Minggu, 01 Oktober 2017

Penulis Tidak Selalu Menceritakan Tentang Dirinya


“Ciyeee yang suka banget curhat di blog”

Sering banget nggak, denger kayak gitu. Iya sering. Mereka beranggapan kalau penulis suka banget menceritakan tentang dirinya. Kalau Aku pribadi, sebenarnya rada tersungging...eh tersinggung kalau pas nge-blog trus ada temen yang baca, trus dia bilang, “Ciyeeee curhatnya sekarang di blog nih”. What the.......
Ya, tapi emang tiap orang bebas berpendapat tentang apa yang mereka lihat. Mau bilang begini dan begitu ya terima saja. Toh, berkomentar lebih mudah dari pada harus nulis sendiri. Iya kan?
Kalau Aku pribadi sih, tidak semua tulisan di blog itu pengalaman pribadi. Kadang juga menceritakan kehidupan temen-temennya. Kok bisa? Bisa lah. Asal kamu bisa mengembangkan, jadi deh cerita pendek. Kalau Kamu punya passion nulis yang gila banget, jangankan curhatan temen, daun jatuh aja bisa kamu jadikan inspirasi. Nggak percaya? Coba tanyakan pada mereka yang punya imajinasi liar.
Kalau ada yang bilang menulis itu susah, itu salah banget. Buktinya, dari hal sepele aja bisa kamu ceritakan kok. Tapi beda lagi sama orang yang udah nggak punya passion nulis. Mau diajarin kayak gimana ya tetep males nulis. But, it’s okay lah. Tiap orang selalu punya passion yang berbeda dan unik.
Menanggapi orang yang suka bilang kalau nulis diblog biasanya curhat tadi, ya memang ada benarnya. Tapi nggak semuanya. Beberapa memang berdasarkan pengalaman pribadi yang menyentuh.Tapi ingat ya? nggak semuanya. Adakalanya mereka juga mengambil inspirasi sekitar seperti curhatan, kehidupan sehari-hari dan masih banyak lagi. Karna banyak hal sekitar menarik yang bisa kamu jadikan ide buat nulis.
Nah...begitulah kira-kira uneg-uneg yang udah lama Aku sampaikan. Begitulah kira-kira. Tidak semua tulisan yang dibuat merupakan pengalaman pribadi, bisa jadi pengalaman orang terdekat dan masih banyak lagi. Semua tergantung bagaimana cara kita mengembangkan agar enak dibaca.

