Tuesday, 22 August 2017

Bukan Salah Jogja

Photo by @anantafitri

Apa yang ada dibenakmu ketika mendengar Jogja? Murah. Yap, jawaban paling spontan. Jogja emang istimewa banget. Apa-apa serba murah. Ya pantesan aja kalau banyak orang yang lebih memilih melanjutkan kuliah di Jogja. Sebenarnya nggak pas kuliah aja ding, bahkan banyak yang sudah memulai melanjutkan pendidikan ke Kota pelajar itu. Yap, dulu emang jogja terkenal banget ama yang namanya kota pelajar.
Pesona Jogja juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Mega, seorang gadis asal Solo yang memutuskan untuk merantau ke Jogja. Apa yang membuatnya jatuh cinta sama jogja? Banyak banget. Salah satunya karena biaya hidup yang murah. Ya, itu memang selalu menjadi alasan anak mudah yang ingin melanjutkan kuliah di Jogja. Mega memang tak punya banyak teman, hal ini karena sejak kecil hidupnya selalu berpindah-pindah karena mengikuti Dinas Ayahnya. Tapi, ini tak membuatnya jadi anak yang susah bergaul. Mega tak pernah pilh-pilih dalam berteman.
Saat tinggal di Jogja, temannya-temannnya banyak yang berasal dari luar kota. Justru ini sangat asyik karena ia bisa mengenal berbagai karakter banyak orang. Keinginan Mega sebenarnya mudah, ia ingin punya sahabat dekat seperti anak gadis pada umumnya. Berhubung ia selalu pindah-pindah mengikuti dinas ayahny, maka ia tak pernah dekat dengan seorang teman. Sampai pada akhirnya, ia berteman baik dengan seorang mahasiswi asal Lampung bernama Nadia.
Keduanya memang terlihat akrab saat pendaftaaran mahasiswa baru. Tak hanya waktu itu saja, tenyata kedekatan mereka berlangsung cukup lama. Rupanya keinginan Mega terpenuhi, ia sekarang memiliki tema baik yang selalu ada saat suka maupun duka.
Waktu berjalan sangat cepat. Tak terasa Mega sudah memasuki semester akhir. Hal tersebut merupakan waktu yang sangat sibuk bagi Mahasiswa. Mega dan Nadia pun juga disibukkan dengan skripsi. Meski bergitu keduanya tetap menyempatkan hangout bareng.
Namun, hangout sore itu memang berbeda dari biasanya. Nadia terlihat tak seceria biasanya. Rupanya ada dua orang gadis dari sudut cafe sedang menatapnya. Nadia merasa tak nyaman dan kehilangan mood. Rupanya mereka adalah kawan lama Nadia. Yap, Clara dan Vanya adalah teman SMA Nadia yang juga melanjutkankan kuliah di Jogja. Lalu, mengapa keduanya memancarkan tatapan sadis ke Nadia?
Ternyata Nadia merupakan pecinta sesama jenis. Sementara itu, Clara dan Vanya merupakan teman satu genk waktu SMA yang juga pecinta sesama jenis. Mereka manatap Nadia dengan pandangan kebencian yang seolah tak “berbagi”karena mendapatkan mangsa baru. Mega yang waktu itu hanya memutuskan berteman tanpa tau lebih dalam tentang Nadia pun akhirnya terkejut. Nadia akhirnya mengakui kalau dirinya memang pecinta sesama jenis. Tapi bukan berarti Nadia jatuh cinta pada Mega. Ia hanya merasa kalau Mega merupakan teman yang mau menerima apa adanya.
Lain lagi dengan Teman SMA nya, Clara dan Vanya, Mereka justru semakin membenci Nadia karena telah menganggapnya lupa teman. Mendengar cerita itu, Mega pun akhirnya memutuskan untuk menjauh. Bukan. Ini bukan karena ia tidak mau berteman dengan Pecinta sesama jenis. Hal ini karena Mega tidak ingin dianggap telah “merebut” Nadia dari Clara dan Vanya. Tapi, rupanya terjadi kesalahpahaman. Kala itu, Nadia marah besar. Ia tidak mau lagi membalas pesan singkat dari Mega. Semua akun sosmednya telah di block.
Kalau sudah seperti ini, bagaimana mau menyelesaikan masalah? Kadang orang selalu saja begitu. Sedang bermasalah dengan orang lain tapi enggah untuk menyelesaikan. Akhirnya main “kabur” gitu aja.  Bukankah ini terlalu kekanak-kanakan? Jika sudah begini, akhirnya pertemanan yang sudah terjalin cukup lama hanya sia-sia saja.
Sore itu cuaca sangat cerah. Suasana seperti inilah yang membuat Jogja terasa lebih nyaman. Mega pun langsung bergegas mengambil tas kesayangan dan keluar kamar kost untuk jalan-jalan. Meski sendiri, tapi sudah biasa. Dalam hatinya sangat menyayangkan singkatnya pertemanan dengan Nadia. Dan yang lebih disayangkan adalah petemanan yang berakhir dengan kesalahpahaman.
Selama tinggal di Jogja, banyak pelajaran yang didapat oleh Mega. Meski ini pertama kalinya ia memiliki teman baik dalam jangka waktu yang cukup lama, tapi sayangnya harus berakhir dengan kesalahpahaman. Bahkan tidak hanya dengan Nadia, ia bahkan punya banyak teman baik yang hanya berakhir dengan kesalahpahaman. Andai saja mereka bisa lebih menjelaskan kesalahpahaman, pastinya Mega masih punya teman baik yang ia dapatkan di Kota pelajar itu.
Hal yang paling menyakitkan dalam berteman adalah kesalahpahaman yang dibiarkan begitu saja. Mega merupakan tipe orang yang sama sekali tidak pilih-pilih teman. Asal mereka bersikap baik, maka Mega juga akan bersikap lebih baik. Karena ia sangat ingin punya teman. Tapi yang terjadi justru miris, semuanya berakhir karena kesalahpahaman.
Meski sebenarnya Mega tidak masalah jika harus berteman dengan Nadia yang merupakan pecinta sesama jenis. Hanya saja, ia merasa tidak enak karena kedua temannya merasa dilupakan. Sayangnya, kesalahpahaman pun terjadi. Hingga Nadia menyebutnya tak tulus dalam berteman.
Bukan hidup namanya kalau tidak punya masalah. Begitulah yang dirasakan Mega, Meski ia menyukai kehidupan di Jogja. Tapi hal hal buruk pun juga menyertainya. Meski begitu, ia tetap bersikap dewasa. Bukan salah Jogja, tetapi karena kesalahpahaman yang sering terjadi di Kota itu sehingga membuatnya merasa tertekan. Terima Kasih Jogja, untuk segalanya. Hal baik, buruk  hingga menyakitkan telah dialaminya selama di Jogja. Tapi baginya, ini hanya sekedar proses pendewasaan dengan cara yang berbeda. Jogja tetap dihati, tapi tidak untuk kenangannya.

#Cerpen #Fiksi #ByMissAnt

~MissAnt~


Sunday, 20 August 2017

6 Tips Agar Selalu Bahagia


Siapa sih yang nggak kepingin hepi-hepi tiap hari? Tapi hepi-hepi yang dimaksud disini bukan buang-buang duit lho ya. Gila aja. Duit kok dibuang, buat beli apa gitu kek. Buat jajan-jajan gitu lah. *SerahLuDehTa
Bahagia itu sederhana saja kok. Yang bikin susah ya gengsinya. Liat aja, banyak orang yang sebenarnya biasa-biasa aja dan pingin terlihat “WAH”, akhirnya nyesek sendiri karena tidak seperti apa yang diharapkan. Sekarang gini deh, Kalian lebih suka orang lain ngeliat kalian bahagia meski sebenarnya nyesek atau hati senang meski tak banyak orang yang tau? Ayok pilih mana?
Sayangnya lebih banyak orang yang memilih dipandang bahagia oleh orang lain meski dia sendiri nyesek. *KasianYa
Kalau Aku sih, lebih suka hati senang dan riang tanpa harus diakui banyak orang. Karna bahagia Cuma kita sendiri yang ngrasain, bukan orang lain yang menilai. Sebenarnya bahagia itu mudah banget didapetin kok. Mungkin saking sepelenya, orang-orang sering mengabaikan.
Nah....kira-kira apa aja hal sepele yang bikin hepi?
1.Nonton Film Komedi.
Meski banyak yang males nonton film komedi karena dianggap garing,  Nyatanya ini ampuh bikin hidup lebih hepi lho. Tapi tergantung selera humor sih. Kalau nggak punya selera humor ya bakalan bete. Jadi, bersyukurlah kalian yang punya selera humor tinggi kayak Aku. *Tos
2.Kurangi mainan sosmed.
Zaman sekarang mah rasanya hambar kalau nggak mainan sosmed. Tapi kalau nggak sosmed-an juga bakalan kudet. Hmm...trus gimana? Biar makin hepi dan nggak kudet, sebaiknya kurangi “ngepo” in sosmed yang content nya udah nggak menarik.
3.Skip atau Block Akun Menyebalkan.
Yang bikin males buka sosmed adalah akun haters yang nyebelin banget. Kalian pasti temenan sama akun yang isinya ngompor-ngomporin. Apalagi kalau temen sendiri. Yah...tega nggak tega musti skip aja. Bahkan kalau udah menganggu banget boleh di block juga (Bukannya ngompor-ngomporin). Mainan sosmed kan buat seneng-seneng, kalau ada yang “mengganggu” ya block aja. Ye kan.
4.Nulis di Blog.
Segala unek-unek yang ada di hati akan berkurang saat kita menulisnya. Setelah menuliskannya, suasana hati jadi lebih plong. Apalagi kalau kamu punya blog, mayan tuh buat ngembangin bakat nulis kamu. Asyik kan?
5.Jalan-jalan.
Percaya nggak kalau sekedar jalan-jalan bisa bikin hepi? Cobain deh. Nggak perlu keluar duit banyak (Asal jangan jalan-jalan ke mall aja). Yang namanya jalan-jalan itu ya ke alam bebas. Apalagi pakai motor, tambah asyik tuh.
6.Olahraga.
Kalau kamu merasa kurangt hepi. Coba deh, lalukan olahraga secara rutin. Efeknya ngena banget. Awalnya sih, males-malesan. Tapi lama kelamaan bisa bikin badan lebih segar dan pastinya lebih hepi. Olahraga teratur juga bakal bikin kamu awet muda lho. Nggak percaya?
Dan tambahin sendiri ya, apa saja hal sepele yang sebenarnya bisa bikin hepi. Kebahagiaan itu kita yang ciptakan dan rasakan. Bukan atas pandangan orang lain.


~MissAnt~

Thursday, 17 August 2017

Kamu, Iya Kamu Kapan Datang?



(((((Kapan)))))
Baru denger awalnya saja sudah dag dig dug dorrrr. Ujung-ujungnya pasti nanya Kapan Nikah? Ya, kalau nggak sabtu ya minggu. Eh...tapi mungkin juga nggak ngambil kedua hari tersebut. Mending nyari hari kerja aja, biar pas hari sabtu minggunya buat hanimun. *LahKenapaUdahMikirinHanimunAja
Tapi nggak papa lho, mulai dari sekarang kudu mikir mau hanimun kemana. Siapa sih yang nggak kepingin jalan-jalan bareng sama yang udah “sah”. Kalian juga pasti mau banget kan? J
Sesekali mau nulis tentang kamu ah, biar dikira romantis (aslinya sedikit gombal sih). Iya, kamu. Yang bahkan Aku sendiri nggak tau, seperti apa sih kamu, kapan datangnya kamu. Tapi Aku harap, kamu datangnya jangan lama-lama ya, keburu Aku diambil orang. #LahEmangSiapaYangNgambil #YaKaliAjaAdaYangLebihCepat #KarnaLebihCepatLebihBaik
*NgomongApaSih...
Beberapa orang selalu nanya kapan? Wajar sih, udah saatnya. Beberapa juga bilang begini, “Kamu keburu ngebet banget ya”. Bentar-bentar, kadang emang lucu. Masih sendirian diuber-uber sama pertanyaan “kapan kawin”, giliran mau nikah aja ditanya lagi, “udah ngebet banget ya”. Trus Aku kudu jawab apa yak.
Gini aja deh, tujuan nikah sebenarnya buat apa sih? Nyari teman hidup kan? Nyari keturunan juga kan? Pingin punya kelurga kecil kan? Lalu, apa salahnya? Kalau ngebet sama “telat” nikah itu beda lho.
Ngebet itu ketika Kamu masih muda banget, seharusnya masih sekolah dan ngumpulin banyak uang, tiba-tiba kamu minta dinikahin karena udah merasa nemuin jodoh yang cocok. Padahal usia masih tergolong muda. Dan secara finansial belum memungkinkan untuk berumah tangga (Meskipun rejeki udah ada yang ngatur sih). Yah...modal cinta doang lah. Nah...kejadian kayak gini bisa disebut N-g-e-b-e-t. Sedangkan telat nikah, itu karena jodohnya belum ketemu padahal sudah cukup umur dan terbilang matang. #EmangnyaMartabakTelor (((Matang))).
Kalau dipikir-pikir, keinginan semua orang sama saja deh. Pingin mendapatkan pendamping diusia yang diharapkan. Tapi tunggu dulu, bukankah Tuhan sudah mengaturnya. Jadi, yang belum dapet yang sabar aja. Mungkin masih OTW dan kesasar di hari orang kan? Siapa tau begitu. Karna setiap orang pasti akan berpasang-pasangan pada waktunya. Entah kapan? Ya tunggu aja.
Begitu juga Aku yang penasaran sama kedatanganmu. Nantinya kita bakal duduk berdua dan membicarakan apa saja yang kita rasakan. Merencanakan masa depan berdua. Nantinya kita akan saling bertukar cerita merencanakan masa depan. Saling berbagi canda maupun duka. Dan tak terpisahkan sampai maut yang memisahkan kita. Ciyehhh.....ngayal di siang bolong ya. #SesekaliNgomonginKamuBolehKok
Pesan buat Kamunya Aku yang lagi On The Way
1.Kamu ati-ati dijalan ya. Pokoknya jaga keselamatan. Karna Aku menunggumu.
2.Jangan mudah “belok” karena godaan ya. Banyak perempuan yang lebih segala-galanya dari Aku. Pastikan tujuan akhirmu hanya Aku.
3.Jaga hatimu buat Aku. Meski Aku tak tau Kamu siapa. Yang jelas. Tolong “jaga” buat Aku ya. Karna Aku juga  “menjaganya” untuk Kamu.
4.Jangan terlalu lama “nyasar” donk. Karna Aku selalu berdoa supaya Kita secepatnya dipertemukan. Semoga nanti kita bisa menjadi satu atas Izin Alloh.

#TentangJodohByMissAnt~


~MissAnt~




Filosofi Sepatu


Hari gini masih ada orang setia? Kalaupun ada, paling Cuma ada 4 atau 5 orang termasuk Aku. Ciyeehhhh...
Eh...tapi seriusan lho? Kalau dipikir-pikir, Aku pantas dapet penghargaan orang paling setia dalam hubungan kasih dan pertemanan. #Elah....Bukannya sombong lho. Tapi cuma sombong dikit aja boleh lah ya.
Tapi sayang seribu sayang, kesetiaan ku berakhir penghianantan. *Walah kenapa malah curhat.
Kalau dipikir-pikir, sikap baik kita terhadap seseorang memang tidak selalu dihargai. Terlalu baik seringkali disalahartikan (Pengalaman pribadi cuy...). Bukannya kita minta pamrih, setiadaknya, bersikap baiklah pada orang yang sudah bersikap baik terhadapmu. Kenyataannya tidak begitu, saat kita berbuat baik pada seseorang, kita justru dapet balesan dari orang lain. Adil kan? Tapi ini bukan tentang adil atau enggaknya. Tapi lebih ke KESETIAAN saja.
Kesetiaan itu layaknya sepatu yang kita pakai. Meski hanya itu-itu saja, tapi sepatu itu telah memberikan kenyamanan pada kita. Nggak peduli olokan setiap orang. “Kok sepatunya itu-itu saja”, “Kenapa nggak beli sepatu baru? Sekarang sepatu murah-murah lho”. Iya. Murah. Tapi sepatu lama yang sudah nyaman jauh lebih antik dan tak tergantikan jika dibandingan dengan sepatu murah yang banyak dijual. Ini hanya tentang kesetiaan. Seberapa orang bisa merawat sepatu dan membuatnya merasa nyaman saat dipakai.
Orang kalau sudah nyaman emang susah berpaling. Lihat saja, saat seseorang sudah nyaman dengan sepatunya, sejelek apapun, seburuk apapun, sejadul apapun, baginya adalah yang paling bagus diantara yang lain.
Begitu juga dengan seorang teman, tak perlu banyak teman. Jika punya satu saja yang paling setia dan menerima apa adanya, itu sudah lebih dari cukup. Buat apa punya banyak teman yang pada akhirnya hanya saling menusuk dari belakang. Karna tidak ada yang tau, yang hari ini berteman baik, bisa jadi suatu saat nanti tidak saling mengenal. Itulah pertemanan, memang kadang lucu. Bisa amnesia mendadak. Yang kemarin tertawa bareng bisa mendadak nggak kenal.
Tapi pastinya itu bukan Aku donk, dan tentu bukan kalian-kalian (yang entah siapa) ya. Berhubung sering mengalami hal itu, makanya bisa nulis kayak gini. Yah...itung-itung buat bahan tulisan. Jadi, ucapkan terima kasih buat teman-teman yang pernah mengkhianati mu, karna dengan begitu, kamu jadi punya bahan untuk ditulis, sekaligus pelajaran bahwa yang baru belum tentu nyaman. Yang tadinya sahabat juga belum tentu tentu awet sampai tua.
Yang jelas, bertemanlah dengan siapapun. Tanpa mengaharapkan akan menjadi teman selamanya. Karna teman seperti itu sudah sangat jarang ditemukan. Dan, kita nggak pernah tau, kapan seorang teman akan berubah Mending nyari temen hidup deh, Insya Alloh dapet yang setia dunia akhirat. Aaamiiin.
Oke, teman-teman penghianat. Terima kasih atas sikap kalian. Lain kali bakal bikin buku tentang ini. Buat pelajaran anak cucu, agar hati-hati dalam milih temen. Nyari yang mau nrima apa adanya. Jangan hanya berteman pas masih susah, lalu kabur saat punya segalanya.
Jadilah seperti sepatu. Meski buruk, jelek, modelnya jadul, tapi selalu memberi kenyamanan pada pemakainya. Tak perlu beli yang baru jika sepatu lama masih layak pakai dan bisa bikin nyaman.
#FilosofiSepatuByMissAnt


~MissAnt~

Halo Senja


Apa yang membuatmu suka dengan senja? Warnanya? Atau kehadirannya? Atau mungkin, caranya yang mengucapkan selamat tinggal tanpa pamit. Ia pergi begitu saja. Meski ia selalu muncul tiap sore, tapi tak selalu sama. Yang kemarin dilihat, tentu berbeda dengan apa yang kita lihat hari ini maupun esok. Begitulah senja, banyak hal kecil yang diajarkannya.
Senja layaknya seseorang yang pernah dekat dengan kita. Mereka perlahan pergi tanpa pamit. Entah karena bosan atau akan datang yang baru yang pastinya lebih baik. Karna kita nggak nggak pernah tau, apa yang ada dihati seseorang. Boleh jadi sekarang baik-baik saja, tapi tak akan pernah tau apa yang terjadi besok. Sama seperti senja, yang hari ini terlihat indah, belum tentu besok akan sama.
Senja layaknya harapan. Karna yang datang terlambat belum tentu buruk. Yang datang diawal juga belum tentu yang terbaik. Semua sudah diatur dengan sangat rapi. Tak perlu merasa paling buruk. Tak perlu merasa paling baik. Karna semua akan  “mendapatkan” tepat pada waktunya.
Senja mengajarkan pada kita, bahwa yang indah pada akhirnya akan pergi.Bahkan saat kita masih ingin memandanginya. Begitulah, ini seperti kecantikan wajah perlahan akan hilang seiring usia. Yang akan selalu dikenang hanyalah ketulusan hati. Seperti senja, meskipun hilang dan tak banyak yang menanti keindahannya, namun orang akan tetap jatuh cinta dengan ketulusannya yang muncul setiap sore.



~MissAnt~

Sunday, 6 August 2017

Ciye...yang Dulu Like-Like an Sekarang Kenal Aja Enggak

Ekstresi lo ketika ngejek temen yang dulu suka "like" di IG dan sekarang enggak kenal sama sekali


*Posting*
*Dapet like*
*Posting*
*Like balik*

Gitu-gitu terus sampai lebaran kuda. #Eh...
Kalau dipikir-pikir emang lucu. Tapi sayangnya kemarin nggak pernah mikir ginian. Yah..begitulah kalau temenan di sosmed. Awal-awalnya saling like postingan, trus dilike balik, trus hilang kontak, trus nggak kenal, nggak penting lagi, postingan di sosmed udah ngga dilike. Lebih sering diskip. Begitulah rutenya. Kalau udah begitu, jadi kita tau bahwa pertemanan di sosmed akan lancar jaya sampai lebaran kuda kalau kita ngasih like terus.
Yah....namanya juga sosmed. Kalau ngga kuat mainan sosmed ya mending nggak usah main. Seiring berjalannya waktu (Buseeet waktunya bisa jalan, ada kaki nya ya) sosmed hanya akan dipenuhi orang-orang kreatif. Yang nggak bener-bener bagus nggak bakalan dapet like. Kecuali dilike sama temennya sendiri ,sodaranya sendiri, dan Emaknya sendiri.
Sebenarnya, ada banyak cara buat dapetin like di IG tanpa ngandalin temen dan sodara-sodara setanah air. Salah satunya, pinter-pinter aja milih caption dan hastag yang menarik. Kalau Aku lebih suka orang-orang yang postingannya pakai caption yang “Greget”. Postingan sosmed emang macem-mecam. Ada yang asal posting tanpa pakai caption. Ada juga yang postingnya selfie muke die semue. Nah...ini yang bikin males. Kalau nemuin kek gini, mending langsung unfoll. Haha....zaharaaa dehhhh
Oiya, Cuma mau nanya. Sebenarnya posting ke sosmed karena apa? Pingin punya banyak like atau sekedar asal posting aja. Tapi ini udah bisa ditebak sih. Keduanya emang beda. Kalau asal posting biasanya nggak butuh banyak embel-embel (red:hashtag). Nah...beda kalau “pengemis” like, mereka cenderung menyertakan hastag segambreng demi dapetin like, iya ngga sih? (CMIIW).
Tapi semua kembali ke diri masing-masing. Mau posting apa aja bebas. Asal tau batas lah ya. Karna yang nggak banyak posting di sosmed juga belum tentu nggak bahagia di dunia nyata. Dan yang banyak posting di sosmed juga belum tentu kalau nggak bahagia di dunia nyata. (Lah...ini kok dibolak-balik kek mendoan).





~MissAnt~

Thursday, 3 August 2017

Apa yang Kamu Khawatirkan?

Duduk sendiri jauh dari keramaian. Hanya ditemani bintang abal-abal. Entah kenapa bisa sefokus itu memandanginya. Mungkin karna terpana dengan bintang yang sudah berada diatas dan bersinar. Sementara Kamu, masih saja berada di tempat yang sama. Atau Kamu hanya terpana dengan rasa es teh yang kurang tambahan gula?
Apa yang kamu pikirkan? Bukankah semua orang punya kekhawatiran yang sama. Mereka selalu ingin beranjak dari tempat yang itu-itu saja. Bosan tak hanya melandamu seorang. Jangan merasa paling dihantui oleh rasa bosan. Bosan saja juga sebenarnya malas mengikutmu. Hanya saja kamu sudah terlalu nyaman diikuti. Dan membuatnya betah berada disisimu.
Lantas, apa lagi yang kamu khawatirkan? Soal jodoh? Bukankah Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan? Kalau belum datang sekarang bukan berarti kamu tak punya gandengan. Ini hanya soal waktu. Karna yang terbaik bukan datang yang tercepat. Semua akan indah pada waktunya. Kapan? Ya tunggu aja.
Kamu boleh saja merenung duduk sendiri. Tapi jangan pernah mengkhawatirkan sesuatu yang justru sudah ada yang mengatur. PERCUMA. Buang jauh-jauh kekhawatiran itu agar kamu bisa lebih fokus dengan hal lain yang mengahdirkan banyak kejutan.


~MissAnt~

Aku Lebih Merindukan Secangkir Kopi


Kamu tak perlu menyebutku aneh karena Aku lebih merindukan secangkir kopi. Kenapa? Aku punya banyak alasan kenapa kopi tak pernah menghianati. Beda dengan kamu. Yang penuh dengan penghianatan. Kopi memang tak semanis kamu, tapi pahitnya bisa membuatku selalu merindukannya.
Bahkan kopi lebih bisa membuatku kecanduan. Sehari saja Aku tidak menikmatinya, Aku seperti hampir gila. Tak seperti kamu. Meski aku tak melihatmu sehari saja, sudah biasa. Meski senyummu sekilas menyambar bagai petir di siang bolong. Tapi Aku bisa mengabaikannya. Mungkin Kamu sudah tak semenarik secangkir kopi pahit yang selalu menemaniku setiap hari.
Pernahkah kamu mendapatkan penghianatan dari secangkir kopi? Pernahkah kamu dikhianati seorang kekasih? Pernahkan kamu menjadi korban pengkhianatan seorang teman? Lalu, siapa yang paling setia? Bukankah hanya secangkir kopi. Meski pahit, hitam, kotor tapi selalu setia dan memberi pelajaran tentang arti hidup.
Hati yang terkhianati merupakan kesalahan mata yang sangat lemah. Bagaimana tak lemah? Kalau ia terlalu cepat tertarik dengan hal yang indah. Sementara tidak sedikitpun melirik rasa pahit dan ampas yang membekas dalam gelas namun memiliki kesetiaan yang luar biasa.
Aku tak pernah salah memilih kopi. Bagi mereka, kopi tidaklah menarik. Tapi Aku banyak belajar darinya. Karna yang hitam dan pahit tak selalu buruk. Buktinya, Aku lebih tertarik dengan secangkir kopi dari pada seorang penghianat bertopeng sepertimu.

~MissAnt~


Wednesday, 2 August 2017

Jangan Menilai Terlalu Cepat

"Kamu kan nggak banyak membaca? Pantes aja gaya tulisan kamu cuma gitu-gitu aja"

"Kamu kan suka typo, mana mungkin lolos jadi penulis"

"Kamu kan ngga ada skill marketing, mana mungkin bisa jualan online".

