Thursday, 6 February 2020

Pada Akhirnya, Kita Hanyalah Tamu Pada Hidup Seseorang





Pernah deket sama seseorang dan pada akhirnya dilupakan begitu saja?

Pernah merasa akrab banget sama seseorang kemudian dilupakan begitu saja?

Ya wajarlah, pada akhirnya memang kita hanyalah tamu pada kehidupan seseorang. Tamu yang bisa pergi kapan saja. Dan tamu yang bisa sesukanya datang kapan saja. Saat kita mengenal seseorang. Kita akan meninggalkan percakapan yang kadang nggak penting sama sekali. Meninggalkan celotehan-celotehan nggak jelas. Kadang juga voice message, video call or something like that lah. But, it's okay

Entah bagaimana kesan dalam percakapan itu, suatu hari pastinya hanya akan menjadi kenangan. Kenangan yang   sudah tidak mungkin terulang lagi karena seseorang bisa berubah kapan saja. Nggak udah panik nggak usah khawatir, karna yang terbaik pasti akan tetap "stay" sama kita. Bukankan se
karang mencari yang tulus tidaklah mudah? Dari sini kamu bisa menilai sendiri kan?

Manusia pada dasarnya memang EGOIS. Maunya memang disapa duluan. Tidak lama menyapa dibilang sombong, keseringan menyapa dikira sok CARE. Ya begitulah. Memang rumit. Tak perlu dipikir terlalu rumit. yang kita lakukan cukup apa adanya saja.

Zaman sekarang memang masih kental sama yang namanya MUKA DUA. Gimana cara merawat MUKA DUA kalau satu muka aja perawarannya sudah mahal. Wah.....banyak duit kayaknya orang-orang yang punya muka dua. *Ups

Tak perlu terlalu memikirkan, "Kok dia jauhin gue kenaps sih? Salah gue apa coba?". Nggak usah banget. Pada dasarnya kalau memang dia bener-bener REAL, nggak akan menjauhi kita tanpa alasan. Kecuali kalau memang EGOIS yang maunya dihubungi duluan, nah itu beda lagi. Kembali ke awal, yaitu manusia pada dasarnya egois.

Tamu selalu datang dan pergi. Yang memang benar-benar baik akan selamanya baik. Yang hanya ingin singgah saja juga silakan. Tidak perlu memaksa untuk tinggal. Tidak perlu heran kalau suatu saat seseorang bisa berubah. Toh...hati manusia memang cepat sekali berubah kan?

Ya memang. Kita hanyalah tamu pada hidup seseorang. Segala pesan singkat, telepon, video call hanya akan menjadi kenangan. Jika sudah berlalu, maka kita hanya bisa mengingat-ingat,

"Oh dulu aku pernah chat sama ini"

"Oh dulu aku pernah telpon-telponan sama ini bahas ini sampai berjam-jam"

Abis itu yaudah. END. Begitulah. Namanya juga cuma tamu.


~MissAnt~




0 komentar:

Post a comment

Popular Posts