Monday, 19 February 2018

5 Tips Agar Lebih Asyik Mainan Twitter




#TwitterSekarangNggakAsyik

Siapa yang pernah ngedumel kayak gitu? Ngaku aja deh. Kalau pernah berarti sama. Aku juga sempat ngeluh kayak gitu. Tapi tenang, itu bukan salah twitter kok. Sebenarnya adalah salah diri kita sendiri. Yap, jangan asal nyalahin twitter donk. 
*NgomogSamaDiriSendiri

Sayangnya, banyak orang yang masih menyalahkan twitter. Tiap nge-tweet, “Ah...twitter nggak asik lah, ini lah, itulah, dan bla...bla..bla...bla...”. Kalau aku perhatikan sih, dari awal aku punya twitter sampai sekarang, memang banyak temen-temen di twitter yang udah jarang mainan twitter. Mereka udah pada “lari” ke instagram dan youtube.


Lah kenapa begitu?

Kalau dibandingkan dengan instagram, twitter memang nggak ada apa-apanya sih. Tapi jika dilihat dari fungsinya sebenarnya sama. Yang bikin asyik main instagram salah satunya adalah postingan yang menarik berupa gambar-gambar. Cocok buat orang yang suka “cuci mata”. Widiiiihhhh.....
Nah, kalau udah begitu, twitter jadi kasian banget. Sepi. Nggak ada yang mau nyentuh twitter lagi yawlaaaaaa. Cedih akutuuuu. #AstagaGueLebay

Kalau menurut aku sih, penghuni twitter udah banyak yang kabur. Kalaupun ada yang paling Cuma 15% termasuk aku. Kenapa aku bisa sok-sok an menilai kayak gitu? Soalnya dari twitter ramai sampai sepi gini aku masih setia memainkannya. #Hallah
Bahkan, aku ngerasa kalau thread yang ada di twitter hanya dari orang-orang yang nggak aku kenal. Temenku sendiri Cuma 5%, itupun Cuma retweetan doang. #Yaelah

Kalau udah begitu, berarti mereka udah bosen banget sama twitter. Ujung-ujungnya cari sosmed lain buat pelarian. Udah kayak hati yang nggak ada penghuninya aja nih, lari kesana kemari. #Elah
Aku juga pernah bosan sama twitter kok. Tapi mendadak sadar kalau tingkat kebosanan kita terhadap sesuatu sebenarnya adalah salah kita sendiri. Kok bisa? Bisa donk. Twitter sebenarnya asyik kok, kamu aja yang nggak tau tips agar makin asyik mainan twitter. Mau tau nggak? Kalau gitu ikuti saranku ya. Harus ikutin pokoknya. #MaksaBanget

Tips agar makin asyik mainan twitter

1.Follow akun menarik.

Nah, ini yang paling penting. Berhubung setiap orang punya jenis ketertarikan yang berbeda-beda, jadi pilih saja apa yang bikin kamu tertarik. Kalau aku lebih suka konten yang nggak berat. Yang lucu-lucu lah, mayan bisa bikin nyengir kalau main twitter.

2.Abaikan jumlah follower.

Ada dua tipe orang saat main twitter. Yang pertama asal mainan karna nyari hiburan dan yang kedua adalah nyari follower. Nah kamu tipe yang mana nih? Emang beda ya? Beda donk. Kalau aku pribadi termasuk golongan yang pertama yaitu nyari hiburan aja.

Kalau Cuma nyari follower banyak, maka kamu nggak bakal menikmati mainan twitter. Yang ada malah nyesek karna follower nggak nambah-nambah. Aku juga gitu, dari dulu follower Cuma segitu-segitu aja. Tapi nggak masalah selama yang kamu follow termasuk akun-akun berkualitas dan menyenangkan.

3.Perbanyak follow akun blogger populer.

Kalau kamu suka baca, sebaiknya follow akun-akun blogger populer deh. Aku juga gitu dan lebih menyenangkan. Ada yang ngasih tips bermanfaat, pokoknya macem-mecem. Kalau kalau suka traveling, bisa ikuti akun travel blogger. Dijamin feeds twittermu lebih menyenangkan.

4.Hindari follow akun hatespeech.

Banyaknya orang ngetweet penebar kebencian kadang bikin muak. Ya emang ngeselin sih. Niatnya main sosmed buat seneng-seneng malah punya temen yang sekalinya ngetweet Cuma ngeluh ini dan itu. You know-lah, kalau orang udah ngurusin politik ujung-ujungnya gitu. Tapi bukan karna nggak pernah ngetweet soal politik berarti buta politik lho ya. #Catet

5.Unfollow akun yang tidak menyenangkan.

Kita nggak pernah tau apa yang terjadi dengan diri seseorang. Anehnya, beberapa akun yang tadinya menyenangkan buat difollow mendadak jadi nggak menarik. Kalau udah begini mending unfollow aja deh. Cari akun lain yang menyenangkan buat difollow.

Cara tersebut lumayan ampuh buat yang cepet bosen main twitter. Aku sebenarnya nggak pernah bosen mainan twitter, bagiku, setengah hari nggak buka twitter aja udah “linglung”, pokoknya nggak tau kabar terkini.

Berhubung udah lengket banget sama twitter, jadi aku berusaha gimana caranya agar lebih menarik dan tidak membosankan. Kalau kamu pingin feeds twittermu lebih asyik dan nggak membosankan, mending cobain tips agar lebih asyik mainan twitter seperti diatas deh.

~MissAnt~

Friday, 16 February 2018

Postingan Anak IG Gembel






*CekrekCekrek

*Upload

Duh mau posting di Instagram atau Twitter ya?

Pernah galau gara-gara bingung pilih posting foto d IG atau twitter? Ah...dasar. Hal sepele gitu aja di-galau-in. Tapi aku juga suka gitu sih. Ceritanya pingin jadi apa aja. Pokoknya apa-apa harus bisa (Manusia maruk). Salah satunya jadi fotografer. Aku suka motoin hal-hal yang menurutku bagus. Bagus dikit cekrek. Dikit-dikit cekrek. Tapi tenaaaaaaaaaang. Aku nggak suka posting foto selfie di sosmed kok? Alasannya simple. SADAR DIRI. Emang gue siapah?

Kebetulan, beberapa hari kemarin aku sempet baca thread orang di twitter. Entah re-tweet-an dari siapa lupa. Intinya mereka membahas tentang kejamnya dunia instagram. Kenapa kejam? Konon menurut yang aku baca, postingan di Instagram lebih banyak orang pamer. Dan yang nggak punya apa-apa buat dipamerin bakalan deactive account. What?

Kenapa bisa begitu? Berdasarkan thread yang aku baca, katanya hanya orang-orang berwajah rupawan dan orang kaya saja yang kebanyakan mengisi indahnya poto-poto di Instagram. Misalnya saja, selfie. Kalau kamu suka selfie dan (maaf) kamu punya wajah yang nggak cakep-cakep amat. Kamu bakalan nggak banyak dapet like dan itu membuatmu depresi. Iya nggak? No. Aku rasa Cuma orang labil yang ngerasa depresi saat love foto dipostingannya Cuma dikit.

Contoh lain berdasarkan yang aku baca, beberapa orang lebih suka “pemer” di Instagram daripada di twitter. Misalnya pamer barang branded yang mereka beli. Pamer tempat makan mewah yang sedang dipakai lunch, dinner atau sekedar nongki-nongki manjah. But, I think its not TRUE.

Dan, point terakhir yang aku baca adalah pertanyaan semacam ini, “Orang-orang lebih suka pemer di instagram dibanding di twitter”. Kalau ini memang benar sih. Tapi bedakan antara twitter dan instagram deh. Ini beda lho. Coba dipahami benar-benar. Beda lho? Pahami, resapi dan liat perbedaannya.

See?

Dari semua pernyataan tersebut, aku jadi pingin ikutan komentar. Tapi rasanya kurang puas aja kalau di-tweet-kan. Terlalu banyak, namanya juga twitter, jadi Cuma untuk sekedar ngetweet saja. Kalau nulis panjang lebar akan lebih puas kalau ditulis dalam blog. Ya meski follower blog nya nggak banyak, just keep blogging. Siapa tau pembaca blogmu banyak meski mereka males follow kamu. Siapa tau lho. Positif thinking aja deh.