#MissAnt

Passion dan Skill yang Bisa Jadi Duit




Kalau boleh tau, passion Kamu apa?
Eh...Kamu punya skill kayak gini nggak?
Lha trus skill kamu apa?
Pernah denger percakapan kayak gitu nggak? Kalau Aku sering banget. Eh...bukan denger langsung dari percakapan ding. Tapi ,lebih ke baca tweet seseorang. Aku sering mainan twitter dan follow orang-orang yang punya penghasilan dari passion mereka. 
Dan akhirnya kepingin banget kayak mereka. Asal Kita punya passion, pasti bisa kok. Nggak ada yang nggak mungkin Gaes. *Elahhh
Passion merupakan sesuatu yang ada dalam diri kita. Misalnya, menulis, bikin lagu, bikin konten dan masih banyak lagi. Kira-kira begitulah. Susah dijelasin. Pokoknya asal Kamu suka sesuatu yang bikin Kamu bahagia, itulah passion. Dan ternyata, passion kalau dikembangin bisa jadi duit lho.
Ah...masa sih....gimana caranya?
Gimana ya jelasinnya. Sebagai contoh nih. Kalau Kamu suka nulis, ya mainan blog aja. Kayak Aku ini. Hahaha. Tapi blog ku belum menghasilkan uang. Sayang banget. Padahal udah mulai ngeblog sejak 2011 (Ya walaupun isi blog nya nggak karuan amburadul, nggak papalah ya). Meski waktu itu sempet ganti akun karna nggak bisa dibuka, tapi untungnya link blog masih inget. Kalau mau liat-liat cek aja disini therealnanta51.blogspot.co.id . Entah kenapa nggak bisa dibuka. Trus bikin blog lagi dan jadilah ini. #Lah....KenapaMalahCurhat.
Oke kembali bahas ke passion. Jadi begitulah. Kalau sekiranya kamu punya hobi, sebaiknya kembangkan. Siapa tau bisa jadi jadi penghasilan. Misalnya punya hobi motret. Nah...kembangin tuh. Kan lumayan buat bantuin foro prewedding temen. Bisa dijadiin kerja sampingan juga kan? Apalagi teknologi udah semakin canggih. So...manfaatin ya.
Aku bisa bilang begini karna pengalaman pribadi. Saat dompet menipis, tiba-tiba muncul dalam benak buat nyari sampingan. You know lah. Sekarang banyak banget jasa pembuatan konten-konten di blog pribadi seseorang. Nah...dari situ kamu bisa “jual diri”. Jual diri maksudnya Kamu harus pinter jelasin ke owner supaya skill yang Kamu miliki bisa menguntungkannya. Ya...sama-sama menguntungkan. Dia merasa terbantu dengan skill yang Kamu miliki, dan Kamu juga dapet duit karena skill yang kamu miliki. See? As simple as that.
Tunggu....tunggu....Lah tadi kan bahas passion. Trus, apakah skill itu penting?
Nah..itu dia. As I know, kalau Kamu udah punya passion terhadap sesuatu, nanti skill akan menyertainya. (But....C.M.I.I.W). Aku juga gitu, awalnya suka nge-blog gegara pas kecil suka nulis di diary gembok. Anak 90-an pasti tau donk diary gembok. Tapi Kids jaman now belum tentu tau lho. Mungkin sudah ada diary yang lebih modern. Seperti blog gini. Tapi nggak semuanya curhatan bisa Kamu share di blog. Eh..tapi nggak papa ding. Toh Kamu yang mengelola. It’s yours babe. Up to you.
Passion menulis memang gampang-gampang susah. Ada bebepa penulisan yang memerlukan skill. So, jangan sepelekan penulis ya. Karna menulis itu butuh mikir juga. Tapi kadang sering kesel, karna ada beberapa orang yang masih menyepelekan penulis. Jadi  begini,

Kamu kerjanya apa?
Menulis?
Menulis? Menulis apa? Menulis mah semua orang bisa?

Nah..pertanyaan begini yang bikin dongkol. Bagi orang awam, mungkin mereka nggak begitu tau bagaimana cara  menulis yang baik dan klikable(maaf kalau ada yang tersinggung). Penulis artikel harus mikir juga, gimana caranya konten yang mereka baca itu menarik. Bahkan harus tau gimana cara bikin judul menarik dan tidak terdengar murahan. Beda lagi dengan penulis buku, mereka juga harus mikir gimana supaya menghasilkan cerita dengan ending yang menarik dan beda dari yang lain. See? 
Oiya, Cuma mau sharing aja. Dulu ada temen yang curhat via chat. Intinya dia bingung mau nyari kerjaan sampingan kayak gimana. Singkat cerita begini.

“Kamu sibuk apa Ta”?
“Ini lagi ada kerjaan sampingan nih”
“Enak ya, kalau punya passion”
“Semua orang punya passion deh. Mungkin kamu belum sadar dengan passion Kamu”
“Nah...itu dia, Aku nggak punya passion kayaknya”
“Coba kamu nulis artikel aja”
“Hah...mana Aku bisa. Kayaknya susah ya”

