Sunday, 5 January 2020

32 y.o




Rasanya udah 5 Januari aja. Kayaknya baru kemarin aku ulang tahun yang ke-28, eh lha kok tahu-tahu udah 30 an aja nih. Udah tua tapi nggak pernah sadar kalau udah 30 ++. Yap....kadang suka lupa kalau umur udah banyak tapi kelakuan masih kek bocah. Aku sadar diri kok. Umur udah nggak muda lagi. Tapi emang suka lupa kalau udah 30 an....berasa masih kek 28 nan lah....*YAAAKAAALIIIII

Apa yang udah aku capai selama 31 tahun menjelang 32 ini?

Sungguh...pertanyaan yang paling nyesek dan bingung gimana menjawabnya. Mungkin bertambahnya umur aku kali ini (5 Januari 2020), aku sudah tidak didampingi Ibuku lagi. Iya, pada lahirnya Ibu hanya menemaniku selama 31 tahun 6 bulan. Di usia yang ke 32 ini aku harus berjalan sendiri. Menentukan apa yang menjadi pilihanku sendiri. Berjuang sendiri tanpa doa seorang Ibu. Pencapaianku hingga umur 31 tahun 6 bulan itu tak lepas dari doa Ibu. Doa Ibu memang terbukti manjur. Tapi memang semua harus kembali ke Alloh.

Mungkin ini juga memberikan banyak pelajaran bagiku. Di umur yang sudah bukan anak-anak ini akhirnya aku harus bisa lebih bijak dalam mengenal kehidupan yang sebenarnya. Mungkin sudah hampir 5 bulan Ibu meninggalkanku. Ada kalanya aku juga down banget. Rasanya seperti belum siap. Tapi mau gimana lagi. Alloh bisa mengambil milikNYA kapan saja. Jadi kita harus siap.

Kalau ditanya soal apa yang udah aku capai di umur 31 menjelang 32 ini, rasanya memang belum tercapai semua. Yang paling nyesek adalah ketika Ibu tidak sempat melihatku berumah tangga. Yakin aja semua sudah ada yang mengatur. Bahkan sejak kita di dalam kandungan, Alloh sudah menentukan kita lahirnya bagaimana, jalan hidupnya bagaimana hinga nanti kembali padaNYA seperti apa. Mungkin ini yang menjadi pedoman sekarang. Segala sesuatunya memang sudah diatur sedemikian rupa. Tugas kita adalah manjalaninya. Everything will be Okay.

Kalau ditanya apa saja yang sudah aku berikan untuk Ibu semasa hidupnya, alhamdulillah aku sudah bisa membahagiakan meski belum banyak. Aku sudah belikan Ibu baju-baju dari hasil kerjaku, sudah sering ngajak jajan ketika aku terima gaji, ngajakin ibu jalan-jalan juga sudah sering. Nggak papa belum sempat mengajaknya ke tempat yang jauh, yang penting ibu sudah senang. Hal yang paling menyenangkan dalam hidupku selama ini adalah membuat ibu selalu senang gembira. Itu aja udah cukup bagiku. Hingga akhirnya senyuman ibu hanyalah kenangan dan hanya bisa aku nikmati dalam sebuah foto.

Kalau boleh, aku Cuma mau bilang,

IBU...

Terima kasih sudah menjadi Ibu yang terbaik yang tak akan pernah tergantikan buat aku

Terima kasih sudah menemaniku selama 31 tahun 6 bulan

Terima kasih sudah mengajarkan hal-hal terbaik untuk dunia dan akhirat

Terima kasih sudah mengajarkan bagaimana menjadi orang yang sabar dan pemaaf

Terima kasih ...

Terima kasih...

Terima kasih.....

Sebanyak apapuin rasa terima kasih yang aku ucapkan untumu, Ibu, tidak akan sebanding dengan kasih sayang dan pengorbananmu selama ini.

Apa yang harus aku ubah seiring bertambahnya umur?

Akhir-akhir ini aku memang sering baca-baca konten yang berbau agama. Bukannya aku mau terlihat sok alim. Tapi memang dalah hal agama memang masih kurang banget. Sholat 5 waktu saja tidak cukup. Banyak hal yang harus dipelajari. Di akhir-akhir menjelang meninggal, Ibu memang banyak tanya begini, “Kamu tuh sebenere sering denger pengajian nggak?”, “Mbok sekali-kali ikut pengajian biar tahu ini itu”.

Sampai pada akhirnya aku bilang begini, “Yaudah bu besok kalau ibu pengajian, aku ikut ya”. Tapi ternyata belum sempet. Sedih kalau inget. Mengapa belum sempat banget? Mengapa waktu ada waktu malah nggak aku pakai buat pengajian bareng Ibu?”.

Sesederhana itu permintaanya. Dalam hidup memang segala sesuatunya harus seimbang.  Nyari duit itu wajib, tapi jangan lupa sama Ibadah. Begitulah pesan Ibu setiap lihat aku kelamaan mengerjakan sesuatu di depan laptop. Bodohnya aku memang nasihat itu sering aku abaikan. Hingga akhirnya tersadar. Di saat lagi down banget, pada akhirnya akan minta ini itu sama Alloh. Kadang memang semalu itu.

Ternyata kalau aku baca-baca, banyak hal yang belum aku terapkan dengan sempurna. Tidak hanya soal sholat 5 waktu saja. Tidak hanya soal membaca al-quran. Tidak hanya soal puasa sunnah. Tidak hanya soal melalukan sholat sunnah. Banyak hal yang aku sendiri masih harus belajar.

Aku nggak munafik sih. Kadang memang belum sempurna dalam sholat. Misalnya saja sholat subuh. Nah....ini masih sulit banget buat aku. Akhir-akhir ini memang rasa susah bangun subuh. Masih pakai bantuan alarm saja belum ontime. Kadang sudah jam 7 masih saja sholat subuh. Malu banget sama anak-anak kecil yang bisa bangun sholat subuh. Nggak papa memulai perlahan lagi daripada nggak ada perubahan sama sekali.

Harapan semua orang setiap bertambah umur pasti beda-beda. Kalau aku juga yang penting itu tadi. Masih banyak belajar lagi. Selama ini memang terlalu banyak mengejar dunia hingga lupa apa saja bekal untuk kehidupan di akhirat nanti.

Tidak ada yang terlambat untuk memulai sesuatu. Lebih baik ada kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik daripada hanya sekedar merencakannya saja. Kalau aku lihat, di sana mungkin banyak orang yang sudah berkecukupan tapi merasa kurang....kurang dan kurang. Hal itu mungkin bisa disebabkan karena kurang seimbang antara kepentingan dunia dan bekal untuk kehidupan yang abadi nantinya.

Sekali lagi.....

Selamat bertambah umur untuk diriku sendiri

Semoga semakin menjadi orang yang bijak

Semoga bertambahnya umur akan semakin baik dalam segala hal

Dan yang pasti yang aku minta selama ini semoga cepat terkabul. (Cukup aku sama Alloh yang tahu)


#MeTurnTo32y.o

~MissAnt~





0 komentar:

Post a comment

Popular Posts