang yang mikir gitu dan bisa membodo amatkan sesuatu”. Udah lama banget pingin buku ini. Semenjak kemunculannya emang udah pingin review. Tapi ya gitu, setelah baca selalu ada malas-malasnya buat buru-buru review.

Buku ini ditulis oleh Mark Manson. Dia adalah seorang Blogger kenamaan yang punya banyak pembaca. Buku terlaris dengan judul Sebuah seni untuk bersikpa bodo amat adalah buku pertamanya. Judul pada tiap chapternya emang kena banget. Kalau disuruh yang mana chapter terbaiknya, aku nggak bisa milih. Karna setiap chapter selalu ada aja kutipan yang menarik dan penting untuk dipahami.

Jika dilihat dari judulnya, menurut aku pribadi, bersikap bodo amat bukan sesuatu yang salah. Bukan juga suatu hal yang egois dan tidak mempedulikan orang lain. Ya emang benar sih, seni bersikap bodo amat merupakan pendekatan demi menjalani kehidupan yang lebih baik.

Tidak semua orang bisa bersikap bodo amat. Beberapa diantara mereka mungkin masih merasa dirinya egois dan semakin buruk jika mengamalkan sikap bodo amat. Namun, seiring berjalannya waktu, ada kalanya kita bersikap bodo amat.

Adapun beberapa manfaat ketika kita berani bersikap bodo amat, diantaranya adalah

1. Lebih bahagia.

Siapa bilang semakin kamu cuek maka akan semakin dibenci? Ya kadang iya sih. Tapi suatu saat kamu bakalan lebih bahagia kok. Suatu saat kalau usiamu sudah matang (kek nasi aja matang), kamu bakalan lebih bahagia dengan sikap seperti ini.

Mengapa demikian?

Semakin dewasa kamu, nantinya bakalan tau mana teman yang pantas dipertahankan dan mana yang nggak penting. Jadi sikap bodo amat akan sangat penting. Sepenting apa? Ya nanti kamu bakalan tau kalau kamu sudah dewasa, nak. *Uhuk

2. Lebih menerima menjadi diri sendiri.

Dalam buku ini memang mengajarkan banyak hal tentang sikap bodo amat. Buat kamu yang sudah membaca buku ini tentu saja tidak merasa egois ketika bersikap bodo amat. Dan yang pasti, kamu lebih bisa menerima kekurangan diri sendiri dan menjadikan itu sebuah kelebihan.

Hanya karena kamu nggak bisa melakukan apa yang mereka lakukan, bukan berarti kamu nggak bermakna (elah dah…dalem banget). Setiap orang punya karakter masing-masing. Namun tidak semua orang mampu memahami karakter setiap orang.

3. Akan baik-baik saja meski berani berkata tidak.

Salah satu part yang aku suka di sini adalah tentang “Pentingnya berkata tidak”. Yap, suatu saat kamu bakalan berani untuk berkata tidak ke seseorang. Mungkin saat ini kamu merasa canggung atau takut kehilangan teman seperti dia, tapi nantinya kamu bakalan baik-baik saja berani mengatakan penolakan.

Intinya kalau nggak setuju sama satu hal, kamu bakalan berani mengatakan TIDAK. Kalau sekarang mungkin masih sungkan karena takut nggak punya teman kan? Ngaku aja deh. Percayalah, suatu saat kamu bakalan lebih puas dengan berkata TIDAK daripada mengIYAKAN lantaran kamu takut nggak punya teman. Iya kan? Ngaku loooooo.

4. Lebih cepat menemukan jati diri.

Penemuan jati diri pada seseorang tidaklah sama. Ada yang memakan waktu lama dan ada yang hanya sebentar. Yang jelas, suatu saat kamu bakalan menukan jati diri kamu. Ada yang bilang, menemukan jati diri biasanya dimulai dari berani tidaknya seseorang untuk berkata tidak.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah dalam menemukan jati diri. Saat kamu berani berkata tidak, maka akan terasa lebih berbeda. Itulah mengapa berani berkata tidak itu penting. Jangan takut dijauhi lantaran kamu mampu berkata tidak. Katanya, semakin cepat kamu menemukan jati diri, maka hidupmu akan semakin lebih baik. Percayalah….

Buku ini cocok untuk dibaca siapa saja. Awal beli buku ini emang ada komentar sengak begini, “Bacaannya kok kayak gitu, tar ngaruh sama jiwa kamu lho”. Kebiasaan deh, makanya jangan liat buku dari cover maupun judulnya, baca dulu baru komen.

Eh tapi sama ding, pas muncul di jagad sosmed, aku pikir isi buku ini bakalan sengak banget. Eee ternyata enggak. Huuu….sama aja kalau gitu. Maapkan aku yang kadang juga khilaf dengan menilai buku Cuma dari Judulnya. 

*NggakPapaDiMaafkanKok…

Kalau menurutku, Buku ini recommended banget. Khususnya buat kamu – kamu yang merasa belum menemukan diri sendiri dan masih dikendalikan sama orang lain. Masing-masing chapter mengandung makna yang bakalan bikin kamu, “Oh…ternyata gitu”.

Nggak ada kata terlambat buat baca buku ini. Hanya karena keluarnya udah lama tapi bukan berarti basi. Aku juga jarak antara beli dan review tergolong lama. Tapi nggak papa, yang terpenting dalam membaca buku adalah ketika kamu memahaminya dengan baik. Buat apa beli buku dan asal baca kalau kamu sendiri nggak paham apa isinya. Tul nggak?

Demikian sekilas review buku berjudul Sebuah seni untuk bersikap bodo amat.  Buat yang belum sempet baca, ayo baca dan pahami. Jangan hanya menilai dari judulnya doang. Budayakan baca terlebih dahulu. Okay ?

~MissAnt~

2 comments:

Penataufik96 mengatakan...

Keren banget kak review nya. Saya bacanya sambil senyum² hehe

Ananta FP mengatakan...

Terima kasih sudah membaca kak :)

Seedbacklink

Categories

Pengunjung Hari ini

Cari Blog Ini

Translate

Tutorial Paling Mudah Daftar Freelancer di Projects.co.id

  Sumber Gambar: Pexel   Sebagai seorang freelancer, kamu tentunya sudah tidak asing dengan platform yang satu ini. Projects.co.id meru...

Tentang Penulis

Foto saya
Heloo..thank you for always visit and read my blog ^.^