Jadi, bisa disimpulkan bahwa menulis itu nggak gampang. Dan tidak semua orang bisa dengan menemukan passion nya dengan mudah. Mungkin mereka punya, tapi belum sadar dengan passion nya. Entah mau nunggu sampai kapan sampai sadar.
Kadang juga ada temen yang nanya gini,
“Kok Kamu nggak bikin buku aja sih”
Kalau soal nulis buku. Pernah kepikiran, tapi entah kapan terwujudnya. Mungkin karna sudah terlalu nyaman buat ngeblog. Jadi kadang lupa mau ngelanjutin nulis. Sebenarnya udah ada dua folder yang isinya kerangka nulis. Tapi kok ada saja yang narik-narik pas waktu ngetik. Yawla...apakah ini setan yang nggak suka sama orang yang mau bikin buku? Tolong Nanta Yawlaaaa #LebayAh....
Kalau Aku baca-baca sih, banyak juga blogger yang sukses bikin buku. Gimana nggak enak? Kalau kita punya penghasilan dari hobi kita. Berasa kayak main-main tapi dapet duit kan? Wuaa......Aku mupeng banget kayak gitu. Intinya Cuma satu, yaitu KEMAUAN. Yap, karena setiap ada kemauan pasti ada jalan.
Oke sekian dulu ya. Buat kalian yang punya passion sebaiknya kembangin deh. Siapa tau bisa jadi duit cuy. Pokoknya follow your passion and enjoy it.

#MissAntTalkingAboutPassion

Sabtu, 30 September 2017

Anakku, Kapan Kau Akan Menikah?

Tak ada yang lebih asyik dari ngobrol dengan Ibu di Pagi hari. Begitu juga yang dirasakan Tania. Gadis supel berambut pirang itu memang tergolong anak “gaul”. Tunggu dulu, “gaul” disini masih diartikan positif, artinya orang yang punya banyak teman dimana-mana saking supelnya. Tapi sayangnya, ia tak seperti gadis seumumurannya yang sudah menemukan teman hidup.
Meski Tania punya banyak teman, tapi ia masih saja sendiri dan belum menemukan pasangan yang cocok. Belum menemukan teman hidup di usianya yang sudah 29 bukan berarti ia adalah orang yang suka pilih-plih. Sayangnya banyak orang yang menganggap begitu. Kalau Tuhan belum mendekatkan seseorang untuknya, lalu kenapa banyak orang yang suka protes seenaknya dengan bertanya kapan kapan dan kapan?
Sebagai Anak perempuan satu-satunya, Ibu Tania pun khawatir dengan anaknya. Khawatir tentang kesendiriannya yang kemudian lupa mencari pasangan hidup. Tapi tidak begitu. Sebagai seoarang gadis yang sudah kebal terhadap omongan orang, ia pun sudah memikirkan dengan matang tentang pernikahan.
Satu hal yang membuatnya speechless adalah ketika Ibunya bertanya, “Nak, Kamu kapan menikah? Sudah waktunya lho”. Sebagai Anak, apa yang kalian lakukan jika seorang Ibu sudah berkata demikian? Kepikiran juga kan? Begitulah yang dialami Tania. Tapi wajarlah, dimana-mana orangtua (khususnya Ibu) cenderung lebih kepikiran kalau anak perempuannya belum menikah, terlebih diusia yang seharusnya sudah menikah.
Tapi satu hal yang bikin Tania seneng. Yaitu, saat ngeteh bersama Ibu dan membicarakan siapa saja yang akan diundang jika hari sudah tiba, ingin mengadakan Akad nikah dimana dan seputar pernikahan lainnya. Sayangnya, belum bisa tercapai karena Tuhan belum mengirimkan seseorang yang tepat bagi Tania. Dan pertanyaan yang selalu muncul diakhir percakapan adalah, “Anakku, kapan kau akan menikah”. “Secepatnya, Bu. Doakan saja”. Guman Tania dalam hati.
Kita tak pernah tau, kapan dan dimana kita akan bertemu dengan teman hidup. Bahkan, pergaulan yang luas kadang tak menjamin seseorang lebih cepat bertemu jodoh. Yang tak pernah terlintas dipikiran bisa jadi adalah teman hidup. Dan yang dikenal dekat belum tentu menjadi teman hidup. Itulah rahasia Tuhan yang kita sendiri tak pernah tau. Siapa jodohmu? Rahasia. Tanya saja pada Tuhan yang sudah mengatur segalanya.