"Kamu kan nggak pinter motret, mana bisa ngambil gambar yang bagus"

Sepatah kata bahkan bisa melemahkan kepercayaan diri seseorang. Kenapa terlalu cepat memberikan penilaian terhadap seseorang. Ya memang, komentar lebih mudah dari pada menciptakan sesuatu. Lantas darimana punya pikiran asal judge meski ngga kenal deket banget sama seseorang.

Jangan salah, meski bersama setiap hari belum tentu tau skill yang dimiliki. Ngga semua orang suka mengumbar karyanya. Mereka lebih suka menikmati karya sendiri karna sadar masih banyak yang belum sempurna. Pahami masing-masing orang, jangan asal menilai. Apa hanya dengan merendahkan, bisa membuat mu lebih oke, lebih WOW? Enggak. Sirik iya.

Tiap orang itu unik. Tau apa yang harus ia lakukan. Tanpa harus mengumbar, "ini lho Gue bisa gini dan gini. Hebat kan". Iya percaya. Kamu bisa begitu karna kamu susah merasa bisa dan percaya. Okay, 100000000 jempol deh. Tapi bukan berarti seenaknya meremehkan apa yang orang lain buat.

Apa yang kita kerjakan, belum tentu orang lain bisa. Dan apa yang mereka kerjakan, belum tentu juga kita bisa. So, hargai skill seseorang. Meski jarang mengumbar, bukan berarti bodoh dan ngga tau apa-apa. Orang selalu punya cara sendiri buat nunjukin apa yang mereka inginkan.

Jadi, jangan terlalu cepat menilai. Hargai apa yang orang lain bisa. Karna Tuhan selalu menyisipkan keunikan pada tiap manusia. Cari saja keunikanmu. Hidup nggak perlu saling merendahkan. Karna dimata-NYA kita semua sama.

~MissAnt~

Pengalaman Daftar CPNS

 CPNS oh CPNS, 2 kali daftar Cuma sampai tahap tes akademik doang.

“Kamu coba aja daftar CPNS, siapa tau rejeki”
“Sayang banget kan, udah memenuhi syarat tapi nggak daftar”
“CPNS udah buka belum? Jangan sampai kelewat lho. Kamu harus daftar”

Bla...bla..bla...begitulah respon beberapa orang mendekati pembukaan CPNS 2017. Terutama Ibuk-ibuk yang kepingin anaknya mengabdi ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Begitu denger kabar CPNS udah dibuka, pastinya Emak-Emak yang punya Anak udah lulus dan belum dapet kerja suruh nyobain daftar.
“Nak, kamu pokoknya harus coba CPNS. Demi masa depan”
Bentar-bentar, kadang kalo dipikir-pikir, pemikiran Ibuk-Ibuk emang rada aneh. Apa mereka pikir kalau nggak jadi PNS nggak punya masa depan gitu ya. Astagaaa......Maaf bukannya ngajarin buat melawan orang tua. Tapi emang bener kan? Intinya mereka beranggapan kalau non-PNS berarti nggak punya masa depan cerah.
*Huft....
*TarikNafasBuangLagiTarikLagiBuangLagi
Ikut daftar CPNS emang untung-untungan. Kalo rejeki mah, pasti ketrima. Enak banget ya ngomongnya. Tapi kalau denger-denger nih. Cuma denger-denger lho. Tapi nggak tau gimana-gimananya. Kalau CPNS daerah emang musti pakai duit buat lolos. Cuma denger-denger aja sih. Nggak tau benar atau enggaknya.
Ada dua tipe Ibuk-ibuk. Yang pertama, Optimis anaknya ketrima. Dan yang kedua, pesimis karena kalau nggak punya duit seabrek nggak bakalan lolos. Entah mana yang bener. Tapi kalau Aku emang denger dua-duanya.  Pernah denger yang beneran free sama yang pakai duit. Tapi itu entah bener atau enggak.
Orangtua mana yang nggak kepingin anaknya jadi pegawai pemerintahan. Secara tunjangannya banyak banget (CMIIW). Meski begitu, daftarnya juga ribet. Gimana nggak ribet? Kalo lagi daftar di jam-jam sibuk aja susahnya mintak apun. Ulang...ulang...dan ulang. Kadang baru registrasi online aja udah kesel. Mending kalau daftar pas tengah malem aja. Biar lancar.
Daftar dan lolos administrasi. Hmm....seneng sih. Tapi jangan seneng dulu karena banyak juga yang lolos administrasi. Kalau Aku 2 kali nyoba CPNS (Instasi yang sama yaitu KEMENLU) Cuma lolos sampai admininstrasi doang. Nggak papa, yang penting udah pengalaman prosedurnya kayak gimana. Nah...nanti kalau pas lolos administasi, pakaian yang buat tes juga ditentukan. Celananya harus gini, sepatunya harus gini. Dulu sempet rempong nyari bentuk sepatu yang sesuai permintaan. Waktu itu di KEMENLU. Tapi nggak tau kalo instasi lain.
Dulu pas ikut tes akademik Kemenlu di Kemayoran. Enak sih, dapet makan siang. Mirip-mirip KFC gitu. Mayan jadi nggak jajan. Tau sendiri kan? Kemayoran susah nyari jajan. Adanya orang jualan sekitar dan harganya pasti mahal. Secara JAKARTA lho. Tapi pas Aku nanya ke temen, dia juga ikut tes di KEMENHUMHAM, katanya nggak dapet makan siang dan tes nya di outdoor gitu.
Begitulah kalau daftar instani pemerintahan. Buanyakkkk banget. Sainganya juga pinter-pinter. Kebanyakan yang ikut CPNS kan cumlaude. Kalau Cuma rata-rata ya untung-untungan. Tapi semua kembali ke yang namanya HOKI atau BEJO.
Taun ini ada CPNS lagi dan suruh nyoba lagi sama Emak, sama Tante-tante, Pokoknya sama Emak-emak yang kepingin anaknya jadi pegawai negeri. Ya...ikut aja saran Emak-emak. Siapa tau lolos. Siapa tau lho. The power of doa Emak.



