Saturday, 22 August 2015

Dear Calon Imamku, calon Teman hidupku . . . .





Ini bukanlah puisi, melainkan sebuah celotehan
Buat calon imamku, yang aku tak tau di mana kamu berada
Kadang aku penasaran padamu, seperti apakah dirimu?
Kapan kita bertemu ?
Kapan kita jalan bareng?
Kapan kita membicarakan masa depan kita?
Aku hanya ingin mencari laki laki yang serius
Untuk menjadi imamku
Karena aku sadar, aku bukanlah anak labil yang masih cari pacar
Aku sedang menanti seorang teman hidup, yang akan Tuhan kirimkan padaku
Yang akan menemaniku, dan hanya Tuhan lah yang akan memisahkan kita nantinya
Dalam tiap lamunanku, aku penasaran, seperti apa kamu, calon imamku
aku ingin teman hidup yang menerima aku apa adanya
aku ingin teman hidup yang setia dan bertanggung jawab
aku ingin teman hidup yang baik rupanya, baik tutur katanya dan baik iman nya
aku ingin teman hidup yang baik hatinya dan baik keluarganya
karena nantinya dua keluarga akan bersatu dan aku harap kita akan saling menerima
mungkin aku hanyalah orang yang sederhana
Paras cantik saja aku tak punya, apalagi harta melimpah
Tapi Insha Alloh aku akan mendampingimu di manapun
Aku akan selalu ada buat kamu
Insha Alloh kamu nggak akan kecewa karena telah memilihku
Aku memang tak cantik, tak punya apa apa
Tapi aku akan mencoba menjadi istri yang kamu banggakan
Oooh Tuhan. . . .
Hanya Engkau lah yang akan mempertemukan kami
Aku nggak akan minta banyak tentang calon imamku
Hanya yang aku tulis tadi saja sudah cukup
Oooh Tuhan. . . .
Aku nggak tau kapan calon imam ku akan datang untuk menghalalkan aku
Dan mengajak untuk hidup bersama
Tapi aku percaya, Semua pasti terjadi padaku
Saat di mana ada laki laki yang melamarku
Dan menjadikanku sebagai teman hidupnya
Karena ini bukan tentang siapa yang lebih cepat
Tapi yang terbaik akan segera datang
Aku hanya bisa pasrah dan mungkin banyak permintaan
Iya, aku mungkin akan cerewet saat aku bercerita dengan Tuhan
Aku minta calon imam dan pendamping hidup seperti yang aku tulis
Kadang aku berfikir, siapa dan sekarang dia dimana ?
Dalam mimpi saja, aku belum bisa melihat seperti apa calon imamku
Yang jelas, aku sedang menantimu, calon imamku
Cepat datang ya ^_^


Dari aku, Seseorang yang menanti kedatanganmu




Renungan tentang hidup



Akhir akhir ini berfikir tentang hidup. Apapun itu harus di syukuri. Kita kadang mengeluh karena nggak punya ini nggak punya itu dan bla bla bla bla. Kadang kita mengangap orang lain enak. Iya, mereka punya ini, punya itu. Kadang orang lain malah lebih menganggap hidup kita lebih enak. Yah..namanya juga hidup, kalau istilah jawa mengatakan, “sawang sinawang”, iya hidup itu sawang sinawang. Artinya saat kita melihat hidup orang lain lebih indah, mungkin saja mereka nggak seperti itu. Apa yang kita lihat tidak selalu benar. Dan apa yang kita rasakan tak semalang yang bisa kita hadapi. Di satu sisi kita menganggap, hidup kita berat, besok bagaimana kalau bla…bla…bla. Tapi kadang kita tak sadar bahwa kita sanggup menghadapinya. Kita hanya perlu yakin dan percaya. Alloh nggak akan ngasih cobaan yang kita nggak sanggup buat menghadapinya. Yakinlah. Semua akan indah pada waktunya. Pernah atau bahkan sering banget mendengar kata kata itu. Banyak juga yang menulis status dengan menggunakan kata kata itu. “semua akan indah pada waktunya”. Bagi sebagian orang, kata kata tersebut mungkin menguatkan. Ada yang percaya bahkan ada juga yang menyepelekannya. Aku juga kadang nggak sadar kalau kata kata itu kadang juga terjadi. Yang dulunya pingin begini, setelah kita sabar. Ee ternyata kejadian juga. Ini mungkin akan datang bagi mereka yang percaya.

Jodoh, karir dan kematian. Semuan sudah ada yang ngatur. Tak perlu khawatir akan hal ini. Hanya menunggu kapan datangnya saja. Kematian, ini adalah misteri, yang bakal memisahkan kita, abadi dan kita bakalan nggak bisa ketemu dengan orang yang sudah mati dan kita akan di pertemukan saat kita sudah mati atau pas hari kiamat. Karir dan rejeki. Alloh sudah mengaturnya. Dan pasti nggak akan tertukar. Saat kita kehilangan pekerjaan kita, pasti ini bukan karena manusia saja. Yakinlah, Alloh juga ikut ncampur dalam hal ini. Jika memang jalanNYA harus seperti ini, Yakin saja, Alloh akan menggantinya yang lebih baik lagi. Bahkan saat orang lain mencoba untuk menjatuhkan kita. Yakin saja, Alloh juga nggak akan diam saja. Suatu saat nanti akan berbalik pada nya. Tinggal nunggu waktu saja. Waktu lebih kuat dari apapun. Yakin saja, rejeki nggak akan ketukukar kok. Saat kita gagal dalam satu hal, percaya deh kalau Alloh sudah menyiapkan yang lebih indah. Kadang kita merasa putus asa. Iya sih, siapa sih yang nggak putus asa kalau harapannya ngga kesampaian. Walaupun ini nggak terjadi secara berkepanjangan, sebut saja kecewa. Tapi ya mau gimana lagi. Ada kata yang di batin manusia atau bahkan di ucapkan saat mereka kecewa, yaitu: Bukan rejekinya, kalau rejeki ya nggak kemana. Kecewa pasti ada. Asal nggak berkepanjangan. Dan yang terakhir adalah soal jodoh. Pada dasarnya manusia di ciptakan saling berpasang pasangan, laki laki dan perempuan. Tapi datangnya jodoh kadang nggak sesuai yang kita harapkan. Kita maunya menikah hari ini. Tapi kalau belum jodoh ya mau gimana lagi. Percayalah, Alloh sudah menyiapkan teman hidup dari masing masing manusia kok. Hanya saja waktunya berbeda beda. Ada yang jodohnya cepat datang, ada yang jodohnya belum datang. Sabar saja, karena yang terbaik bukan datang tercepat, begitu kata pepatah, entah siapa yang nulis. Tapi bagi seorang perempuan, jodoh dan karir itu susah bersatu, eh…bener nggak sih. Menurut apa yang aku liat dan aku sering saksikan, katanya dua hal tersebut bertentangan. Eeh gimana ya menyebutnya, bukan bertentangan, tapi harus mendapatkan salah satu gitu, iya nggak sih. Jadi para perempuan harus memilih antara bekerja atau menikah. Iya nggak sih. Tapi kalau di pikir pikir, ibu ibu rumah tangga muda yang masih punya anak kecil biasanya tetap bisa bekerja kok. Sekarang kan bisa kerja tanpa harus keluar rumah gitu, dengan bermodalkan laptop dan koneksi internet. Yang aku tau sih kayak gitu. Tapi ada yang lebih memilih fokus ngurus anak dari pada bekerja. Karena prinsipnya ya itu tadi, rejeki udah ada yang ngatur. Yang aku tau adalah, perempuan yang sudah menikah itu adalah tanggung jawab suami. Hahahaha…aku kok sotoy banget ya, padahal nikah aja belum, nggak papa lah ya, ini kan juga ilmu pengetahuan. Hehe. Mencari nafkah adalah tanggung jawab sang ayah, sang istri bertanggung jawab atas mengurus anak dan lain lain. Tapi ibu ibu muda sekarang cerdas cerdas ya, meskipun ngurus anak juga bisa kerja jualan online.

Kadang ada yang banyak uang tapi hidupnya kurang bahagia, kemudian yang hidup sederhana bisa bahagia banget. Pokoknya Alloh maha keren banget. Segala sesuatunya adil kok. Ada ibu ibu yang kalau di liat, urusan uang lancer, apa apa tersedia, tapi mereka merasa anaknya nggak dekat dengan ibu tersebut. Padahal seorang ibu nggak menginginkan apapun dari anaknya, melainkan bisa dekat dengan seorang anak. Ada juga yang berkecukupan, sudah mapan karirnya, tapi belum di kasih momongan. Ada yang hidupnya kekurangan, tapi penuh kasih kasing. Subhanalloh…Semua sudah di atur, Tuhan adil kok. Jadi jangan pernah patah semangat. Tetap Yakindan berdoa kalau segala sesuatunya lancar dan indah pada waktunya. Karena yang terbaik bukan berarti yang tercepat.

Popular Posts