#MissAnt




Jumat, 29 September 2017

Don't Too Fast To Judge

Every people has different opinion. Yeah, it’s normal babe. But, some people too fast to judge without having “normal” thought. Yes, I call it a “normal thought”. It means that, they just see from one side and don’t know what the fact. It easy to judge others and talking bad thing behind them without knowing what happen with them, right?
We have a different problem. And never know what happen in our life in the next. Now, we have everything that we want. But, always prepare for the thing that will happen tomorrow. Life is unpredictable, so you must ready for something that will surprise you”, yes. Call it surprise.
Many people think that they’re perfect and easy to blame others. In this case, I don’t know how they did that. Why they always judge too fast? Hm.....it’s okay. This is life. You will meet someone who always find your weakness. So, be careful.
People actually don’t want to know about your problem. They just want to know but not really care aka “kepo”. Then, they have their opinion to share others about you. And it’s not true. Yes, as simple as that.
But, don’t worry babe. They may judge you whatever they want. You just need to don’t care about them. Life is complicated, you will always meet someone like that. There will be someone who don’t like about everything you do. It’s okay babe, don’t worry.
Don’t too fast to judge before knowing the truth. Judging so fast is easy and become one of someone’s weakness. You may close with some people, but it doesn’t mean that you know anything about them. So, think smart dan don’t too fast to judge.

#DontTooFastToJudge #ByMissAnt

Kamis, 28 September 2017

Kopi, Hujan dan Berbicara Masa Depan

Rasanya baru kemarin musim kemarau, eh...udah hujan deres aja nih. Berarti bisa disimpulkan berapa lama kamu sendiri. #Eh. Tenang....tenang....nggak akan dibully kok. Jangan khawatir. Kenapa ya, beberapa kaum jomblo sangat sensitif. Apalagi kalau jalan ditengah orang-orang lagi gandengan, bawaannya emosi muluk. *Lah....
Ngomongin soal hujan, apalagi kalau lagi duduk sendiri dan menikmati secangkir kopi, pastinya banyak hal yang mendadak muncul. Salah satunya tentang masa depan. Membicarakan masa depan emang asyik banget. Apalagi sama calon teman hidup. How.....interesting.
Kira-kira? Siapa yang bakal kamu ajak ngobrol soal ini? Adakah seseorang yang telintas? Siapa hayo? *kepo. Nggak papa sih, Wajar kok. Nantinya kita akan dipertemukan dengan  teman hidup yang bakal kita ajak ngobrol buat ngomongin masa depan. Bagi kaum jomblo, jangan manyun gitu ah. Sekarang mungkin belum ketemu sama orang yang akan kamu ajak ngobrol. Jadi sabar aja ya. *PukPukDiriSendiri #Loh
Kopi memang menjadi teman paling pas saat hujan turun dengan lebatnya. Aromanya mampu membuat kita membayangkan hal-hal yang membahagiakan. Coba bayangkan, kamu sedang duduk manis sambil menyeruput kopi, dan diluar hujan. Dan yang kamu rasakan saat itu adalah perpaduan aroma kopi dan hujan, tak ada yang lain.
Sambil menatap keluar jendela dan memandangi rintikan hujan, ia muncul sambil melambaikan tanganya. Aku yang duduk tak sadar hanya diam. Seolah terhipnotis dengan aroma kopi yang merasuki jiwa. Hingga akhirnya kamu duduk disampingku. Sambil membawa secangkir kopi dengan aroma yang sama. How...perfect moment.
Kita mungkin tak sadar duduk di meja yang sama dan menikmati secangkir kopi dengan aroma yang seakan mendekatkan kita untuk membicarakan masa depan. How come? Dari secangkir kopi, kita bisa lebih dekat sambil membicarakan apa yang akan kita jalani di masa depan. Dan, rintikan hujan seolah mengiringi pembicaraan kita yang semakin asyik.
Bagaimana secangkir kopi bisa membuat kita lebih mudah untuk membicarakan masa depan. Semudah itulah? Yap. Bagi yang sudah mantap menjalin hubungan yang lebih serius, ini sangatlah mungkin. Berbicara tentang masa depan dengan orang terkasih sangatlah asyik. Nggak percaya? Coba aja mblo. *KemudianDitimpukParaJomblo


#CurColAlaMissAnt #TentangTemanHidup

Popular Posts