~MissAnt~

Tuesday, 1 August 2017

Menuju sehat dan bugar

Akhir-akhir ini kepikiran pingin olahraga banget. Kalau dulu mikirnya olahraga itu cuma buat ngecilin badan. Lah, Aku udah langsing begini kalau olahraga rutin bisa jadi lidi donk. Atau tempe kripik. Semakin tipis gitu deh badannya. Tapi semakin sering ngaca kok kayaknya badan semakin lebar ya. Hm....ternyata bener, Aku lebar-an dikit. Akibatnya jadi susah jalan cepet karena berat. Seperti masih diiket sama masa lalu gitu. #Ellah....
Selain itu, abis duduk jadi sakit kalau mau berdiri. Segitunya ya. Udah kayak ibu-ibu yang mau berdiri setelah duduk lama dipengajian, susah banget berdirinya. Berhubung Aku kerjaanya kebanyakan duduk dan didepan leptop. Otomatis Aku jadi kurang gerak. Nah...semenjak itu muncul ide buat olahraga. Hah....telat banget nggak sih? Muncul ide kepingin olahraga baru 3 hari yang lalu, Dulu ngapain aja cobak.
Well, akhirnya Aku nemuin olahraga yang nggak makan waktu lama dan dapat dilakukan tanpa alat. Modalnya cuma badan sehat sama pakai baju. Eh...tapi nggak pakai baju juga nggak papa. Kalau nggak malau sih...
Pertama mulai pemanasan ngikutin Mbak-mbaknya ini. Cuma 5 menit kok. Dan itu udah menghasilkan keringat. Lumayan banget deh pokoknya. Berhubung videonya terlalu gede, jadi ngga bisa diupload. Mending langsung ke link nya aja ya....

Setelah itu, Aku milih yang ini.Sampai dibela-belain donwload. Oiya, untuk melakukan gerakan ini, Aku masih liat videonya melalui handphone.
                                                      https://youtu.be/6k6cWxrBpK8

Kemudian yang ini nih. Pingin banget punya perut rata dan kencang. Meski terlihat gampang banget, tapi jangan salah lho. Sekali nyobain bisa bikin paha pegel mpe 2 hari. Serius bikin paha berasa kayak abis digebukin. (Lah emang pernah digebukin po? Kamu maling ya? Iya maling hati kamu)

                                                      https://youtu.be/aolTbnqwN3Q
Oiya, Kamu bisa pilih salah satu ya? Tapi kalau mau nyoba semuanya juga lebih bagus lho. Aku milih ngikutin gerakan tersebut karena bisa bikin otot lebih kencang dan mengatasi sakit punggung. Kalau kamu punya pilihan gerakan lain juga nggak papa kok. Yang penting dilakukan secara rutin biar tubuh lebih sehat dan lebih bugar. Semangat dan salam olahraga.




~MissAnt~