Oke, jadi aku mau bahas satu-satu. Yang pertama soal selfie dan hubungannya dengan love di Instagram. Pernah nggak punya temen di IG yang tiap posting selalu poto tentang dirinya. Abis dandan cekrek. Ganti softlens cekrek upload. Abis bikin alis cekrek upload. Terus? Banyak yang ngelove? Follower bertambah? Ya syukur kalau begitu. Sayangnya ada yang depresi gara-gara nggak dapet love banyak. Galau kemudian delete account. Yaelah....

Asal tau aja ya. Posting di instagram nggak harus selfie kok. Ya emang selera posting orag beda-beda sih. Ada yang posting selfie, trus dipuji cantik dan akhirnya selfie terus. Kalau boleh jujur, aku juga eneg liat beginian. Mending diunfollow aja. Tega banget sih? Iyaaaaa. Buat apa liat feeds yang isinya mukak semua. Emang nggak ada yang lain?

Kalau aku pribadi, mainan instagram Cuma buat hiburan aja. Ada yang ngelove postingan ya syukur. Kalau nggak ada ya nggak masalah. Followerku juga Cuma dikit kok. Secara aku kan gembel. Bukankah yang banyak follower adalah orang-orang berparas rupawan dan yang suka posting barang-barang branded?  Hihihi...

Tapi kalau menurut survey yang aku lakukan. #HallahCemMacemAjaLo. Banyak orang yang lebih tertarik postingan tentang liburan atau tempat-tempat wisata menarik dibanding postingan selfie. Percayalah, banyak orang yang posting hal-hal sederhana tapi punya banyak like dan orang lebih tertarik buat ngelove. Sebenarnya tergantung bagaimana cara pandang setiap orang sih. Ada yang dianugerahi (ceile) sudut pandang yang beda sehingga postingan instagramnya tetep ramai meski fotonya Cuma sederhana.

Semakin kamu nggak bisa mengikuti media sosial, maka kamu bakalan nyesek sendiri. Jadi kalau mau tetep eksis, ya bikin konten yang beda. Tapi konten yang beda dan menarik tak harus mengandalkan yang mahal-mahal dan rupawan kok. Asal kamu punya pandangan beda tehadap sesuatu, maka postinganmu bakalan beda.

Sayangnya masih banyak orang gengsi yang posting hal-hal sederhana. Ada orang yang berpendapat begini, Pokoknya aku maunya posting barang-barang mahal biar di-endorse”,Pokoknya kalau makan di tempat makan yang muahal aku harus bikin stories”. Supaya apa? Biar dapet like banyak.

Dan aku pernah banget kayak gini. Tapi lama-lama berasa begok. Untungnya apa sih. Mending posting apa yang kita suka meski nggak banyak yang ngelove. Semua tegantung bagaiamana cara kamu mainan sosmed. Kalau hanya untuk bersenang-senang ya menyenangkan. Kalau niatnya buat pamer ya Cuma bikin nyesek. Simple kan?

Kalau ada yang bilang, Instagram sering dipakai buat ajang pamer itu salah besar. Lebih tepatnya mungkin pamer karya. Kalau pamer karya sih emang bener. Nah, kalau udah begini, orang-orang yang nggak kreatif biasanya hanya bisa “kabur” karna nggak tau apa yang harus dipamerkan. Kecuali kalau kamu kaya raya dan nggak bisa bikin konten menarik, masih bisa manfaatin beli barang-barang mewah buat diposting. Gampang kan?

Hidup ini adil. Yang nggak punya harta lebih selalu dikaruniai skill yang unik. Sedangkan yang nggak punya skill berlebih dikasih harta yang melimpah. Pokoknya pandailah dalam memanfaatkan. Kalau nggak bisa ya bakalan kalah. Inget ya. Hidup hanya terasa kejam bagi orang-orang yang suka merengek. Kalau kamu punya visi hidup yang kamu sendiri yakin untuk bisa mencapainya, maka segalanya akan dipermudah.

Demikian sekilas info. Awalnya Cuma mau bahas dunia per-instagram-an malah jadinya ngalor-ngidul nggak jelas. Yah, pokoknya keep calm and do your best.



~MissAnt~

Wednesday, 14 February 2018

Talking to The Mirror





Me           : Mirror mirror in the wall, may I ask you, who is the most beautiful woman in the earth??

The Mirror : Not you.

Yap, aku tau jawaban cermin akan selalu bilang TIDAK. Lantas, apa aku akan memecah cermin itu?

No.

Kenapa? Karna nggak semua wanita suka dipuji cantik. Bukankah pujian itu hanya angin yang bisa berhembus kapan saja, kemudian hilang tanpa bekas. Bahkan kita tak pernah tau apakah pujian itu benar adanya?

Sayangnya masih banyak orang yang gila pujian. Mereka masih beranggapan kalau semua hal yang keluar dari mulut benar adanya. Suara yang keluar laksana angin berhembus yang bisa hilang dalam hitungan detik. Kecuali angin ribut.

Jika kamu ingin kebenaran sejujurnya, tanyakan saja pada cermin. Maka ia lebih jujur, apalagi cermin cembung. Ia akan lebih menunjukkan bagaimana dirimu sesungguhnya. Saat orang lain bilang kamu cantik sempurna, maka cermin akan bilang "Ada jerawat tuh, ada komedo, eh kamu gendutan, ada upil tuh".

See?

Jadi kamu lebih percaya siapa? Hanya karna cermin tak bisa bicara lantas kamu meragukan kejujuannya?   Atau lebih percaya kebohongan lataran ia seperti racun dan kamu sangat mudah diracuni?

Ada yang pernah bilang, kalau pujian adalah racun. Semakin sering kami dipuji, sebenarnya kamu sedang teracuni. Hingga kamu terbuai dan perlahan melayang.

Pada akhirnya kamu akan tau kalau tidak semua yang orang katakan tentangmu adalah benar. Kapan waktunya? Nanti. Tunggu aja. Kamu akan tau sendiri. Setiap orang akan mengalami masa- masa labil yang membuatnya luluh dengan pujian. Dan akhirnya sadar kalau semua hanya angin lewat.

Namun, sampai kapanpun, laki- laki akan selalu menulai seorang wanita dari kecantikannya. Coba kamu tanya sama teman laki- laki. " Kamu suka cewek yang kayak gimana sih" dan jawabannya adalah " CANTIK". Nah....kan?

Jangan percaya sama lelaki yang bilang begini, "Aku nyari cewek yang hatinya baik". Ini bohong banget. Kalopun ada paling hanya 2 %. Terbukti bahwa cewek cantik masih jadi prioritas utama.

Dan buat wanita yang kurang percaya diri karena tidak cantik. Jangan khawatir, karna masih ada 2% laki- laki yang melihat wanita dari sisi lain.



~MissAnt~

7 Hal Konyol di Jalan Raya






Sebagai anak motor (ciye anak motor) tentu nggak asing dengan hal konyol yang terjadi di Jalanan. Yap, kurang lebih menuju 3 tahun aku jadi anak motor jalanan. Sebenarnya udah lama sih jadi anak motor, tapi yang lebih terasa emang 3 tahun terakhir. Pulang pergi lewat jalan itu-itu saja. Mau lewat jalan lain kok muter jauh, masa iya dari Klaten mau ke Jogja muter dulu lewat Magelang. Bisa-bisa aku bawa tikar buat jaga-jaga kalau bobok siang di pinggir jalan. #WelehWeleh


Jalan raya selalu saja menyisakan cerita yang tak biasa. Kadang ketemu sama orang yang sama dengan jaket yang sama dan di tempat yang sama, yaitu pas di Pom bensin. Aku emang bisa dengan mudah apal dengan orang-orang yang biasa ketemu di jalan. Apalagi kan aku bolak-balik, jadinya nggak sadar bisa apal sama orang asing. Loh kok bisa apal? Ya itu tadi, witing apal jalaran soko ketemu nang ndalan (Hafal karena sering ketemu di jalan). #Hallah


Kalau kamu jadi anak jalanan dan suka pakai motor, pasti kamu paham dengan apa yang aku rasakan. Kadang emang konyol, tapi juga nyebelin banget. Pokoknya hanya dipahami sama anak jalanan. Ciye kayak judul sinetron. Jadi, beberapa hal konyol di jalan raya yang hanya dipahami anak motor adalah,

1.Ibuk-Ibuk clingak-clinguk.

