Friday, 16 February 2018

Postingan Anak IG Gembel






*CekrekCekrek

*Upload

Duh mau posting di Instagram atau Twitter ya?

Pernah galau gara-gara bingung pilih posting foto d IG atau twitter? Ah...dasar. Hal sepele gitu aja di-galau-in. Tapi aku juga suka gitu sih. Ceritanya pingin jadi apa aja. Pokoknya apa-apa harus bisa (Manusia maruk). Salah satunya jadi fotografer. Aku suka motoin hal-hal yang menurutku bagus. Bagus dikit cekrek. Dikit-dikit cekrek. Tapi tenaaaaaaaaaang. Aku nggak suka posting foto selfie di sosmed kok? Alasannya simple. SADAR DIRI. Emang gue siapah?

Kebetulan, beberapa hari kemarin aku sempet baca thread orang di twitter. Entah re-tweet-an dari siapa lupa. Intinya mereka membahas tentang kejamnya dunia instagram. Kenapa kejam? Konon menurut yang aku baca, postingan di Instagram lebih banyak orang pamer. Dan yang nggak punya apa-apa buat dipamerin bakalan deactive account. What?

Kenapa bisa begitu? Berdasarkan thread yang aku baca, katanya hanya orang-orang berwajah rupawan dan orang kaya saja yang kebanyakan mengisi indahnya poto-poto di Instagram. Misalnya saja, selfie. Kalau kamu suka selfie dan (maaf) kamu punya wajah yang nggak cakep-cakep amat. Kamu bakalan nggak banyak dapet like dan itu membuatmu depresi. Iya nggak? No. Aku rasa Cuma orang labil yang ngerasa depresi saat love foto dipostingannya Cuma dikit.

Contoh lain berdasarkan yang aku baca, beberapa orang lebih suka “pemer” di Instagram daripada di twitter. Misalnya pamer barang branded yang mereka beli. Pamer tempat makan mewah yang sedang dipakai lunch, dinner atau sekedar nongki-nongki manjah. But, I think its not TRUE.

Dan, point terakhir yang aku baca adalah pertanyaan semacam ini, “Orang-orang lebih suka pemer di instagram dibanding di twitter”. Kalau ini memang benar sih. Tapi bedakan antara twitter dan instagram deh. Ini beda lho. Coba dipahami benar-benar. Beda lho? Pahami, resapi dan liat perbedaannya.

See?

Dari semua pernyataan tersebut, aku jadi pingin ikutan komentar. Tapi rasanya kurang puas aja kalau di-tweet-kan. Terlalu banyak, namanya juga twitter, jadi Cuma untuk sekedar ngetweet saja. Kalau nulis panjang lebar akan lebih puas kalau ditulis dalam blog. Ya meski follower blog nya nggak banyak, just keep blogging. Siapa tau pembaca blogmu banyak meski mereka males follow kamu. Siapa tau lho. Positif thinking aja deh.

Oke, jadi aku mau bahas satu-satu. Yang pertama soal selfie dan hubungannya dengan love di Instagram. Pernah nggak punya temen di IG yang tiap posting selalu poto tentang dirinya. Abis dandan cekrek. Ganti softlens cekrek upload. Abis bikin alis cekrek upload. Terus? Banyak yang ngelove? Follower bertambah? Ya syukur kalau begitu. Sayangnya ada yang depresi gara-gara nggak dapet love banyak. Galau kemudian delete account. Yaelah....

Asal tau aja ya. Posting di instagram nggak harus selfie kok. Ya emang selera posting orag beda-beda sih. Ada yang posting selfie, trus dipuji cantik dan akhirnya selfie terus. Kalau boleh jujur, aku juga eneg liat beginian. Mending diunfollow aja. Tega banget sih? Iyaaaaa. Buat apa liat feeds yang isinya mukak semua. Emang nggak ada yang lain?

Kalau aku pribadi, mainan instagram Cuma buat hiburan aja. Ada yang ngelove postingan ya syukur. Kalau nggak ada ya nggak masalah. Followerku juga Cuma dikit kok. Secara aku kan gembel. Bukankah yang banyak follower adalah orang-orang berparas rupawan dan yang suka posting barang-barang branded?  Hihihi...

Tapi kalau menurut survey yang aku lakukan. #HallahCemMacemAjaLo. Banyak orang yang lebih tertarik postingan tentang liburan atau tempat-tempat wisata menarik dibanding postingan selfie. Percayalah, banyak orang yang posting hal-hal sederhana tapi punya banyak like dan orang lebih tertarik buat ngelove. Sebenarnya tergantung bagaimana cara pandang setiap orang sih. Ada yang dianugerahi (ceile) sudut pandang yang beda sehingga postingan instagramnya tetep ramai meski fotonya Cuma sederhana.

Semakin kamu nggak bisa mengikuti media sosial, maka kamu bakalan nyesek sendiri. Jadi kalau mau tetep eksis, ya bikin konten yang beda. Tapi konten yang beda dan menarik tak harus mengandalkan yang mahal-mahal dan rupawan kok. Asal kamu punya pandangan beda tehadap sesuatu, maka postinganmu bakalan beda.

Sayangnya masih banyak orang gengsi yang posting hal-hal sederhana. Ada orang yang berpendapat begini, Pokoknya aku maunya posting barang-barang mahal biar di-endorse”,Pokoknya kalau makan di tempat makan yang muahal aku harus bikin stories”. Supaya apa? Biar dapet like banyak.

Dan aku pernah banget kayak gini. Tapi lama-lama berasa begok. Untungnya apa sih. Mending posting apa yang kita suka meski nggak banyak yang ngelove. Semua tegantung bagaiamana cara kamu mainan sosmed. Kalau hanya untuk bersenang-senang ya menyenangkan. Kalau niatnya buat pamer ya Cuma bikin nyesek. Simple kan?

Kalau ada yang bilang, Instagram sering dipakai buat ajang pamer itu salah besar. Lebih tepatnya mungkin pamer karya. Kalau pamer karya sih emang bener. Nah, kalau udah begini, orang-orang yang nggak kreatif biasanya hanya bisa “kabur” karna nggak tau apa yang harus dipamerkan. Kecuali kalau kamu kaya raya dan nggak bisa bikin konten menarik, masih bisa manfaatin beli barang-barang mewah buat diposting. Gampang kan?

Hidup ini adil. Yang nggak punya harta lebih selalu dikaruniai skill yang unik. Sedangkan yang nggak punya skill berlebih dikasih harta yang melimpah. Pokoknya pandailah dalam memanfaatkan. Kalau nggak bisa ya bakalan kalah. Inget ya. Hidup hanya terasa kejam bagi orang-orang yang suka merengek. Kalau kamu punya visi hidup yang kamu sendiri yakin untuk bisa mencapainya, maka segalanya akan dipermudah.

Demikian sekilas info. Awalnya Cuma mau bahas dunia per-instagram-an malah jadinya ngalor-ngidul nggak jelas. Yah, pokoknya keep calm and do your best.



~MissAnt~

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts