Sunday, 16 August 2015

Jarni dan Mereka





Kemesraan ini....
Janganlah cepat berlalu,
Kemesraan ini,
Ingin ku kenang selalu...

Lagu yang enak buat di dengar, lagu yang enak di dengar saat seseorang yang dulu dekat dengan kita, lama kelamaan pergi, hilang entah kemana. Bisa teman dan juga orang yang pernah ada di hati. Kadang ada yang aneh, saat orang yang dulu kita kenal dengan baik, tiba tiba berubah. Jarni adalah gadis berambut ikat dengan bola mata sebesar bakso pingpong. Gaya nya sangat Tomboy, selalu mengenakan celana jeans warna biru dan kaos panjang abu-abu. Suatu hari ia pergi ke perpustakaan di kampusnya. Ia baca buku tentang bagaimana bersosialisasi yang baik. Jarni memang terlalu akrab dengan dunia maya, bahkan temannya di dunia maya bisa mencapai ratusan, padahal dia sendiri sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini juga bukan salahnya ia harus akrab dengan dunia maya, asebenarnya jarni adalah anak yang pendiam. Tapi tak banyak bicara. Entah apa yang membuat ia begitu. Mungkin Lipgloss yang di pakainya terbuat dari Lem sehingga membuatnya susah bicara pada orang lain. Tapi dia sangat hobi sekali di dunia maya, khususnya teman teman nya selalu curhat padanya jika sedang bermasalah, hingga pada akhirnya ia bekerja sebagai free freelance Curhat. di curhati banyak orang membuatnya sering berpikir tentang banyak hal. Walaupun ia jarang bersosialisasi, tapi dengan menjadi freelancer curhat, ia bisa memahami sifat masing masing orang yang membuatnya mendapat banyak pelajaran. Saat dia masih SD, jarni berteman dengan gadis seumurannya, namanya Sajinem. Sajinem memang teman yang baik, dia bisa mengimbangi sifat Jarni yang pendiam. Jarni senang berteman dengan Sajinem tapi dia masih tetap menjadi gadis yang pendiam. Tapi walaupun begitu mereka nyambung dan pertemanan mereka bertahan sampai mereka SMA, sayang banget kalau pertemanan mereka dari SD hanya bertahan sampai SMA. Tapi memang yang namanya Hidup, kita bakaln ketemu dengan hal hal yang baru. Termasuk teman baru, Tapi Sajinem akhirnya punya banyak teman baru dan melupakan Jarni. Pada awalnya Jarni sangat kecewa, karena Sajinem ternyata datang hanya saat minta bantuan. Tapi lama kelamaan sifat sabar pun ada batasnya, hingga akhirnya Jarni dan Sajinem seperti dua orang asing yang sudah tidak mengenal satu sama lain. Mungkin ada kesalahpahaman di antara mereka berdua. Tapi tetap saja hidup nggak akan berhenti sampai di situ saja. Sejak itu Jarni merasa kecewa dengan pertemanan. Siapa yang mau punya teman yang tiba tiba saling melupakan. Di perpustakaan Jarni selalu membaca Buku di sudut ruangan, Ia kadang berpikir, Jika waktu itu Jarni hanya mengenal Sajinem dan pertemanan mereka tidak bertahan Lama, dia pasti akan memanfaatkan keakraban mereka dan mempertahankan pertemanan mereka. Tapi nggak akan ada yang tau apa yang akan terjadi satu detik kemudian. Jarni nggak tau, di mana keberadaan Sajinem sekarang. Saat memasuki semester 3, Jarni tertarik pada seseorang, Dia pandai dan ini membuat Jarni jatuh hati, namanya Jarno, dia adalah seniornya. Walaupun jatuh hati, tapi Jarni adalah orang yang pendiam, ia hanya bisa menerawang wajah Jarno dari balik jendela kampus lantai dua. Di balik jendela yang berdebu itu, ia melihat senyum Jarno yang membuat jantung Jarni berhenti sejenak dan terbatuk batuk, ini karena jendela yang berdebu sementara Jarni alergi dengan debu. Suatu hari, Jarno satu kelas dengan Jarni karena mata kuliah yang semester lalu belum sempat di ambil Jarno. Melihat Jarno duduk di meja paling depan, Jarni pun kaget. Ia pun lari keluar kelas dan berkata dalam hati, “Ya Tuhan..apa aku salah kelas. Kenapa ada Kak Jarno di dalam kelas itu” sambil perlahan mengintip perlahan dari balik pintu kelas, ia pun perlahan masuk dan duduk di meja paling pojok. Saat itu Dosen tiba tiba datang dan hanya memberikan Tugas kelompok lalu pergi meninggalkan kelas. Tiap kelompok ada Lima orang, tak di sangka sangka juga akhirnya Kak Jarno satu kelompok dengan Jarni. Jarni pun tak bisa berpikir lagi, Otaknya tiba tiba jalan jalan entah kemana, Pikirannnya jadi Ruwet seperti kawat, perutnya pun keroncongan nggak jelas. Ia sadar kalau tadi pagi Ia lupa sarapan sehingga membuatnya susah konsentrasi. Jarni dan hanya pendiam, Ia juga Pemalu. Menatap Jarno saja ia sudah malu, muka nya tiba tiba menghijau. Saat Jarno menyapanya Pun, Ia tiba tiba mematung. Kemudian sejam kemudian, Hanya ia sendiri yang berada di ruangan itu, sementara yang lain sudah meninggalkan ruangan setelah Tugas selesai di kumpulkan dan ia baru nyadar kalau ia baru nyadar kalau mematung sejenak. Akhirnya ini ketinggalan kesempatan untuk berada lebih dekat dengan Jarno. Kadang kita terlalu mengabaikan hal hal kecil yang membuat kita rindu di kemudian hari. Kadang kita terlalu menginginkan hal yang lebih, misalnya saja Seperti Jarni dan Sajinem, Sajinem melupakan Jarni saat ia mempunyai teman teman baru, tapi di sisi lain, ia nggak akan menemukan sosok pendiam yang menurut Sajinem, Jarni sangat membosankan. Dia balik sifat pendiamnya Jarni, ia adalah pendengar setia. contoh lain misalnya Seperti Jarni dan Jarno, kadang kita menyesal karena tak memanfaatkan waktu sebaik baiknya dengan orang yang ia sayang. Juka memang itu tak terulang lagi, mengapa dulu tak menggunakan waktu itu dengan baik. Kadang kita merindukan seseorang yang sudah berubah, jika tau akan seperti ini, kenapa dulu tak di manfaatkan sebaik baiknya. Waktu yang dulu memang tak bisa di ulang di masa sekarang. Kalau memang bisa, pastilah semua orang ingin mengulang waktu bersama seseorang yang mereka sayang. Itulah mengapa kita harus berbuat baik dan saling menghargai, suatu saat mungkin kamu akan merinduka masa masa yang membuatmu merasa menjengkelkan, Karena hal yang membuatmu paing menjengkelkan bisa jadi akan membuatmu rindu setengah Galau. #eeaaaaa

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts