Saturday, 1 July 2017

Setelah esok

Ada yang beda dari yang dialami sekarang. Yang tadinya bangun pagi, mandi lalu duduk manis sembari menyeruput secangkir kopi, mendadak harus meninggalkan rutinitas menyenangkan tersebut. Ya memang, ada yang bilang begini, “Kalau terus-terusan berada di zona nyaman, artinya kita tidak bisa berkembang”. Tapi ada juga pendapat lain yang bunyinya begini, “Carilah pekerjaan yang kamu sukai dan bikin kamu nyaman sehingga kamu tidak merasa sedang bekerja”. Nah, lebih pilih yang mana coba?
Hobi yang bisa menghasilkan uang memang menyenangkan. Kalau berada di posisi tersebut, pasti banyak orang yang akan mempertahankannya. Walau beberapa akan berkomentar. “ah...kalau kayak gitu mah, kamu nggak berkembang. Nyari kerjaan itu yang terlihat asing sehingga kita bisa belajar lagi”. Yah...namanya juga orang. Seneng banget kalau udah ngomentarin orang.
Kita nggak pernah tau kapan “sesuatu” akan menghentikan apa yang sedang kita kerjakan. Karena semua itu akan berubah pada masanya. Kadang memang rasanya nggak adil. Karna apa yang sudah kita anggap paling menyenangkan setiap hari, bisa saja berubah. Kadang hidup memang selucu ini dan penuh dengan permainan unik. Tugas kita hanyalah menikmatinya saja. Apapun itu, jalani saja.
Kita nggak akan pernah tau apa yang akan kita dapat setelah esok. Setidaknya akan selalu ada kemajuan yang akan mengajak kita berfikir. Ini juga tergantung bagaimana cara kita “mengelolanya”. Sebenarnya hidup diera sekarang lebih dipermudah. Banyak hobi yang tersalur dengan mudah karena adanya sosial media. Tapi semuai itu tergantung bagaimana cara kita memanfaatkannya.

Kadang uang bisa datang dari hal-hal yang tak terduga, asal kita punya skill. 

Yang Tak Muat Di Tweet-kan (Bagian 1)

Emang bener, yang bukan siapa-siapa emang tak bisa mendapatkan apa-apa. *EntahKataSiapaPokoknyaPernahDenger
Temenan—like semua postingan sosmed walau jelek—udah nggak barengan lagi—nggak pernah like postingan sosmed---jadi jauh—kemudian nggak kenal. *SiklusPertemananKampret
Nggak ada orang yang mau “memandang” dengan mata normal ketika kita sedang jatuh. Tapi jika memang benar-benar ada, pertahankan karena mereka adalah orang-orang yang tulus. Meski hanya 5 % saja. *TheKampretMoment
Sahabatan dari kecil—pisah—nggak ada komunikasi karena dia makin kaya—dan akhirnya jadi orang asing. *PersahabatanKampret
Temenan—dikomporin mulut ember—percaya sama mulut ember—mendadak musuhan—nggak ada komunikasi—udah saling nggak kenal. *PertemananBusukYangSeringDitemui
Mulut tetangga emang lebih hijau.
Bedanya, orang yang tinggal dikampung dan belum pernah lihat kota emang kelihatan banget. Mereka lebih norak dan terlalu membesar-besarkan. Lain halnya dengan orang kota asli, mereka lebih natural dan cenderung bersikap biasa saja.
Orang kaya baru emang begitu, ingin menunjukan pada semua orang kalau mereka emang benar-banar orang yang mampu. Beda dengan banyak uang yang dicapai dengan penuh pengorbanan, maka tidak perlu posting apa yang mereka miliki.
Semenjak status whatsapp bisa dibaca banyak orang, pemakainya jadi makin lebay. Dikit-dikit cekrek trus dijadikan status. Dikit0dikit upload video dijadiin status. What the......

Pas lagi banyak duit, dipuja-puja. Sok-sok perhatian. Ee giliran lagi jatuh dicuekin, pura-pura nggak kenal. Bahkan dipandang sinis. Oh....thats human. 

Temenan--udah lama nggak saling sapa--gengsi nyapa duluan--akhirnya semakin jauh--kemudian nggak kenal. That's life.


Sebelah mata

Dunia selalu punya cara pandang tersendiri. Kadang emang terkesan kejam, khususnya bagi orang-orang yang sedang jatuh. Mereka yang selalu dipandang sebelah mata adalah orang-orang yang kuat. 

Bagaimana tidak? Mereka sudah biasa dengan naik turunnya kehidupan sehingga memiliki hati yang tidak mudah kecewa.

Dimana-mana orang sama saja. Mereka selalu mengunggulkan orang-orang yang berduit. Meski bukan siapa-siapa, orang berduit emang lebih menarik. 

Entah apa yang bikin menarik. Akupun heran. Kadang emang lucu. Pas masih "kere" aja dicuekin setengah mati, eee. . . . giliran "kantong tebel" pada muji-muji. Ada yang deket-deket. Sok akrab dan sok ngasih perhatian. 

Duh..

Dizaman seperti sekarang ini, jangan mudah percaya sama orang. Apalagi pas lagi "diatas", perlu ati-ati. Nyari orang yang beneran tulus itu nggak gampang. Banyak topeng-topeng yang musti diwaspadai. 

Klo mau nyari aman, carilah temen saat kamu sedang "dibawah". Dengan begitu, km akan tau, mana yang tulus dan bertopeng.

Yah..begitulah...zaman sekarang, yang nggak punya banyak uang memang bukan apa-apa.


#MissAnt

Popular Posts