Nah....ini sering banget aku temui. Tapi aku mau ngomel kok gimana gitu. Secara Ibuk-ibuk zaman now kan penguasa jalan banget. Entah kenapa mereka naik motor sambil clingak-clinguk. Eh nggak sopan banget ngatain Buk-ibuk clingak-clinguk. Clingak-clinguk adalah tolah-toleh atau tengak-tengok kanan kiri. Ya gimana ya, kadang ditlakson juga kek nggak punya salah gitu. Tetep aja tengak-tengok. Berasa jalanan punya sendiri ya Buk.

2.Membuang puntung rokok saat berkendara.

Yang ini bikin kesel banget. Gimana ya? Sering banget liat kayak gini dan aku lagi berkendara dibelakang. Bisa dibayangin donk, nanti kalau meledak gimana? Puntung rokok yang masih ada merah-merahnya, kemudian tanpa sengaja kelindes, kalau meledak gimana? Sebenarnya kasus kayak gini lapornya ke siapa sih?

3.Hujan badai.

Kalau kamu batal pergi lantaran gerimis, itu belum seberapa bagi kamu para anak motor. Yap. Saat musim hujan adalah hal terberat bagi anak motor (Cie lebay). Percaya deh, kamu nggak bakalan kuat, berat, biar anak motor aja. Hujan badai mah udah biasa. Bahkan, hampir setiap hari pulang keujanan dan tetap sehat. Yeaaayyyy....*KemudianLoncatLoncat

4.Berada di belakang truk yang bawa ayam.

Ini emang moment paling nyebelin banget. Ya kalau pas nggak ujan sih nggak papa. Lah kalau pas hujan? Bisa dibayangin dong aromanya kayak gimana? Hal ini biasanya ditemui di lampu merah. Kalau udah begini rasanya pingin nerobos lampu merah.

5.Serangan air dadakan.

Maksudnya gini, pas ujannya udah selesai biasanya kan ada genangan, nah kemudian ada mobil atau motor yang rese banget yang melaju kencang kemudian airnya “menembak” muka kita. Aku mah sering kayak gitu, kesel banget. Mau ngomel kok orangnya udah jauh. Makanya, kalau ujan deres mending helmnya ditutup aja. Dari pada dapet serangan dadakan. Kesel pokoknya.

6.Makan di pinggir jalan.

Ini kok udah kayak gembel. Yap bener banget. Kalau aku biasanya kalau lagi laper banget, beli cilok kemudian dimakan di pinggir jalan gitu. Bodo amat mau ditlakson-tlakson orang, yang penting posisi udah berada di pinggir banget. Haha....udah kayak gembel saya.

7.Hampir nabrak pengendara yang belok dadakan.

Kamu jangan jadi anak motor, berat, biar aku aja. Pokoknya harus fokus. Kenapa gitu? Ya, kadang suka ada pengendara yang seenaknya belok dadakan tanpa nyalain sen. Ternyata bukan Cuma ibu-ibu yang suka belok dadakan.

Kamu nggak bakalan ngrasain hal kayak gitu selama kamu bukan anak motor. Kalau aku liat-liat, sekarang ini banyak cewek manja yang malas naik motor sendiri. Iya nggak? Toh sekarang banyak ojek online yang bisa diandalkan kapan saja. Btw, aku ini belum pernah naik ojek online lho. Katrok banget. Iya serius. Kadang pingin ngojek online, tapi motornya taruh mana donk. Kasian dia ditinggal naik ojek. #Lahhhh

Oiya, kalau ada anak motor cewek kayak aku, boleh lah bagi-bagi hal konyol yang sering ditemui dijalanan. Kalau aku sejauh ini Cuma itu-itu aja dan belum pernah ketemu jodoh. #Eh...


~MissAnt~

Tuesday, 6 February 2018

Antara Ilmu Pasti dan Ilmu khayal





"Kok kamu nggak ngajar aja sih"

Sebagai lulusan Inggris ( cie lulusan luar negeri), bukan, bukan lulusan luar  negeri kok. Maksudnya lulusan Bahasa inggris. Eh lebih tepatnya Sastra inggris. Tapi sayangnya masih banyak orang yang belum bisa membedakan jurusan Bahasa inggris dan Sastra inggris. Itu beda banget lho. As I know, kalau jurusan Bahasa inggris atau Pendidikan bahasa inggris lebih fokus ke tata bahasa. Jadi nanti kamu bakalan menguasai grammar dan teman- temannya. Dan kebanyakan mereka bakal jadi guru atau dosen. Ya pokoknya ngajar gitu.

Lah emang beda ya sama Sastra inggris?

Yap, beda sodara-sodara. I.M.H.O, Ssstra inggris nggak cuma mempelajari tata bahasa, tetapi juga membedah karya sastra. Ciyeee....sastrawan gitu ya? Nggak juga sih. Tapi beberapa anak sastra memang pinter ngegombal. Kalo menurut aku, Sastra lebih asyik. Kenapa bisa bilang begitu? Ya karna dulu aku jurusan Sasing alias Sastra inggris.

Tapi bukan berarti Lulusan Sastra inggris nggak bisa ngajar lho ya? Bisa kok. Aku ada temen, lulusan Sastra bisa ngajar, tapi kudu kuliah Iagi, semacem ngambil akta 4 gitu.Seingatku, dulu ada dosen aku yang bilang begini,

"Kamu bisa tetep bisa ngajar. Tapi kamu harus kuliah ambil pendidikan selama setahun. Tapi nanti gelar sastra mu ilang"

Dari situ, aku nangkepnya, kuliah setahun itu ngambil akta 4. Pokoknya biar bisa ngajar gitu. Kan lowongan pengajar biasanya diutamakan pendidikan. Jadi, klo kamu punya passion ngajar tapi ngambil jurusan Sastra inggris dan pingin jadi guru atau dosen, tetep bisa kok.

Terus, kenapa lebih tertarik ngambil Sastra inggris? Apa menariknya?

Nah itu dia. Jawabanku adalah "I dunno why I choose that thing". 

Hihihi...pokoknya asal aku suka ya aku ambil. Dari SMP udah suka sama bahasa inggris. Yap, sampai pada akhirnya aku ngambil jurusan sastra inggris.

Tapi yang aku nggak tau, kenapa orang-orang selalu nanya begini,

"Kok kamu ngga ngajar aja sih, itu kan sekolah sebelah ada lowongan guru bahasa inggris"

"Kok kamu ngga ngelesin anak- anak aja tiap sore. Kan kamu lulusan bahasa inggris"

Okay fine, sebenarnya daku lelah kalo ada yang nanya kayak gitu. Jawabannya berat, biar aku aja, kamu ngga bakalan kuat. #ElahDah...

Susah dijelasin sih, jadi klo ada yang nanya gitu, aku cuma senyum ajah.
Klo aku pribadi, lebih suka sastra inggris karena lebih banyak ilmu khayal. Kenapa ilmu khayal? Karna membedah karya sastra itu "based on your own opinion". Nggak harus sama dengan pemikiran orang lain. Terserah kita mau membedah tema apa. Asyik kan?

Beda klo bahasa inggris. Menurutku itu lebih fokus ke tata bahasa. Dan rumusnya tetap sama sampai kapan saja. Bahkan kalau kamu ingat rumusnya, kamu bisa ngajarin anakmu tanpa harus buka buku. Karna rumusnya nggak berubah. Asyik kan?

Dua-duanya sama-sama asyik sih.

Tapi kalau membedah karya sastra, bisa jadi pemikiranmu beda dengan pemikiran anakmu kelak (ini kenapa jadi ngomongin anak sih, nikah aja belom lho *uhuk). Itulah asyiknya sastra, pokoknya terserah pemikiran masing- masing. Ya memang keduanya punya kelebihan masing- masing. Tinggal pilih mana yang kamu suka.

Tata bahasa adalah ilmu pasti sehingga tak bisa diubah sampai kapanpun. Seperti halnya rumus. Sampai kapanpun akan seperti itu.

Bukannya membandingkan, tapi aku  pribadi lebih suka melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Lebih asyik aja gitu.

Meski begitu, apapun yang kamu ambil pasti ada alasanya. Hidup cuma sekali, pilih apa saja yang kamu suka.Okayyyyyy !!!!



#MissAnt

Popular Posts